"as a woman I have so much empathy for my mother, but as a daughter I have so much anger"
resonated deep to me karena memang hubungan ibu-anak perempuan memang kompleks sekali, rasa sayang, rasa marah, rasa ingin memperbaiki, rasa ingin pergi jauh.. tumpah ruah jadi satu
kalo negaranya waras justru yg ga punya skills dan entry level yg dapet UMR karena literally UMR adalah upah MINIMUM regional, jadi yg gak punya skills y gajinya mentok upah MINIMUM.
Tapi di negara jelek dan rakyatnya demen hidup melarat, buat dapet MINIMUM AJA HARUS SKILL DEWA.
kenapa kalo laki-laki dimaafin, tp working moms never get the same leniency? it's gross how you guys are dumbing down just so you don't do household chores and parenting responsibility. disgusting.
Kita gatau dibelakangnya mama yasinta diapain, keluarganya diapain
Yang udah2 sih watu rangkaian aksi dari garuda biru sampe indonesia gelap, yang paling menonjol akan kena pressure
Dan ga semua orag bisa dan willing untuk melawan pr3ssure itu
Artificial intelligences do not undergo experiences, do not possess a body, do not feel joy or pain, do not mature through relationships, and do not know from within what love, work, friendship or responsibility mean. Nor do they have a moral conscience, since they do not judge good and evil, grasp the ultimate meaning of situations, or bear responsibility for consequences. They may imitate or even simulate, but they do not understand what they produce, for they lack the affective, relational, and spiritual perspective through which human beings grow in wisdom. #MagnificaHumanitas
Kemarin ada netijen yg komen “orang Jakarta (bodetabek) resilient nya tinggi”, di salah satu twit yg tentang segala jibaku dan taktik komuter pasca greenline masalah dan banjir.
Kyknya kita jgn pakai istilah resilient lagi utk kegagalan sistem fundamental spt ini. Krn itu mengalihkan tanggung jawab Pemerintah ke “betapa resilience”nya warga. Warga tentu mau tidak mau bertahan dan cari taktik, tapi itu malah makin kemari makin “dimanfaatkan scr tdk semestinya” oleh Pemerintah.
Kegagalan Pemerintah dlm menciptakan hunian terjangkau tengah kota, diversifikasi kesempatan lokasi kerja, hingga penyediaan siatem transportasi massal dan segala hal lainnya.
ini tuh lowkey nunjukkin gimana suara perempuan sebenernya di era yang maju ini... masih dianggap ngga penting dan dianggap "biar cepet kelar aja". beberapa kali liat juga vid" mbak najwa doing what men has always done to women -> nyela omongan -> the men got mad "dengerin dulu!"
Here’s a hot take that’s not very hot: women sometimes avoid externalizing their affection towards children because the mere concept of humanizing children is juxtaposed to motherhood
Gue gak tau ini karena kita semua abis digempur oleh kondisi politik yang super harsh atau gimana:
Tapi gue memang ngerasa banget bagaimana kita semua jadi semakin tumpul dalam melihat nuans dan konteks sosial (termasuk gue yah).
At least dalam setahun belakangan ini ya.
im against sex work not in a “sex workers are sluts and degenerates” way but in a “we should live in a society in which exploiting our bodies is not necessary for survival” type of way
I’m going to answer you the way I would speak to someone I genuinely care about.
First, take a breather. Because this kind of exhaustion doesn’t come from lack of faith, it comes from thinking too much without being given space to feel.