Kita berhutang pada Affan Kurniawan, 135 korban tragedi Kanjuruhan, orang2 yang mengalami kekerasan dan kriminalisasi korp coklat
Hutang itu seharusnya bisa dibayar dengan merevolusi institusi Polri sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya
Tapi apa yg dilakukan negara?
Kegemaran menuding orang dibayar ini pasti lahir dari kebiasaan suka membayar orang untuk melakukan apa-apa yang dia kehendaki.
Dianggapnya semua orang bodoh, penakut, dan mental kere seperti pendukung-pendukungnya.
Kasih masukan berisiko masuk penjara. Lempar pertanyaan dibalas lempar molotov. Melaporkan yang tidak baik malah dilaporkan karena mencemarkan nama baik. Kritik keras berujung disiram air keras
.
Kepada siapa rakyat harus berlindung ketika negara tidak mampu melindungi?
INI BENAR SEKALI
ACEH belum selesai. Seminggu yg lalu tim Hanyengkuyun Sumatera-nya kami ke sana. Intinya aceh jauuuh dr selesai. Jangankan utk bekerja, utk kembali ke rumah saja mereka gk tau kapan. Hidup normal, bertetangga, bekerja, masih mimpi.
Sayangnya algoritm sosmed memilih hal lain drpd Aceh. Di bawah saya rangkum bbrp rekam kamera/kejadian dr teman² kemarin:
Interaksi dgn warga, mrk blm ada bantuan recovery untk rumah. Jd sampai skr masih byk bgt yg msh tinggal di pengungsian dg kondisi berdebu pekat, sanitasi tdk memadahi. Bahkan td ada kerbau di dalam rumah warga mati udah 2 bln blm bs di evakuasi. Sepanjang jalan tdk terlihat alat berat yg bantu untk bersihkan lumpur atau tumpukan puing dan batang pohon
Anak² masih minum air keruh. Yg bahkan sdh direbus. Air lho ini. Kebutuhan dasar 😞
Di Tamiang kota ada sorang ibu yg minta nomer tim kami minta di bantu alat² per warungan krn semuanya hanyut. Sbelumnya mereka jualan ayam geprek, lontong sayur dll. Bisa jd ini jenis bantuan yg belum trpikirkan sama sekali.
Aparat TNI bersenjata membubarkan konvoi bantuan kemanusiaan warga Aceh menuju Aceh Tamiang yang mengibarkan Bendera Aceh, Kamis (25/12/2025). Pembubaran pada malam hari dilaporkan disertai kekerasan hingga menyebabkan sejumlah relawan luka.
Konvoi tersebut membawa logistik korban banjir besar akibat Cyclone Senyar, yang disebut terparah dalam sejarah Aceh–Sumatera. Relawan mengibarkan Bendera Aceh sebagai simbol solidaritas dan protes atas lambannya penanganan, serta mendesak penetapan status Bencana Nasional.
The people of Aceh have the right to own and fly their own flag as a symbol of regional privilege and specificity, as guaranteed in the Helsinki MoU (point 1.1.5) and Article 246 of the Aceh Government Law (UUPA).
If the people of Aceh are still being detained, intimidated or dispersed just for flying the Crescent Star Flag, then what is the use of the Helsinki MoU and UUPA which have been signed and ratified?
Shouldn't the peace built over more than 20 years be realized with full respect for the agreement?"
To the international community, please monitor the situation in Aceh with repressive treatment by the Indonesian government and inform the whole world
@BBCWorld@CNN@AlJazeera@Reuters@AP@dwnews@guardian@grok@xAI
BAYANGKAN. Ketika Presiden Prabowo bilang mau memperluas sawit di Papua, ada ribuan monster seperti ini yang sudah, sedang dan bakal menghabisi hutan Papua.
Foto: 2.000 eskavator & buldozer pesanan Haji Isam (Jhonlin Group) utk garap 2-3 juta hektar food/energy estate di Papua.
🚨ALERT🚨
REP,RT,REPEAT AFTER ME‼️
To the international community, please monitor the situation in Aceh with repressive treatment by the Indonesian government and inform the whole world
@BBCWorld@CNN@AlJazeera@Reuters@AP@dwnews@guardian
Dari segala banyak opini yang berseliweran, kita sering lupa satu hal penting:
Laras adalah warga biasa seperti kita, yang marah ketika melihat polisi MEMBUNUH Affan.
Maka mendukung Laras adalah sikap keberpihakan yang penting bahwa negara GAK BOLEH BUNUH warga serampangan.
Polisi lebih cepat menetapkan Tersangka Direktur Lokataru dibanding menetapkan Tersangka pelindas/pembunuh dari Brimob yg membuat Affan Kurniawan meninggal.
Sinting.