Ini yg dikemukakan ama beberapa ahli ekonomi tempo hari.
Kenaikan barang itu terjadinya perlahan, mulai dari bahan mentah, setengah jadi, baru bahan jadi.
Kenaikan bensin itu baru langkah awal, yg akan memberikan efek domino ke naiknya harga2 yg lain.
Yg tercekik itu yg finansialnya dan gajinya terbatas.
Matías Fernández-Pardo lagi jadi rebutan pasar Eropa musim panas ini. Dortmund udah kontak Lille buat loan dan Liverpool under Iraola butuh winger setelah Luis Díaz pergi ke Bayern. Tapi Lille minta €70m! Iya, tujuh puluh juta Euro — buat pemain yang baru satu musim penuh main di Ligue 1.
21 tahun, dominan kaki kanan, bisa main versatile di kiri-kanan-tengah. Data dari Soccerway nunjukkin musim ini dia cetak 8 gol 5 assist di Ligue 1 dari total 2.380 menit bermain. Ditambah Matías jago di 1v1, progressive carrier, fisiknya kuat dan defensive work rate-nya bagus. Ga banyak winger seumurannya punya, correct me if i'm wrong. Fleksibilitas inilah yang banyak bikin klub Eropa ngiler.
Kita mulai dari Dortmund, Kovač literally nyari pemain yang bisa isi kekosongan Julian Brandt di right half-space 3-4-2-1. Masalahnya: Dortmund cuma mau loan, Lille maunya jual permanen, apalagi sekarang harganya udah €70m. Buat Dortmund, ini basically mustahil kecuali ada deal-dealan lain.
Lanjut ke Liverpool. Setelah Díaz ke Bayern, mereka kekosongan posisi Left Winger — dan posisi doi emang natural disana. Iraola butuh winger yang bisa main direct, ga takut 1v1 dan mau press dari depan. Ironisnya, ini baru rumor dan belum ada pergerakan dari Liverpool.
Soal €70m, gua udah maenin dia di FC26 dan emang overpower banget ni pemain. Tapi in real life, ini overpriced. Baru satu musim penuh di Ligue 1, dua kali cedera ankle dalam setahun dan belum teruji di liga top Eropa. Harga fair-nya harusnya ada di kisaran €35–45m, atau €50m paling mentok kalau ada bidding war sengit. €70m bagi Lille lagi maksimalin leverage di tengah persaingan ketat. Klub yang bayar segitu basically bayar premi spekulasi buat potensi, bukan proven track record.
Source:
Soccerway & Total Football Analysis
Akhirnya Meksiko ngumumin skuad mereka buat Piala Dunia 2026 dan ini menarik banget.
Ochoa dipanggil lagi di usia 40 — bakal jadi Piala Dunia ke-6 nya, nyamain rekor Messi & Ronaldo.
Lore nya juga selalu sama: tiap 4 tahun sekali ni orang di-revive buat jaga gawang Meksiko, abis turnamen langsung ngilang entah kemana wkwk. Dia bukan kiper, kalo di game dia kek event-exclusive character.
Gilberto Mora, 17 tahun! Jadi pemain termuda Meksiko di World Cup, bocah ini beneran luar biasa. Ini menarik karena kelahiran 2008 udah main di World Cup. Dulu gua 17 tahun masih pusing sama tugas SMA.😭
"Ketika Sistem Mengalahkan Determinasi: PSG Back-to-Back dan Arsenal yang Hampir Sempurna"
31 Mei 2026 — PSG resmi back-to-back juara Champions League setelah menang adu penalti 4–3 atas Arsenal di Puskás Aréna, Budapest. Skor 1–1 bertahan hingga 120 menit, dan Les Parisiens akhirnya yang berdiri lebih tinggi di atas podium Eropa.
Ini bukan kemenangan yang datang dengan mudah. Arsenal bukan tim yang datang buat sekadar meramaikan final — mereka bertarung keras selama dua jam dan nyaris bawa pulang trofi. Tapi pada akhirnya, PSG punya sedikit lebih banyak jawaban di momen yang paling menentukan.
Kita bahas tipis-tipis lah ya match semalem.
Buat anak-anak yang keterima kuliah lewat jalur SNBT, selamat ya.
Ada game namanya Football Manager yang bisa menemani kalian kalau lagi bosen atau jam kosong selama masa perkuliahan. Bisa dicoba ya!
INI MAHASISWA GAK ADA PERGERAKAN DEMO APA?????? itu prabowo bener2 udah keterlaluan bgt loh pidatonya yg soal "gaji guru naik 300%, eh maksudnya hakim" jujur gak lucu. dan cringe. jaman gue kuliah PUAN MATIIN MIC langsung bergerak loh.
cc:trhreaditanieifelyy
September 2011, Robert Lewandowski ngejalanin awal musim kedua di Dortmund.
Waktu itu dia masih striker muda culun yg nyoba adapt di Jerman. Dari 53 match, Lewy baru bisa bikin 13 gol.
Turning point-nya muncul pas Dortmund kalah 0-3 lawan Marseille di fase grup UCL. Kelar match, Jurgen Klopp ngajak Lewy diskusi intens 2 jam, ngebahas apa yg perlu di-improve ke depan biar perform lebih baik lagi.
Klopp ngomong pake bahasa Jerman. Di podcast High Performance, Lewy cerita kalo dia gak ngerti apa yg dibahas Klopp. Dia gak bisa bahasa Jerman. Ngang ngong aja.
Cuma, diskusi itu ternyata monumental bgt buat karier Lewy. Klopp kayak berhasil unlock sesuatu di dalam diri & hati dia. Lewy kangen bapaknya yg udah meninggal pas dia masih 16 tahun, dan gestur Klopp mirip bgt bapaknya.
Dari situ, dia ngerasa dipercaya. Abistu yg dia tau cuma gol, gol, dan gol. Jadi lah Lewy yg sekarang.
Life comes in full circle. Tahun 2019, Liverpool-nya Klopp bikin comeback gila di UCL lawan Barcelona. Corner taken quickly yg diselesain Origi.
Itu corner cukup buat bikin Barça trauma. Selama tiga musim, alias dari 2019/20 sampe 2021/22, Barça kayak klub plenger. Mereka cuma juara 1 trofi (Copa del Rey).
Barça ditinggal Messi, terus Laporta bikin perjudaian di tengah krisis ekonomi. Ngapain? Datengin Lewy yg umurnya udah 34 tahun seharga €45juta dari Bayern.
Lewy yg statusnya superstar di-plot jadi mentor & leader buat pemain muda Barça. Tapi yg terjadi malah dia yg awalnya kaget. Biasa satu locker room bareng sesama pria-pria matang yg udah berkeluarga di Bayern, eh skrg ketemu bocah-bocah yg setengah umurnya dia.
Lewy juga cerita ke High Performance podcast, satu hal yg bikin dia kaget adalah kultur kekeluargaannya. Dia cerita tiba-tiba dipeluk Gavi, padahal baru kenal. Langsung touchy & akrab 😹
Nyaris 4 tahun sejak pelukan pertama dari Gavi, dan skrg Lewy dah sukses jalanin misi jadi mentor & bantu Barça balik ke where they belong: top level football.
Tiga trofi LALIGA dari 4 musim. 119 gol dari 191 match. Pembelian yg mantap. Lewy is a legend, surely 🌟
Satu hal yang bikin hidup gua tenang, selalu tanamkan afirmasi positif ke diri sendiri sebelum tidur.
Percayalah, hari esok pasti lebih baik untuk dijalani.
Pernah liat di thread. Berita internasional, kunjungan presiden RI yg maraton, multi negara.
Ada org luar komen dlm english. Intinya krg lbh dia blg:
"Percuma gencar promosiin investasi di negerimu. itu bos gojek yg konsepnya revolusioner, buka jutaan lap kerja, idenya ditiru bnyk negara, malah masuk pengadilan krn tuduhan berbau kriminalisasi,
pdhl dia asli bangsamu sndri.
Mana ada investor mau percaya naruh duit di negerimu dg kondisi hukum yg tdk pasti. Mending ke SG, MY, atau vietnam"
cc:alrogritm
gue mau cerita tentang temen gue.
sebut aja dia R.
dulu gajinya 7 juta.
dan tiap kali kami ngobrol, dia selalu bilang satu kalimat yang sama:
"Val, nanti kalau gaji gw udah 15 juta, baru deh gw bisa nabung. Baru deh hidup gw beres."
gue dengerin. gue angguk-angguk. gue percaya.
tiga tahun kemudian, gajinya beneran naik.
bukan 15 juta.
17 juta.
gue seneng banget waktu dia kabar. gue pikir sekarang hidupnya udah oke. udah bisa nabung. udah beres kayak yang dia bilang dulu.
sampai kemarin dia chat gue.
"Val, lo bisa pinjemin 500 ribu nggak? Buat nutup tagihan."
gue bengong lama di depan layar HP gue.
kita ketemuan.
gue tanya pelan: "lah kok bisa?"
dia diem sebentar.
terus jawab satu kalimat yang sampai sekarang masih muter di kepala gue:
"Gaji gw naik. Tapi gaya hidup gw naik lebih kenceng."
gue kira dia bercanda.
dia buka notes HP-nya dan nunjukkin ke gue.
gaji: 17 juta.
pengeluaran:
kos: 4 juta. makan dan kopi: 3,2 juta. cicilan HP: 1,1 juta. paylater: 2,4 juta. transport: 1,8 juta. langganan aplikasi: 600 ribu. jajan random: 2 juta. transfer keluarga: 1,5 juta.
sisa?
kadang nol.
kadang minus.
gue tanya: "paylater 2,4 juta itu buat apa aja?"
dia diem bentar.
"ya... barang kecil-kecil doang."
kaos 89 ribu. sepatu diskon. skincare. makan promo. top up game. barang lucu dari live shopping. checkout karena takut stok habis.
satu-satu kelihatannya kecil.
tapi pas digabung, jadi satu monster yang nagih tiap bulan.
yang bikin gue serem bukan belanjanya.
tapi kalimat pembenarnya.
"lagi diskon."
"mumpung murah."
"cuma 30 ribu."
"gratis ongkir."
"bulan depan juga ketutup."
dan dia bilang satu hal yang nusuk banget:
"gw bahkan udah nggak bisa bedain lagi. Gw lagi hemat, atau lagi nyari alasan buat keluar duit."
terus dia ngomong sesuatu yang bikin gue diam lama banget:
"Gw nggak miskin karena nggak punya uang. Gw miskin karena uang gw udah punya tujuan sebelum masuk rekening."
tanggal 25 gajian.
tanggal 26 autodebet.
tanggal 27 bayar cicilan.
tanggal 28 bayar paylater.
tanggal 29 baru sadar:
yang kerja sebulan dia. yang menikmati duluan tagihan.
gue tanya: "jadi yang paling bikin nyesel apa?"
dia jawab:
"Gw pikir gw beli barang. Ternyata gw beli kewajiban."
HP baru = cicilan 12 bulan. barang diskon = tagihan bulan depan. makan enak tiap hari = saldo bocor pelan-pelan. kopi harian = lebih dari sejuta sebulan. paylater = gaji masa depan yang udah dipakai hari ini.
"Gw kerja buat bayar keputusan gw yang kemarin."
coba hitung kasar.
kopi 35 ribu x 22 hari kerja = 770 ribu. delivery food dengan selisih ongkir dan markup 25 ribu x 20 kali = 500 ribu. checkout random 75 ribu x 10 kali = 750 ribu. langganan aplikasi yang jarang dibuka = 300 ribu.
total: 2,3 juta.
itu bukan pengeluaran besar. itu bocor kecil yang pura-pura nggak kelihatan.
sekarang temen gue lagi coba bikin aturan sendiri.
kalau barangnya diskon tapi nggak ada di rencana, berarti tetap mahal. kalau beli karena capek, tunggu besok. kalau checkout cuma karena takut kehabisan, tutup aplikasi 10 menit dulu. kalau cicilan bikin gaji bulan depan terasa sempit, jangan ambil.
dan satu pertanyaan yang dia tempel di layar HP-nya sekarang sebelum checkout apapun:
"Gw butuh ini, atau gw cuma pengin ngerasa hidup gw naik kelas?"
dari cerita dia, gue jadi mikir.
mungkin masalah banyak orang bukan nggak bisa cari uang.
tapi nggak pernah diajarin cara mempertahankan uang.
dari kecil kita diajarin: belajar biar kerja, kerja biar punya uang, punya uang biar bisa beli ini itu.
tapi jarang diajarin: kalau uang udah masuk, jangan langsung dikasih jalan keluar semua.
ini bukan soal hidup pelit.
beli kopi boleh. checkout promo boleh. reward diri boleh.
tapi jangan sampai tiap reward kecil numpuk jadi hukuman besar di akhir bulan.
coba jujur ke diri sendiri:
pengeluaran kecil apa yang paling sering bikin saldo lo bocor?
kopi? makan online? paylater? top up? checkout live?
atau "cuma 50 ribu" yang kejadian 20 kali?
Pernah ketemu sama tulisan yg hangat banget:
"Kenapa kita butuh sholat 5 kali sehari?
Karena tak ada satu pun di dunia ini yang rela bertemu denganmu lima kali sehari, dalam keadaan senang, sedih, susah, patah hati atau kuat, kecuali Allah."
Such a beautiful reminder...🥹🤍