sepakat sama pak sahid didu, manfaatkan sosmed untuk kasih sanksi sosial ke pejabat korup, karena terbukti efektif.
stop la ngemeng "alah ributnya di sosmed doang" "heleh, aktivis medsos".
dunia maya itu media baru, nyata cok, ada penghuninya, bukan setan.
@loml44_@TribunMilano@txtdrimedia tapi yo tetep ae ngeyel, persis presidennya. gatau lah ya dia milih karena keluarganya terafiliasi politik ke prabowo apa gimana. tapi kok kaya ndak mungkin orang pinter milih orang goblok macam pragib kalo ga ada benefitnya.
@loml44_@TribunMilano@txtdrimedia gue punya junior debat di kampus, pembicara terbaik KDMI fakultas. tapi ikutan repost video nangisin prabowo pas debat capres. weh langsung tak parani, karena ga habis pikir aja nek orang jago debat kok dukung orang kalah debat. temen setimnya pun udah nyeramahin dia pas itu
@enak_tahu1@semriwinks@proletarsusah@txtdrimedia asli. antara asik sendiri di menara gadingnya atau emang cacat logika aja. ada pula yang melintir pernyataan "TKN 02 jago" sebagai dukungan kepada pragib, kocak.
๐Apakh standar penerimaan kunjungan dari negara lain sudah berubah?
Penyambutan PM Thailand banyak menguras anggaran ya, mulai dari dentuman meriam, penyambutan berkuda ala kerajaan, dan tarian daerah di istana negara, segala prosesi dengan kemegahan nya.
Tapi jujur kocak sih, disaat urusan perut, harga beras, sampai fasilitas publik masih perlu penyesuaian dan butuh dibenahi secara darurat, malah dipakai untuk bikin tamu kagum tanpa rem.
Belum penanganan dapur MBG di daerah timur, dan gaji guru honorer yang hanya 300 rb/bulan.
Prinsipnya simpel, Rumah sendiri boleh bocor dan berantakan, yang penting tetangga datang, keliatan suguhan istana.
Di Indonesia ketimpangan dan perbedaan seolah hal yang dipaksa dimaklumi oleh warga, antar disuruh iklas dengan kebijakan atau kapasitas SDM dari pejabat yang gitu gitu saja.
Tapi ya gimana, aesthetic over basic needs is the new standar
ga yakin lolos karena gue tau produk gue masih b aja, jauh dari kata wah. kemasannya juga seadanya bukan karena gue ga bisa bikin kemasan yg bagus, cuma karena ga ada modal uang dan waktu buat produksinya ๐ญ
@terdeteksigalat@proletarsusah@txtdrimedia lu aja gagal membaca konteks kalimat sependek "nah, salah satu bukti tim kampanye 02 itu jago".
yang nyamain pidatonya Soekarno sama pidatonya Prabowo siapa bambang?
@terdeteksigalat@proletarsusah@txtdrimedia lah gue dari awal bilang TKN 02 jago itu teknik komunikasinya, bukan substansinya. analoginya tetap masuk, karena orasi Soekarno itu teknik menarik massa rakyat pada saat itu, ya sama aja sama TKN 02 yg berhasil narik massa di pemilu 2024.
@JusJ3ruk@proletarsusah@txtdrimedia selain pintar memetakan target, aku pernah baca pernyataan salah satu petinggi TKNnya bilang kalau kenapa bersedia jadi tim kampanye 02 karena Prabowo-Gibran tu udah kuat di basis fansnya juga om. jadi tim kampanyenya juga ga susah-susah amat ngegaet pemilih dari 0.
@resshuffle@proletarsusah@txtdrimedia malah menurutku kita masih punya banyak celah utk menyadarkan warga betapa destruktifnya MBG dan KDMP ini, karena pelaksanaan program ini dekat sekali dengan warga.
pertanyaannya, kita udah cukup marah belum ke pemerintah hari ini? kita punya energi ga utk marah besar?
@resshuffle@proletarsusah@txtdrimedia ga pinter cari celah menurutku karena alesan yg mereka lontarin untuk nyelamatin program jeleknya juga jelek kak ๐ญ
menurutku tim komunikasi negara saat ini ga sejago TKN pas kampanye 2024 kemarin.