Kenapa gedung pemerintah itu mudah dibakar ya? Emang gak ada penyelidikan dan konsekuensi serius dari perbuatan makar tersebut?
Kek, "waduh skandal Gweh mau kebongkar nih apa Gweh bakar aja ya sekalian biar barbuk angus. Urusan posili mah gampang nanti"
@weirdgaem Alm sendiri enggan sebut RS nya karena sadar diri BPJS, tapi pada gak paham sama kalimatnya trus julid.
Ya wajar, sifat aslinya memang pada jahat itu yg komen jelek kemarin. Satu per satu kebongkar kan jejaknya.
Alm dibego-begoin dan disuruh mati, oleh para nakes no less. Ironi
@vyowiz_ I was like "selera dia terserah dia". Tapi setelah liat videonya, aku jadi paham yg kemarin pada salty itu, ternyata mereka gak salah. Kek "oh pantes dirujak".
Jumawa keknya kata yg tepat.
Orang biasa, g perlu yg sebaik nabi juga paham ketikan nakes-nakes itu sangat kelewatan, bahkan jika Yurizal g meninggal sekalipun.
Alias, omongan jahat kemarin hanya bisa diketik oleh orang yg beneran jahat, bukan hanya khilaf salah omong. Memang sifat aslinya seperti itu.
Gak membenarkan pembullyan, tapi kok bisa komen sejahat itu ke pasien YG SEDANG SAKIT. Dia sendiri enggan sebut RS Krn sadar diri BPJS.
Bukan berarti kalo sehat boleh dibully ya, cuman kan nakes kerjanya nolongin orang sakit. Kok bisa kepikiran ngetik sekejam itu??
Karena alm. Yurizal, kebuka semua sifat asli kita.
Kebagun trus liat kasus viral. Aslinya Yurizal cuma curhat “8 jam belum dapat ruangan. Gamau spill RS-nya, soalnya gue pake BPJS.”
Bukan minta dicaci atau minta dihina. Cuma emang lagi sakit dan sedang nungguin kamar, lagi takut dan lelah.
Tapi kolom komentarnya langsung jadi ajang bully pasien. Ada yang bilang “kalau mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong.” Ada yang mengejek PP-nya “kayak orang have tapi aslinya haven’t.” Ada yang menyarankan “serangan jantung aja biar cepet masuk ICU.”
Dan yang paling menyakitkan dari semua itu banyak dari komentar-komentar itu datang dari orang yang diduga tenaga kesehatan. Orang yang justru memiliki sumpah dalam profesinya.
Yurizal akhirnya meninggal. 31 Juli 2026. Keluarganya bilang karena sudsh terlambat ditangani, kondisinya sudah gawat banget dan dia bahkan jarang cerita ke keluarga sendiri soal penyakitnya.
Sekarang baru banyak dari kita yang sadar. Baru banyak yang minta maaf. Baru banyak yang bilang “kita harus lebih empati.” termasuk aku salah satunya🥲
Tapi buat Yurizal, semuanya sudah terlambat. Sekarang semua orang kesulitan minta maaf. Mau minta maaf ke siapa?
Menurutku kasus ini bukan cuma soal satu orang. Ini sebenarnya soal sistemik yang banyak terjadi karena sistem BPJS seperti beban birokrasi, antrean panjang, dan masalah klaim atau masalah lainnya yang dihadapi oleh tenaga kesehatan di RS dan itu sangat tidak sebanding dengan penghasilan yang diterima tenaga kesehatan.
Tapi selain itu, ini juga soal bagaimana sebagian nakes kita merespons pasien BPJS yang mengeluh di media sosial, soal betapa tipisnya empati, betapa mudahnya sebagian orang yang seharusnya jadi penolong, malah jadi yang pertama menghukum.
Tapi aku yakin tdak semua nakes seperti itu. Banyak yang masih manusiawi, masih peduli, masih lelah tapi tetap berusaha. Banyak juga yang sering mengeluh di medsos tentang beratnya menjadi nakes menghadapi pasien BPJS, tapi mereka tidak pernah ikut menghakimi siapapun.
Kasus ini cukup untuk membuka mata kita semua, banyak orang yang sifat aslinya memang dingin, sombong, dan sudah kehilangan rasa kemanusiaan. Tidak hanya ditujukan buat tenaga kesehatan, tapi siapapun itu yang berkomentar negatif tanpa empati sedikitpun di media sosial. Mungkin itu aku, mungkin juga kamu.
Kini Yurizal sudah pergi mendahului kita semua. Namun jejaknya tertinggal. Semoga jadi cermin buat kita semua. Semoga kita semua benar-benar introspeksi. Karena suatu hari nanti, kita semua bisa jadi pasien. Kita semua bisa jadi yang nunggu kamar. Kita semua bisa jadi yang butuh empati.
Selamat jalan Yurizal, semoga dilapangkan kuburmu, diampuni semua dosamu, mendapatkan ampunan dan surga Allah SWT.
Maafkan, kami sudah terlalu lambat untuk peduli🥲
Untuk kasus ini mungkin saya beda pandanggan dengan temen" di X.
Sebelumnya ikut beduka cita, dan tidak membenarkan apapun berupa tindakaan cemooh atau hinaan 🙏
Ini saya sampaikan sebagai opini pribadi saya yg besar di lingkungan keluarga pelayanan kesehatan.
1. Korban salah bila menggiring opini dengan curhat di sosmed dan dengan giringan opini menuudutkan pihak RS, di IGD ada maklumat dan aturan "tidak menerima intimidasi dalsm bentuk apapun" ini termasuk bentuk intimidasi non verbal, bahksn RS berhak menolak pasien.
2. Pasien sangat berhak untuk pindah faskes apabila kamar kosong. Waktu 8 jam bukan waktu yg singkat. Di IGD RS yg dudah paripurna ada ruangan observasi, emergency tingkat sedang, emergency lanjut. Dokter pastinya akan sarankan pasien cari faskes lain. Perlu di dalami adamah faskes lain.
3. Penggiringan opini ini dampaknya gede bagi nakes yg jaga. Pengalaman pribadi kakak saya yg jdi koorditator IGD salah satu RS terbesar di Jogja, kalau ada kasus kyk gini, sidang direksi pasti dijalankan.
4. Saya tidak membela siapapun dalam kasus ini. Hanya buat sebagai pembelajaran bagi kita bersama, supaya lebih paham hak dan kewajiban pasien.
Semoga segera mendapat kronologi dan penjelasan yg jelas, supaya gk liar jdi opini publik. 🙏
Orang baik akan tetap baik walau tanpa agama. Orang jahat akan tetap jahat walau punya agama. Tapi orang baik bisa jadi jahat dengan alasan agama. I said what I said. Tahun ini sudah kejadian puluhan kali setelah aku amati.
Be this emak-emak:
> Merantau ke Singapore 8 tahun as a helper
> Speaking Singlish + logat Jawa
> Bisa bangun 2 rumah & punya sebidang tanah (what a flex, Singaporean sendiri belum tentu bisa achieve ini)
> Berencana pensiun dini tahun depan
> Punya satu anak
> Anaknya master di Malaysia (scholarship)
> Anaknya lanjut (assumed) PhD di Australia (scholarship juga)
> No HUSBAND
Respect.
Video by: 11maids
https://t.co/ZvJJpJEtWo
Apakah berpotensi bikin warga pinter? Pasti belok kanan.
Apakah bisa dipake jilat kepala negara lain? Nah itu mabur ke atas.
Mundurnya dipake buat ngegiles protester.
Jkw sign kiri belok kanan.
Prbw sign kiri tapi beloknya kemana gk ada yg tau. Bisa belok kiri beneran, bisa belok kanan, bisa lurus, bisa mundur, bahkan bisa mabur ke atas.
Tapi "sign kiri belok kiri" nya bisa ditebak. Apakah potensi duitnya bisa bocor? Kalo iya, belok kiri dia
Harusnya warga belajar dari SBY,
cukup pilih pemimpin 1 periode aja.
Bodohnya udah dikasih contoh 2x (SBY + JKW), kemarin malah lanjut part 3 (padahal udah ketauan flop bgt). Kalo Prabowo atau Gibran kepilih lagi nanti, lanjut part 4.
Sangat setuju.
Yg ngerusak sistem itu Jkw, Prabowo ikut menikmati aja
Jkw merusak diam-diam seperti rayap & PDIP adalah kaki tangannya.
Sekarang kerusakannya udah beyond repair. G ada yg mau jadi oposisi, berkomplot jauh lebih menguntungkan. Kekuasaan elite menuju absolut
Gue rasa kalo si bapak yg ini menangnya 10 tahun lebih awal, daya rusaknya gak akan separah ini. Safeguards2nya masih ada, oposisi masih ada. Worst possible outcome ini dia menangnya setelah semua safeguards ini udah obliterated sama bapak yg itu.