I actually rejected 2 job offers for this, bro you can’t be serious right now. 😭 I’m literally so deep in the mud and the future is looking so grim. I’m scared to even dream about anything else and I’m almost 24.
“Makan siang gratis, program sebagus ini masih dicacati.” Ya memang ini program cacat, dijalankan serampangan, terus ini PPN naik jadi 12% salah satunya buat membiayai program itu, menunjukkan apa? Menunjukkan kecacatan program ini.
“Program ini sudah dijalankan negara maju.” Mereka bisa ngejalanin program ini karena apa? Kebutuhan dasarnya diurus baik dan dijamin negara. Kita gimana? Boro-boro deh, masih banyak PR tapi pemerintah tak kunjung nyelesaiin hal-hal prioritas yang diinginkan warga negara. IKN proker prioritas? Iya, itu mah menurut pemerintah yang sarat akan kepentingan. Warga negara Indonesia ini pengin anggaran sebanyak itu buat menyejahterakan hidup guru, masalah pangan yang diurus baik, kondisi sosial–ekonomi yang stabil, [lanjutin sendiri]
Sadar ga sih kita masih bisa bertahan sejauh ini tu karena masyarakat kita yang memilih buat bertahan? Ini negara macam udah autopilot kurasa.
Kita semua tahu lah program makan siang gratis ini tak menyelesaikan masalah struktural. Pun kalau misalnya mau bicara solusi cepat atas masalah gizi, aku pun mau geleng-geleng kepala lagi, mau dapat apa menu makanan Rp10.000 per porsi? In this economy???
Kalau ngomongin “seperiode berjalan bersamaan.” Iya memang, pemerintah yang menjabat mah pasti ngejalanin kebijakan dan program yang macam-macam. Tapi yang lebih kutekankan adalah skala prioritas dalam menggunakan anggaran dan political will untuk menyelesaikan masalah yang lebih urgent, bukan buat program yang sebetulnya cuma buat nyelametin muka pejabat tertentu, bukan buat program yang sarat akan kepentingan dan rawan penyelewengan.