Yesterday I accompanied someone to pitch a software to a big enterprise. She pitched a product that has been in the industry for a while. Software. Publicly traded. $10bio market cap
The product, given the features and architecture, is something that could’ve been vibe coded in less than 24 hours. Their track record, sales relationship, compliance with Gartner, ISO, etc2 are the only defensible vs disruptions of AI builder + forward deployed engineer. They probably aren’t sharing the learning/enterprise data they got from their client cuz they can’t and too big to learn from each other
So tell me, why shouldnt these software product companies just go straight to 0 and pass on the value chain to AI hyperscaler, or try to pickup the slack and use AI themselves to improve their product. In both scenario: AI infra companies would get the benefit
SaaSpocalypse is real and should be real. There’s efficiency to be made by building something so tailored to your company instead of meeting the obsolete behemoth standards like SAP, Oracle, and Odoo. Not to mention, with Mythos-like model, these custom built software can have better quality (security, compliance, features, performance) from day 0
Long Micron
Long small, high talent density smart team
Short Adobe and Figma
WOW
A website is DOCUMENTING Israel’s crimes with GEOLOCATION, dates, categories of crimes, and footage of the incidents themselves.
One click and you can see EXACTLY what Israel did.
An enormous digital archive built for ACCOUNTABILITY.
Link: https://t.co/TWKgXJ41NC
Direct Link: https://t.co/qWkrhx1FT7
جندي اسرائيلي حاول ضرب واعتقال رجل فلسطيني أثناء صلاته بالناس ولكنه توقف عن ذلك فور مشاهدته لكاميرا تقوم بالتصوير
لذلك نقول ..فضحهم ونشر جرائمهم شيء مهم للغاية
Tolong kami 🚨🚨🚨
Tidak ada dalam amar putusan hakim kemarin yang menetapkan agar Ibam segera ditahan di dalam rumah tahanan negara.
Namun JPU Roy Riady pagi ini menyatakan akan segera eksekusi penahanan Ibam ke rutan.
Ini zalim sezalim-zalimnya. Tolong, kenapa begini negara ini. 😭
"Soy judío y estuve en Gaza como médico humanitario, lo que hacía antes Israel era un genocidio lento, ahora es total. Los israelíes son excelentes torturando, lo hacen a todas horas y han matado a médicos violándolos hasta la muerte".
Médicos humanitarios judíos denuncian el genocidio sionista en Gaza y las brutales torturas a las que someten a los médicos palestinos, como al doctor Adnan al-Bursh, jefe del departamento de ortopedia del Hospital Al Shifa, que fue violado hasta la muerte.
Sin embargo, esto no es ningún escándalo en Occidente... ningún crimen, por horrendo que sea, importa si quién lo hace es EEUU e "Israel2.
Netanyahu: "We were winning on seven battlefields - but completely exposed on the eighth front: social media. "
Translation: Our Genocide and war crimes are going great. Our PR is not. And Gen Z isn't buying what we're selling.
Smotrich: 'My son wants me to leave some Lebanon for him to destroy later. I told him don't worry, there will be enough for everyone.'
Generational evil
Israeli forces have intercepted around a dozen Gaza-bound aid boats from the Global Sumud Flotilla in international waters near the Greek island of Crete, more than 1,000km from Israel.
Organisers call it an illegal attack on civilians in international waters.
Ini Ririe istrinya Ibam. Makasih banyak atas dukungan yang terus mengalir untuk Ibam dari berbagai tempat.
Teruntuk yang belum paham perkara suami saya, atau yang tidak mengikuti sidang, saya mohon sebesar-besarnya untuk mempelajari kasus Ibam secara jujur agar tidak menzalimi keluarga saya dengan mengutip setengah-setengah informasi yang tidak sesuai dengan fakta persidangan.
Sebagai seorang istri yang terus mendampingi Ibam dalam setiap persidangan, izinkan saya membagikan empat fakta yang telah terungkap sepanjang sidang hingga tuntutan:
1. Pertama, terungkap di persidangan, Ibam diminta peserta rapat 17 April 2020 untuk menjelaskan masukan terkait kebutuhan laptop hanya untuk aplikasi asesmen/ujian.
Namun, kemudian masukan Ibam dikutip tidak utuh oleh pejabat, dan dinarasikan seakan-akan masukan itu adalah "arahan" untuk SELURUH pengadaan.
2. Kedua, setelah rapat 17 April 2020 di atas, Ibam sudah memberi masukan tertulis spek yang netral, yaitu Windows dan Chromebook sekaligus, di tanggal 22 April 2020.
Faktanya, terungkap dari kesaksian Tim Teknis, pada 27 April 2020 mereka ditunjukkan satu potongan dokumen masukan Ibam, namun oleh pejabat dipelintir bahwa masukan tersebut hanya Chromebook.
Kemudian Tim Teknis diarahkan pejabat tersebut untuk buat survey dan kajian Chromebook, SEBELUM buat kajian Windows.
Terus bagaimana dengan kesaksian pejabat yang bilang "kajian sebelumnya diabaikan, dikasih yang baru, dan spesifikasinya sudah ditentukan"?
Tak lain tak bukan adalah upaya cuci tangan yang tidak sesuai dengan fakta-fakta yang terungkap sepanjang sidang-sidang berikutnya.
Karena kemudian terungkap: pejabat itu sendiri yang ternyata menyuruh tim teknis untuk buat kajian Chromebook dulu, baru setelahnya buat kajian Windows.
Jadi sudah terungkap bahwa narasinya dibolak-balik, agar yang disalahkan atas agenda pejabat tersebut adalah Ibam.
Terungkap juga di fakta persidangan: pejabat tersebut mengubah spek masukan Ibam, membocorkan spek ke vendor, berkoordinasi dengan vendor untuk pilih merk pemenang, serta terima keuntungan dari vendor.
3. Ketiga, terkait narasi "Ibam buat kajian Chromebook", bahkan di dalam tuntutan akhir JPU sudah TIDAK ADA LAGI tuduhan Ibam sebagai yang buat kajian teknis Chromebook.
Hal ini karena sudah dipatahkan oleh fakta-fakta persidangan, seperti rekaman sidang di bawah.
Tim Teknis mengakui: Ibam tidak ikut pembuatan kajian Chromebook, 80% masukan Ibam ditolak dan tidak masuk kajian, bahkan bukti screenshot yang ditampilkan di sidang menunjukkan Ibam tidak tahu kapan kajian selesai dibuat.
4. Keempat, pegawai yang mengurusi pendanaan yayasan tempat Ibam jadi konsultan, sudah bersaksi di sidang, kalau gaji Ibam berasal dari CSR (donasi) dua perusahaan: Djarum Foundation dan Wardah.
Keduanya tidak ada hubungannya dengan pengadaan dan tidak punya konflik kepentingan. Mereka berdonasi sebagai perusahaan yang punya kepedulian atas pendidikan Indonesia.
Semuanya terang benderang, kalau saja lihat sidang secara keseluruhan, dan bukan sepotong-potong.
Sekarang sudah H-2 putusan. Insya Allah semua fakta tersebut sudah terbuka di depan majelis hakim. Saya tak hentinya berdoa semoga Allah membukakan mata hati para majelis hakim agar bisa memberikan putusan yang seadil-adilnya untuk Ibam.
Mohon juga dukungan dan doa teman-teman semua untuk yang terbaik bagi keluarga kami.