2 tahun lalu, kami udah konsultasi ke pengacara buat cerai. Kemarin, suami gue nangis pas gue peluk di ulang tahun pernikahan ke-8. Bukan karena selingkuh. Bukan karena KDRT. Tapi satu hal sepele yang kami biarkan numpuk bertahun-tahun.
Semua berawal dari rasa capek yang gue simpen sendiri. Kerja full time, sama kayak suami. Tapi begitu pulang, gue lanjut "shift kedua." Masak, beresin rumah, urus anak. Suami pulang, rebahan, main HP. Gue capek fisik dan mental. Tapi keliatannya cuma gue yang capek.
Yang bikin gue makin frustrasi bukan bebannya. Tapi suami gue gak ngerasa itu masalah. "Kan lo emang lebih jago masak." "Kan anak-anak lebih nyaman sama lo." Kalimat itu kedengaran kayak pujian. Tapi sebenarnya cara halus buat lepas tanggung jawab.
Gue gak langsung ngamuk atau minta cerai. Gue diem, dan diemnya itu yang paling berbahaya. Gue mulai jarang cerita hal kecil ke dia. Dia gak sadar, karena buat dia semuanya kelihatan baik-baik aja. Padahal gue udah capek duluan sebelum ngerjain apapun tiap hari.
Titik paling bawah itu waktu gue diem-diem konsultasi ke pengacara. Bukan karena udah yakin mau cerai. Tapi karena gue udah gak tau harus ngapain lagi selain pergi. Untungnya, sebelum gue lanjut, gue cerita dulu ke psikolog keluarga.
Psikolog kasih nama buat yang gue alami: mental load. Bukan cuma soal siapa yang nyapu atau masak. Tapi soal siapa yang harus selalu mikirin dan ngatur semuanya. Vaksin anak. Stok sabun habis. PR anak udah dicek belum. Semua numpuk di kepala satu orang, tanpa pernah dianggap "kerja."
Psikolog jelasin kenapa suami gue gak sadar. Kerja fisik kelihatan. Cuci baju, masak, itu semua visible. Tapi kerja mental, mikirin dan ngatur semuanya, itu invisible. Suami gak ngerasa "kerja" karena gak megang sapu. Padahal gue udah capek duluan sebelum mulai ngerjain apapun.
cc : anitarisoraya
🌴Carmen belike : Gue spill tipis-tipis ya gaes, tapi jangan bilang-bilang Gianni Infantino 🤫🏆🇪🇸🤟🏻
Haha ternyata carmen pakai jersey spanyol buat ngasi bocoran pemenang World Cup 2026😂
#Carmen#WorldCup2026
Tapi bagaimana bisa 1lagu jika dinyanyikan beda orang pembawaannya bisa berbeda seperti ini? ...
Rose nyanyi → terdengar menggebu, matanya berbinar, kayak lagi jatuh cinta beneran. "𝐂𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐢𝐭𝐮 𝐢𝐧𝐝𝐚𝐡, 𝐚𝐲𝐨 𝐠𝐚𝐬, 𝐜𝐨𝐛𝐚 𝐬𝐞𝐤𝐚𝐥𝐢 𝐥𝐚𝐠𝐢!" Vibes meyakinkan mantan.
Carmen nyanyi → patah hati, kayak baru ditikung. "𝐂𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐢𝐭𝐮 𝐧𝐲𝐚𝐤𝐢𝐭𝐢𝐧 𝐛𝐫𝐨..."
Apa karna musik ini seni + perasaan.sama kayak satu cerita jika diceritain orang beda, rasanya juga beda,vibesnya juga beda(?) Ntahlah
Kemaren baru nontonin live dimana oyon nyetel lagu ini. Hey ini favoritku. (shock dikit, lalu girang sendiri). Dari intronya udah familiar kaya kenal ni lagu
https://t.co/YVgCkIU94q
🚨 Gabriel Magalhães reveals his conversation with William Saliba after Brazil’s World Cup exit. 😂
“The first person to call me was Saliba.” 😅
“He asked me, ‘Why did you decide to leave the World Cup so early like that?’ We both started laughing.
“I just told him to enjoy the tournament while it lasts. Hopefully he doesn’t get eliminated soon… because if he does, I’ll be the first person calling him!” 😂
🔴⚪️ #Arsenal #GabrielMagalhães #WilliamSaliba #WorldCup #COYG
“Communication is key” but no one talks about how scary real communication is. It is not cute texts and long calls. It’s “here’s where you hurt me, here’s what I need, here’s what I’m afraid to say”. It’s swallowing pride, risking rejection, choosing honesty over comfort.
According to psychology, the urge to immediately fix a partner’s or friend’s distress instead of just sitting with them in it isn't empathy; it is your own low frustration tolerance. When someone you love is hurting, and you instantly jump into problem-solving mode, offering unsolicited advice or trying to find a silver lining, you are often trying to soothe your own secondary anxiety. You aren't rescuing them from their pain; you are rescuing yourself from the discomfort of witnessing a vulnerability you don't know how to hold
🌴: nama saya carmen
🌴: saya berasal dari Bali.
🍓: Bali, Indonesia
👵🏻: tapi bagaimana bisa bahasa korea mu sangat bagus?
🌴: setelah datang ke sini, saya mengambil kelas bahasa. lalu keahlian khusus saya ada banyak
🌴: salah satunya meniru suara kucing.
🌴: saya sangat suka kucing, jadi saya suka meniru suaranya, biar saya tunjukkan
🌴: ///mengeong///
🌴: karna kepribadian saya sangat cerah, jadi saya membuat orang lain di sekitar gembira
👵🏻: kalo begitu coba buat aku gembira sekarang
🌴: ang~
WKWKWKW PINTER BGT MEMEN😚💗