Terlepas dari Bellingham yang OP, FIFA ini juga kembali menunjukkan ketidakkonsistenan mereka dalam mengambil keputusan.
Saat bisa nilai pakai mata, dia milih nilai pakai mesin. Nanti giliran harus nilai pakai mesin, dia bakalan milih nilai cuma pakai mata.
Inspired by https://t.co/OjIvlQbDhO, but for football.
Draft a Premier League XI from random clubs and seasons. Build your team. Simulate the season.
Can you go 38-0?
https://t.co/znFjgOW4Wj
#football#soccer#fifa#premierleague
Mikel Arteta menanggapi unggahan Instagram Rayan Cherki setelah Arsenal kalah di final Liga Champions:
🗣️ “Dengar, saya sudah melihat unggahan yang berbunyi, ‘Tidak ada PGMOL yang membantu mereka memenangkan Liga Champions, haha.’
Sejujurnya, itu hanya ejekan murahan.
Ketika seseorang sedang emosional setelah sebuah final, saya mengerti orang bisa mengatakan berbagai hal.
Tapi mari bersikap serius — ini adalah Liga Champions, bukan Premier League. Tidak ada PGMOL di sini, tidak ada alasan, tidak ada narasi semacam itu.
Kami tidak kalah karena lelucon di media sosial. Kami kalah karena pada momen-momen penting kami tidak melakukan cukup banyak untuk memenangkan pertandingan.
Orang-orang boleh mencoba mengejek kami, membawa-bawa pembahasan Premier League ke dalamnya, dan memelintir cerita sesuka mereka...
Tetapi sepak bola ditentukan di atas lapangan, bukan di kolom komentar Instagram.
Arsenal akan menerima rasa sakit ini, belajar darinya, dan kembali lebih kuat.”