Dipikir umur 27 thn waktunya nge crush? Yaa kayanya lbh tepat nanya suka sama org yg bagaimana bukan suka sama siapa?
Karena dengan memahami karakternya kita bakal bisa lbh nerima sosok orangnya. Takut kalo narget 1 org ya ternyata bkn dia.
Talking about Love and Relationship
Dari dulu aku SMP pertama kali suka cowo, aku selalu merawat dan mempupuk perasaan itu sembari menyelami banyak sisi dr orang itu. Meski cuma diem dan ga mungkin mengungkapkan pd waktu itu.. Kenapa aku milih gitu?
Selagi hidup bersama, salinglah menghargai dan mencintai. Sebelum dipisahkan takdir yang sdh tertulis. Karena perpisahan paling menyakitkan yg pernah ada yakni kematian, apalagi kematian pasangan yang tetep akan meninggalkan kenangan dan kepincangan hidup setelahnya.
Opini Pribadi
Akhir2 ini, aku sering bgt lihat post tentang ungkapan cewe independen itu gak butuh cowo dan cowo itu ga harus hidup dengan perempuan. Perempuan dan laki2 malah kaya adu kuat gitu. Kaya saling pamer kebisaan gitu.
Jadi, yang bener itu bukan cewe atau cowo saling ga butuh. Tapi jangan lah salah memilih orang yang nantinya harusnya melengkapi diri anda. Org yg salah atau gak cocok tidak akan jd pelengkap. Tapi orang yang cocok dan tepat untuk diri kita dialah pelengkap dalam hidup kita.
Jadi capek aja liat org adu kuat antara cowo ama cewe pdhl msg2 punya peranan yg sifatnya saling melengkapi. Cewe itu ya cewe, mau alpha Omega sigma apapun itu namanya tetep cewe. Kalo cowo ya tetep cowo yang emang maskulinitasnya punya ciri tersendiri yang mempengaruhi perannya
Sebagai anak yg pernah mengalami kehilangan seorang bapak, dr kehilangan itu aku melihat bahwa, seorang ayah tdk bisa sepenuhnya menjadi ibu dan seorang ibu tdk pernah menggantikan fungsi seorang ayah. Mungkin ada single mom, single dad, ada emang, tp sulit utk spt yg aslinya.
Padahal, secara sederhana kalau kalian liat ayah dan ibu kalian yg sdh berumah tangga belasan dan puluhan tahun. Hubungan mereka itu saling butuh saling melengkapi.
Di usia 26 thn udh kerja blm nikah. Kerjaannya banyak ibu2nya jujur menguras tenaga. I am an extrovert tapi jiwa ekstro lgsg ilang entah kmn kalo dihadapin ke ibu2. Komunitas sosialku kaya stuck ke bocil atau org2 yg seumuran atau emg se frekuensi.
Kalo dibales ya kan gak ngurusin kamu doang
Ya bisa tak balik
Lah emang sy hidup cuma buat murid saya? Nggak lah. Saya sadar Saya sibuk makanya Saya schedule dgn mateng, belajar pake sosmed dengan benar dan responsif.
Saking tepat waktunya saya bisa jajan dulu. Setelah jd guru dan semua serba on schedule dan pas ke kampus tiba2 ngaretnya gini auto shock. Dan ternyata ora sido. Mending ambis proposal di lab bio sambil ngobrol gemas sama anak2.