tapi pernah ga kamu nyibukin diri sendiri buat ngilangin rasa sedih. but end up, you still sad and depressed. you can’t hold it anymore, and finally you cry because it really hurts your feelings :”)
on my silent days, gue mau nunjukin kalau gue juga bisa marah atas apapun yang bikin gue gak nyaman, tanpa harus mikirin orang itu sakit hati atau engga.
kalau kamu ketemu cewe yang bodo amat, kuat meski ga komunikasi, nggak ribut, dan hidupnya tenang dan santay
biarin aja, dia itu alumni yang pernah ngejar cowo pada masanya 🙂
si pembuat trauma: hidup bahagia, ngerasain butterfly era lagi.
si korban trauma: lost spark, lost self, ngerasa ga pantas buat siapapun, nyoba buat bangkit, rekam kejadian stuck di otak, ke psikolog.
MENURUT GUA kalo sedih mah sedih aja, upset mah upset aja... nggak usah dilawan dengan pura-pura gapapa like nothing happened. Something clearly happened and your feelings didn’t come out of nowhere. They’re valid, you’re allowed to react to what hurt you. Just saying lho ya✌🏻