Habis dengar podcast Ustaz Don, ada satu kalimat yang sederhana tapi sangat dalam maknanya:
"Kita jatuh hati kepada seseorang pun karena Allah yang membolak-balikkan hati."
Kalimat itu mengingatkan bahwa rasa cinta bukan sepenuhnya berada dalam kendali kita.
Allah yang menghadirkan rasa.
Allah juga yang mampu mengubahnya.
Maka ketika hati sedang mencintai seseorang, jangan lupa melibatkan Allah dalam setiap langkahnya.
Dan ketika harus melepaskan seseorang, yakinlah bahwa Allah juga mampu menenangkan hati yang paling terluka.
Hati ini milik Allah.
Dia yang membolak-balikkan hati, dan Dia pula yang paling tahu siapa yang terbaik untuk kita.
Maka, mencintai diri sendiri bukan berarti selalu menuruti semua keinginan.
Tetapi menjaga diri agar semakin dekat kepada Allah.
Merawat hati.
Memperbaiki akhlak.
Memperbanyak amal saleh.
Dan terus bertaubat setiap kali terjatuh.
Love yourself first, but let your greatest hope always be with Allah.
Karena manusia bisa berubah.
Dunia bisa mengecewakan.
Namun Rabb-mu tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang terus kembali kepada-Nya.
Semakin dewasa, kalo lagi di dzolimin bukan lagi ngerasa sakit hati, dendam, apalagi sampai doa al jabarin orang itu. Selain balasannya pedih, ternyata hidup kita juga gak tenang karena minta Allah mengutuk orang itu.
Jadi, aku ganti aja doa nya: “Ya Allah jika ada yang dzolim membuatku sakit hati dan menangis, maka hiburlah aku dengan hal2 duniawi karena sejatinya aku memang masih di dunia. Jadi berikan imbalan atas air mataku dengan hal yang hamba suka. Uang, perhiasan, baju, kendaraan, tempat tinggal, serta kesehatan. Agar aku jadi tenang, bahagia, dan bisa fokus ibadah untuk mengumpulkan amal pahala di akhirat nanti”