Kita sederhanakan saja,
Aku belajar menjadi seperti ayahmu, yang bertanggung jawab, berjuang dan menafkahi.
Kamu belajar menjadi seperti ibuku, selalu sabar, menerima kekurangan, dan menemani proses perjalananku.
Tepat dimalam yang panjang itu, aku benar benar mengambil keputusan terbesar, untuk berhenti memperjuangkanmu, mengharapkanmu, demi menjaga kewarasan perasaanku, berbahagialah dengan apa yang kamu cari, apa yang kamu inginkan, aku melepaskanmu dengan seikhlas-ikhlasnya.