Setelah membaca utas bang @zoelfick ini, saya ingin beropini mengapa budiman bisa se emosi itu.
Budiman sudah tidak mampu lagi membantah realita lapangan yang ternyata jauh dari orasi-orasi yang digaungkan oleh seluruh pejabat pemerintah pusat.
Budiman ingin sekali terlihat “savage” didepan para mahasiswa. Namun seluruh pertanyaan mahasiswa yang dilandasi oleh realita membuat emosi budiman memuncak karena seluruh pertanyaan mahasiswa tidak ada yang sesuai dengan ekspektasi budiman.
Dan akhirnya senjata terakhir budiman tentu saja yang sudah kita ketahui bersama, dipenjara tahun 98 dan merasa dirinya yang paling berjasa di era reformasi.
Gibran: "Program makan gratis akan melibatkan ibu-ibu warteg, katering-katering"
Nyatanya? Tak melibatkan Ibu-ibu warteg dan katering
Malah politisi, polisi dan tentara yang dilibatkan
Dasar Pembohong!
Budiman Sudjatmiko memang pantas dipermalukan di depan umum!!
Udh gosah sok2an kasih kuliah ato peringatan ke mahasiswa..
Ngaca!!
Anda itu pengkhianat reformasi 😌
Bukit algoritma apa kabar?
Udh makan eh mark up eh Sama aja lah.. anggaran brp?
Kapan ya dikasuskan sbg kerugian negara?
Nunggu rezim baru yg berkuasa Kali ya..
Dan dia akan selalu ngekor cari aman.. 🥱
12 Juni 2026. Polda Metro Jaya klaim ke media:
"Sampai detik ini tidak ada surat pemberitahuan demo dari BEM UI."
BEM UI tunjukkan surat berkop resmi , ditandatangani Ketua + Kadep Aksi ,dikirim ke Polres Jakarta Pusat 9 Juni 2026, 3 hari sebelumnya.Sesuai UU No. 9/1998 Pasal 10.
Polisi bilang sudah cek Polres Depok, Polres Jakpus, Direktorat Intelkam , semua "tidak ada."
Satu pihak punya dokumen fisik.
Satu pihak bilang tidak pernah terima.
Perlu diingat: UU No. 9/1998 mengatur pemberitahuan, bukan izin.
Demonstrasi bukan aktivitas yang perlu disetujui polisi , hanya perlu diberitahu.
Tapi kalau dokumen resmi bisa "tidak ditemukan" begitu saja setelah dicek tiga satuan berbeda , pertanyaannya bukan soal prosedur lagi.
Siapa yang seharusnya kita percaya?