Itu yg ngomong anak UGM suruh ke papua suruh liat kondisi, coba dikasih tau kalo tiap tahunnya UGM ngirim mahasiswa ke sana untuk KKN. Enggak cuma di Papua, tapi beberapa daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) di Indonesia.
Aku anak UGM dan udah ke Papua tanpa disuruh, izinn 🙏 Bisa jadi yang nyuruh malah gapernah ke Papua, anyway bbrp hari dipedalaman Papua, aku tiap hari didatengin warga, mereka menyampaikan berbagai macam keresahan berharap kami bisa menyampaikan ke pemerintah pusat krn mereka ini merasa tdak pernah dipedulikan kondisinya.
Pertama kali melihat kondisi disekolah ini aku nangis krn merasa kok bisa negara sejahat ini sama rakyatnya disisi lain aku bangga bisa menapakkan kaki sampai disana 🥺
cc:threadpoppyhandinip
sebenarnya menarik banget gimana mahasiswa ini diperceive sebagai orang yang ga beradab dan beretika perkara *cross check* melawan rezim yang korup. kaget ketika mahasiswa itu aware dengan isu sosial. kayak... kan itu ya tujuannya pendidikan 😭 isn't like thats the whole point
Pemerintah gandeng totpol diskusi --> sengaja pilih lokasi di UGM dan sebetulnya tau berpotensi besar terjadi pembubaran --> beneran terjadi--> amplifikasi narasi di medsos klo mahsiswa UGM anti diskusi, dll--> punya narasi untuk mendegradasi aksi akhir-akhir ini yg dilakukan sama mahasiswa di beberapa daerah
Ekspansi perkebunan sawit di sekitar Pegunungan Meratus mengancam kelestarian situs lukisan prasejarah akibat pembukaan lahan yang memicu kerusakan mikroklimat goa dan risiko degradasi fisik situs adat.
https://t.co/cbvc7Vpls4
Jadi, ada kabar sedih dari Kalimantan Selatan. Ternyata ada situs bersejarah keren banget di sana, yaitu ratusan lukisan dinding gua yg umurnya udah 2.000 tahun. Lukisan ini jadi saksi bisu kehidupan leluhur kita zaman dulu.
Sayangnya, sekarang keberadaan situs ini lagi terancam gara2 ekspansi kebun sawit di sekitarnya. Masalahnya, akar pohon sawit, perubahan suhu di dalam gua, sampai sisa pupuk kimia bikin lukisan kuno ini perlahan rusak dan memudar.
Narasumber bukan entitas yang statis. Mereka bisa berubah. Bisa menarik pernyataan. Bisa menyangkal juga. Dan perubahan itu tidak selalu berarti bahwa mereka sejak awal berbohong.
Ada banyak kemungkinan, bisa jadi
mengalami tekanan, mendapat ancaman hukum, mengalami intimidasi fisik atau digital, atau mungkin ada tawaran lain.
Karena itu, dalam jurnalisme atau dalam hal ini film dokumenter, perubahan sikap narasumber tidak otomatis dibaca sebagai bukti bahwa laporan sebelumnya salah, dan Papua baik-baik saja. Tetapi juga tidak boleh diabaikan begitu saja. Justru di situlah pentingnya verifikasi berlapis dan prinsip informed consent.
Narasumber adalah manusia yang berada dalam relasi kuasa. Semoga Mama Yasinta sehat selalu.
@menuembegejelek Niatnya sih, "agar masyarakat iba, bahwa dalam kondisi bagaimanapun MBG harus tetap di salurkan"
Kenyataannya "Masyarakat semakin tau mana yang perlu diprioritaskan yaitu lerbaikan jalan dimana manfaatnya bisa dirasakan oleh semua masyarakat, bukan hanya anak2 sekolah" Trms TVRI
#intinyadeh Sumatra mati listrik massal (blackout) sejak 22 Mei.
4 warga tewas keracunan gas monoksida dr genset.
2 pelajar di Kab. Tanah Datar (1 lainnya kritis), saat cas HP di masjid.
2 wanita pekerja di Kab. Batu Bara (2 lainnya kritis), di konter HP tempat kerja mereka.
💚 panggil aku party popper karena emng iya🙏🏻 ini ada istilah fenomenanya ga sih? jangan dibiasain kek gini gess, nyari kesenangan di hal yang kalian ga suka itu aneh🙏🏻
sedih ya, dari dokumenter udah jelas kalau kondisi papua tuh udah separah itu. tapi, makin banyak orang yang kemakan omongan buzzer pemerintah kalau film pesta babi itu ga bener. dari dokumenter udah sejelas itu masa masih memframing kalau papua baik baik aja?
Pohon sebesar itu udh bisa jadi habitat puluhan spesies. Selain, kuskus, bisa ada burung, serangga, anggrek, pakis, reptil kecil, liana, lumut, dll. Blm lagi ada yg endangered statusnya.
Ini aja baru 1 pohon! Misalnya 2,5 juta ha hutan yg dibabat gimana?? Tau deh, pikir sendiri
Masalah yg dikupas film
-> perusakan hutan, perampasan tanah adat, penggunaan aparat negara untuk kepentingan 'setan' dll.
Yg dipersoalkan oleh para Babi & pendukungnya:
Ga kasih ijin pengambilan film (padahal kamera segede gaban saat perekaman)
Konsistensi memang berat, 😑
Buat kalian para PENJILAT REZIM, perhatikan orasi mama Yasinta ini dalam sebuah nobar "Pesta Babi" di Jayapura.
Beliau bahkan sadar betul ada di film itu, tidak ada protes sama sekali.
Ngebuzzer boleh, tapi riset dulu, jangan lakukan hal yang MEMALUKAN.
No...no...ya ☝️