Inget ga sih jaman2 skenario ini (seinget gw ya):
- pejabat dateng ke Pasar Tanah Abang, bilang TikTok bikin sepi pasar, lalu TikTok diblokir.
- TikTok baru boleh masuk dg syarat tertentu, akhirnya beli saham Tokopedia.
- Tokopedia perlahan digeser, sama TiktokShop, lalu ada Lite.
- Layoff bertahan sampe jadi seperti sekarang, katanya sisa 35an orang.
Bener gini ga? @ecommurz
Media Jepang bilang timnas mereka bukti ekosistem yang lebih sehat.
Saudi Pro League habiskan £800 juta untuk membeli bintang eropa seperti Ronaldo, Firmino, Benzema, Mahrez.
Tapi hasil di level timnas? Zonk. Nggak ada peningkatan yang sepadan. Pemain muda Saudi justru kehilangan menit bermain gara-gara skuad penuh pemain asing.
China pernah coba cara yang sama 10 tahun lalu. Ujung-ujungnya? Spending kolap, klub kolap, warisan? Nggak ada yang tersisa.
Jepang? Kebalikannya. Lebih hemat, tapi lebih dari 50 pemain abroad ke Eropa dan timnas berhasil lolos ke fase knockout Piala Dunia.
Mereka invest dari bawah bangun ekosistem mulai level sekolah sampai professional.
Jadi lebih baik spending banyak untuk ningkatin liga domestik atau bangun ekosistem dari bawah?
di kantor baru ini jujur lebih susah small talk sama mbak mbak millenial daripada sm bapak bapak pabrik😭😭
why do ppl in here look so serious all the time