Just in case kalian gak tau, jadi dari tanggal 17-24 Juli ini setiap hari ada demo ges. Tapi, kalian pasti gak liat beritanya kan?
Jujur demo kali ini susah banget dapet beritanya, even orang yang post pun kayak gak ada. Entah emang algoritma kita yang salah atau dibungkam sama pemerintah biar demonya gak bisa diliat dan disebar luaskan di media sosial.
Ya situasi sama kondisi di negar ini udah jauh dari kata baik-baik aja. Jadi kalo ada video atau foto demo yang tiba-tiba lewat beranda tolong di repost gess, biar banyk yang liat.
SETIDAKNYA DENGAN INI !!!!📛🔄
Meskipun nggak bisa ikutan demo at least turut memeriahkan di dunia maya…
Lanjutkan dimanapun perjuangan kalian,
semangat terus buat teman teman yang terjun ke jalan✊🔥
kasihan banget adik2 yang mau pergi sekolah saja harus melewati benteng takeshi
sementara bangunan di tengah hutan dipakein kipas dengan harga 11 juta per unit.
sungguh miris🥲
Ga semua bisnis itu warung. Ada bisnis padat modal, ga ada barangnya. Contohnya telko, infrastruktur, gudang. Ada bisnis padat intangible asset, contohnya perusahaan teknologi. Kalau cuman ngerti warung, Anda akan gagal mengelola bisnis yang modelnya beda jauh dengan warung.
Ternyata pakai plat palsu dan nerobos lampu merah bisa beres dengan salaman kaya gini aja. Bahkan aparat polda jabar yg jadi pelakunya aja ga dibuka siapa. Padahal itu pejabat publik yg digaji dari uang rakyat.
Setya Novanto, kasus korupsi EKTP Triliunan.
Selnya mewah, sekarang udah bebas bisa pesta-pesta.
10 tahun lagi anak cucunya bakal jadi old money. Ada yang masuk politik, jadi komisaris, dan tetap tajir melintir 😂
Worth it banget korupsi d negara ini.
Office boy di kantor kami sempat dipecat karena dituduh bawa pulang nasi kotak sisa rapat.
Sore itu manajer ngirim potongan CCTV ke grup kantor. Terlihat Pak Nardi keluar bawa dua kantong besar, lalu langsung dituduh mencuri konsumsi perusahaan.
Kartu aksesnya langsung diminta hari itu juga.
Pak Nardi sempat jelasin kalau nasi kotak itu memang disuruh dibuang, tapi nggak ada yang dengerin.
Padahal di voice note grup panitia jelas ada instruksi, "Sisa konsumsi buang aja, jangan ditaruh di pantry nanti bau."
Setelah CCTV lengkap dicek, ternyata Pak Nardi sempat berhenti di lobi buat bagi-bagi nasi ke petugas kebersihan dan satpam. Cuma empat kotak terakhir yang dia bawa pulang karena sayang kalau dibuang.
Akhirnya rekaman lengkap dan voice note itu dikirim ke grup.
Direktur langsung manggil Pak Nardi lagi. Manajer bilang cuma salah paham dan menawarkan pekerjaannya kembali.
Pak Nardi nerima karena masih punya dua anak yang sekolah.
Tuduhan awal memang dihapus, tapi nggak pernah ada permintaan maaf atau penjelasan ke semua orang.
Baru setelah diminta, muncul pesan singkat kalau masalahnya sudah selesai secara internal.
Besok paginya Pak Nardi udah balik bikin kopi seperti biasa.
Sayangnya, di riwayat grup kantor, nama Pak Nardi masih tetap berdampingan sama kata "mencuri."
Istri Gus Dur, anaknya Alissa, eks pimpinan KPK, dan tokoh agama rahasiakan pertemuan sama Sultan Jogja.
Bahas satu RUU: Perampasan Aset.
Katanya, ini kunci selesainya semua masalah bangsa.
Pertemuan di Keraton Jogja, Kamis (23/7).
Yang hadir: Sinta Nuriyah (istri Gus Dur), Alissa Wahid, Pendeta Gomar Gultom, eks Menteri Agama Lukman Hakim, eks pimpinan KPK Erry Riyana dan Laode M Syarif.
Plus akademisi dan cendekiawan.
Mereka bilang Keraton Jogja punya andil besar dalam sejarah Indonesia.
Pernah jadi ibu kota saat genting.
Sultan HB X juga deklarator Deklarasi Ciganjur pas 98.
Tapi sekarang, mereka bahas masalah hukum yang dinilai makin parah.
Tokoh-tokoh ini mau dorong RUU Perampasan Aset dan perbaikan hukum.
Mereka bilang, kalau hukum jalan, kepercayaan orang ke negara bisa balik.
Sumber: cnnindonesia