@rentalnaga@tanyakanrl Enak bgt. Bukan cuma rasa, tapi tekstur, sampe tingkat kematangannya juga oke. Kue-nya juga, kue request-an, bukan yg udah jadi terus dibeli. Harga segitu di tempatku selain worth it, itu jg harga normal secara general. Jadi agak kaget ternyata ada kue yg harganya 80-100K
@Yggadrasyl@tanyakanrl Bukan itu aja sih permasalahannya. Sekalipun punya banyak uang kalo modelan begini, orang tetep sebel lah. Apalagi tipikal yang suka serang personal. Mbaknya juga udah nolak baik-baik. Kalo permintaannya udah ditolak, ya stop, jangan maksa. Mau siapapun, tau diri itu perlu
@progresionalis@lilaccountz @gegevanoo Udah ada kata 'aurat' ngapain harus tambahin 'khusus buat muslim'. Pemborosan kata. Dari kata 'aurat' aja udah spesifik buat siapa, masa konteksnya harus dijelaskan lagi kayak anak sd yg baru belajar baca?
@AndreasAbdianto@ArdiMksfeq @gegevanoo Memang buat semua lini. Masalahnya itu isi twitnya udah pake kata 'aurat' secara otomatis, udah pasti buat muslim. Jadi emang gak maksa yang nonis. Ini kenapa kalian yang tersinggung? Merasa dipaksa
@SGrandchase@Xiao_Long12 @gegevanoo Lah? Isi twitnya aja udah pake kata 'aurat'. Dan konsep aurat sendiri cuma ada di islam. Jadi secara harafiah, twit itu emang buat umat muslim. Kenapa yang non merasa dipaksa? Padahal memang gak diajak
@txtanomali Justru yang kayak gini tuh yang ditunggu-tunggu kpop fans. Sebelum kalian, kpop fans udah kesel duluan sama kornet. Soalnya idol mereka sering bgt kena discredit sebagai manusia. Kamaren2 aja, ada idol dikirimin karangan bunga kematian, hanya karena idolnya punya cewek
@stantherighone @yucppi Bopengan itu cuma bekas luka. Dan efek jelek dari bopengan cuma keliatan kurang menarik aja secara tekstur kulit. Gak sampe mempengaruhi kesehatan kok. Statemen kakaknya masih relevan
@BornT734 @stantherighone @yucppi Iya, agak heran. Soalnya kakak yg di foto cuma bopengan, konteksnya gak sampe pengaruhin kesehatan kayak orang obesitas yang memang harus nurunin berat badan biar sehat. Jadi statement love yourself masih relevan sama kakaknya. Karena selagi sehat dan nyaman, ya sudah gitu
@celacah@JenaSenja@Baliho821@fiachuuu Kita memang perlu untuk gak mendengarkan orang lain. Itu gue setuju dari tadi, tapi poin yang gk gue setuju itu di kata 'gak ngaruh'. Karena memang terbagi 2, secara personal (sifat kita) dan juga secara sosial. Sifat, iya gk ngaruh, tpi dari sosial tuh ngaruh. Semoga paham deh
@mahaekyuu Dan prinsip tulisan hangeul tuh, gak boleh ada huruf yang berdiri sendiri. Jadi konsonan yang sendirian biasanya ditambahin 'eu' atau gak, konsonan yang bakal ketemu konsonan lagi, biasanya di tengahnya dikasih 'eu'
@celacah@JenaSenja@Baliho821@fiachuuu Amiinn bgt, semoga bisa jadi CEO. Oh ya feminis ≠ matriarki. Kalo kamu kira feminis itu musuh laki-laki (matriarki atau misandri). Nope, feminis juga memperjuangkan laki-laki. Sebagai catatan, gue juga gak suka sama matriarki, standar ganda sosial, dan penindasan pada laki-laki
@celacah@JenaSenja@Baliho821@fiachuuu Sampai di sini ya diskusinya. Gue ngerti poin lo. Tapi sayangnya lo terlalu gegabah hakimi orang. Padahal ya, manusia, sosial, dan realita hidup itu kompleks. Terima kasih atas waktu diskusinya. Super fun walaupun agak nyerang personal (yang sebenarnya gak perlu)
@celacah@JenaSenja@Baliho821@fiachuuu Kalau kamu tipikal orang yang memang gak mau melawan, dan lebih suka cari tempat baru untuk hidup. Ya sudah, itu pilihan kamu. Tapi kamu gak punya hak juga menghakimi orang-orang yang mau melawan