23 orang diculik.
9 kembali.
1 ditemukan tewas dengan luka tembak.
13 tidak pernah kembali sampai hari ini.
Mereka bukan korban perang. Bukan korban bencana.
Mereka dihilangkan oleh negara sendiri , karena berani bicara.
Thread untuk 13 yang tidak boleh dilupakan , dan untuk mereka yang sudah melupakannya:
https://t.co/kOscMHIFiu
Nezar Patria. Mantan jurnalis Tempo. Ketua AJI. Aktivis kebebasan pers.
Dan satu hal yang paling penting: korban penculikan Tim Mawar Kopassus, 13 Maret 1998.
Diculik. Disiksa. Nyaris dieksekusi. Oleh unit di bawah komando Prabowo Subianto.
Dia sendiri yang menulis kisahnya: "Di Kuil Penyiksaan Orde Baru." , Majalah Tempo, 2008.
Lalu 2024: Prabowo , si penculiknya , mengangkatnya jadi Wamen Komdigi.
Dan Nezar menerima.
Hasilnya?
Kementerian yang dipercayakan kepadanya , yang harusnya menjaga ruang digital Indonesia , punya 11 pegawai tersangka yang melindungi 1.000 situs judi online dari pemblokiran. November 2024.
Sementara 13 rekan seperjuangan yang diculik bersama Prabowo sampai hari ini masih hilang.
Sosiolog UNJ menyebutnya terang-terangan: Prabowo merangkul korban 98 ke kabinet sebagai "politik akomodatif untuk menghapus citra pelanggar HAM."
Pertanyaannya bukan soal Nezar sebagai manusia ,dia sudah cukup menderita.
Pertanyaannya: ketika korban penculikan menjadi tameng legitimasi penculiknya, siapa yang diuntungkan , dan siapa yang dilupakan?
13 orang itu masih belum pulang.
Selamat beraktivitas orang-orang yang hidup di negeri yang kalo mengritik penguasa harus pake etika padahal justru penguasa dan jajarannya ymeremehkan etika dengan melestarikan rangkap jabatan, penempatan orang yang tak kompeten, ngomong sembarangan, pake buzzer, dll.
Sakit!