Klo yg datang nawarin adalah penipu ngaku kepala cabang BNI, mungkin yg ceroboh adalah korban.
Klo yg datang adalah BENERAN kepala cabang BNI dan dia NIPU, berarti Bank BNI yg bangsat !!
Ada tulisan cantik banget, kira-kira begini isinya:
“semoga kamu selalu dipertemukan dengan seseorang yang dapat berbicara bahasa mu, sehingga kamu tidak perlu menghabiskan waktu seumur hidup untuk menerjemahkan jiwamu..”
Guys Prancis baru resmi tolak permintaan Trump untuk kirim kapal perang ke Hormuz.
Bukan diam-diam.
Bukan berbelit-belit diplomatik.
Tapi resmi dan langsung.
Dan ini penting banget konteksnya.
Prancis itu anggota NATO.
Sekutu lama Amerika.
Bukan negara yang biasa konfrontasi langsung dengan Washington.
Tapi untuk permintaan ini mereka bilang tidak dengan jelas.
Dan gw harap ini jadi sinyal buat negara-negara lain.
Karena selama ini polanya selalu sama.
Amerika minta tolong negara-negara sekutu ikut. Bukan karena mereka benar-benar setuju.
Tapi karena takut dianggap tidak loyal.
Takut kena tarif.
Takut kehilangan akses ke pasar Amerika.
Takut dimarahi Trump di Twitter.
Prancis baru buktikan itu bukan satu-satunya pilihan.
Dan kalau lo lihat peta sekarang Jepang bilang sangat sulit.
Korea Selatan masih ragu-ragu.
Prancis bilang tidak.
Satu per satu negara mulai hitung ulang apakah worth it untuk ikut dalam konflik yang bukan perang mereka di kawasan yang bahkan masih mengizinkan kapal mereka lewat selama tidak bergabung dengan koalisi Amerika.
Iran sudah kasih insentif yang sangat jelas.
Mau lewat Hormuz?
Boleh.
Asal jangan ikut Amerika.
Sekarang setiap negara yang Trump minta bantuan harus jawab satu pertanyaan sederhana.
Gw mau korbankan akses energi gw yang sudah aman demi solidarity sama negara yang justru jadi penyebab semua ini tidak aman?
Prancis sudah jawab.
Jawabannya tidak.
Semoga yang lain punya keberanian yang sama
Sebulan lalu aku baru memecat dua karyawan, karena mulai pemalas dan seperti slengekan dalam bekerja, aku merasa disepelekan.
Aku ceritakan masalah ini kepada seorang karyawan terbaikku, jawaban dia cukup membuatku tersadar.
“Bapak terlalu akrab sama karyawan, seharusnya tetap berjarak, karena kami kan di sini bekerja. Makanya mereka jadi anggap enteng sama bapak.”
Pelajaran bagiku kedepannya untuk bisa jadi owner yang ramah, tapi tidak bablas.
Kalo baca berita, bayangkan pengusahanya aja ngaku Ibu ini gak mau dijemput khusus, dikasih handphone, batik madura pun ditolak.. Pengusahanya aja gak ngajak dia jatuh bersama.
Niat buruknya ketemu di mana ini?