Jadi remaja di era sosial media peer pressurenya gede banget. Liat Instagram pada pake outfit mahal, liat Twitter umur segini udah harus begini, liat Youtube masih muda udah pada kaya raya.
1) “Flexing, pamer kekayaan, kaya instan dari online, Paris Fashion Week.”
Coba sejenak kita selidiki diri sendiri. Selama ini, bahkan sejak kecil kita ini sepertinya terlatih untuk memuja berlebihan - sampai menyembah - kesuksesan, pengakuan, kekuasaan, kemewahan.
Hidup minimalis di tengah masyarakat konsumeris itu susah ya. 'Ditanya' knp pakaian itu2 aja, knp gadget gak ganti, knp ngantor pake sepeda, dsb.
Kita terbiasa ngukur kebahagiaan dgn kepemilikan barang. Jd kl ada yg merasa cukup dgn sedikit brg dianggap gak bahagia.
Tapi belum punya rumah itu masih mending, dibanding apa coba?
Dibanding salah pilih rumah. Exit-nya susah, cutloss-nya gede.
Sementara kalau di-hold, capek dijalaninya waktu abis di jalan.
Years of your sweet sweet labor...
Saya udah lebih banyak makan asam garam
Pengalamanku udh seumur hidup bla bla bla~
Seorang anak yg sudah menjadi kepala keluarga berhak menentukan jalan hidupnya, mengambil keputusan, pun bila gagal tak apa... Bangkit lagi.
Memberi saran boleh,tpi memaksakan kehendak? Wtfak