SKANDAL BANK BNI DIDUGA MELIBATKAN ORANG DALAM
Isi tabungan seorang nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) Kantor Cabang (KC) Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah mendadak hilang.
Bayangkan wak tak tanggung-tanggung, isi saldo milik Hermawati (48 tahun), warga asal Kecamatan Toribulu tersebut hilang secara misterius sebesar Rp3,3 miliar.
Kasus tersebut bermula ketika rekening tabungan miliknya mengalami transaksi mencurigakan. Saldo yang semula mencapai Rp 4,566 miliar terkuras hingga tersisa sekitar Rp 700 juta.
Kuasa hukum Herawati, Natsir Said, mengungkapkan bahwa perpindahan dana secara ilegal tersebut terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Uang senilai Rp 3.362.791.588 keluar dari rekening kliennya secara bertahap pada 25 Mei 2026 pukul 21.30 WITA hingga 26 Mei 2026 pukul 07.00 WITA.
“Hanya dalam waktu sekitar sembilan jam, uang keluar dari rekening klien kami tiga miliar lebih. Klien kami tidak pernah melakukan transaksi apapun di waktu tersebut,” ujar Natsir, Selasa (9/6/2026).
Natsir merinci, pelaku menguras rekening korban menggunakan skema transfer berulang dengan nominal kecil, yakni berkisar Rp 7juta hingga Rp 10 juta. Tercatat, hampir 3.000 kali transaksi transfer terjadi hanya dalam kurun waktu sembilan jam. . . .
Rabu, 10 Juni 2026. Satu hari. Dua pernyataan dari gubernur yang sama.
Pertamax baru naik hampir Rp4.000 per liter.
Pramono Anung keluar dengan solusi:
"Dengan kenaikan BBM ini, peluang orang untuk naik transportasi umum juga makin besar."
Di hari yang sama, Pramono juga mengonfirmasi tarif Transjakarta dan Transjabodetabek akan segera disesuaikan ,dari Rp3.500 ke kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000.
Tiga sampai empat kali lipat.
Jadi jalan keluarnya dari BBM mahal adalah naik Transjakarta. Dan Transjakartanya sendiri sedang akan naik tiga kali lipat.
Pertamax naik → pindah ke Transjakarta. Transjakarta naik → pindah ke mana?
Ini bukan soal salah satu kebijakan.
Ini soal pola yang sudah berlangsung bertahun-tahun.
Rupiah melemah → biaya impor naik → BBM naik → biaya hidup naik → subsidi tertekan → tarif transportasi umum naik.
Setiap domino jatuh ke rakyat.
Tarif Rp3.500 itu bertahan lebih dari 20 tahun , bukan karena pemerintah lupa menaikkan, tapi karena itu satu-satunya hal yang masih bisa dijangkau jutaan orang yang tiap hari menggantungkan mobilitas hidupnya pada angkutan umum.
Alasan pemerintah menaikkannya sekarang: subsidinya terlalu besar.
Pertanyaannya bukan apakah subsidi perlu diefisiensikan.
Pertanyaannya adalah: di negara yang APBN-nya 3.800 triliun, yang program prioritasnya saja terbukti bocor di mana-mana, kenapa yang pertama dipangkas selalu yang dipakai rakyat , bukan yang dinikmati kekuasaan?
Maret 2026.
Mitra MBG bernama Hendrik Irawan viral joget-joget sambil pamer dapat Rp6 juta per hari.
Publik marah. BGN menegur. Dapurnya disuspend.
Tapi berhenti dulu. Mari ikuti angkanya.
BGN dalam siaran pers resminya mengkonfirmasi:
insentif Rp6 juta per hari memang hak setiap mitra SPPG.
Diatur dalam Keputusan Kepala BGN Nomor 401.1 Tahun 2025.
Berlaku untuk semua 27.735 dapur yang aktif.
Tetap cair meski sekolah libur, cuti bersama, atau dapur di-suspend sekalipun.
Hitung sendiri:
Rp6 juta × 27.735 dapur = Rp166 miliar per hari× 313 hari operasional = ~Rp52 triliun per tahun , hanya untuk insentif fasilitas, belum bahan makanan, belum operasional
Total anggaran MBG 2026: Rp268 triliun dari APBN , sekitar 7% dari total belanja negara. Tidak ada program makan sekolah di negara mana pun di dunia yang menyedot porsi APBN sebesar ini (rata-rata global: 0,1–0,5%).
Hasil programnya:
a. 37.270 anak keracunan sejak Januari 2025 (JPPI, Mei 2026), tersebar di 31 provinsi
b. Mayoritas SPPG belum bersertifikat laik higiene sanitasi
c. Program berjalan tanpa Perpres, tanpa audit independen yang bisa diakses publik
Masalahnya bukan Hendrik yang joget.
Hendrik satu dari 27.735 mitra yang menerima insentif yang sama dari sistem yang sama.
Yang patut dipertanyakan bukan orang yang joget di depan kamera.
Yang patut dipertanyakan adalah: siapa yang merancang sistem di mana Rp268 triliun uang pajak rakyat mengalir lewat puluhan ribu dapur swasta tanpa transparansi, tanpa Perpres, tanpa audit publik , sementara 37.270 anak sudah jadi korban keracunan dan program ini tetap jalan?
Madilog: ikuti logika angkanya. Bukan jogetnya.
Kasus MBG adalah kasus paling dahsyat selama ini karena :
1) anggaran terbesar di tangan satu orang/lembaga
2) pengendalian langsung oleh Presiden
3) pelaksana seakan bebas melakukan apa saja
4) pimpinan BGN arogan dan pembual
5) “penunjukan” langsung penyedia barang dan jasa terbesar dan terluas
6) dalam pelaksanaan mengabaikan Good Governance dan Good Corporate Governance
7) penghiantan terbesar dan ternekat oleh orang dekat Presiden
8) kongkalikong korupsi oleh orang dekat kekuasaan (eksekutif, legislatif, orang partai)
Media Inggris, BBC Sport, menyoroti standar ganda FIFA soal tuan rumah Piala Dunia.
"Indonesia, yang seharusnya menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023, dicopot hak tuan rumahnya setelah menyatakan bahwa Israel tidak akan diizinkan masuk.
Namun, ketika Amerika Serikat membuat keputusan serupa yang berdampak pada negara-negara peserta Piala Dunia, seperti Iran, FIFA menyatakan bahwa mereka tidak berdaya."
📝 @BBCSport
Semua harus dibuka.
Kita berterima kasih kepada pembuat film “pesta babi” karena dari film itulah kita tahun siapa saja oligarki yang mendapatkan tanah di Papua.
Yang penting dibuka juga adalah pejabat dan mantan pejabat yg memberikan tanah tersebut ke mereka.
Hebat dalam jualan tapi parah abis dalam pelayanan pasca penjualan. Itulah @BYDCompany Indonesia, Sudirman. Dan, PT @clipan_official serta perusahaan asuransi @Asuransimag_ sempurnakan kerusakannya. Saya beli mobil BYD Seal premium di Kantor penjualan Sudirman secara kredit via leasing Clipan Finance. Desember 2025. Mobil bermasalah (oleng joget). Pihak BYD, leasing, asuransi dan bengkel yg dipilih BYD saling lempar tanggungjawab. Dua bulan lbh mbl saya tak jelas nasibnya. Hingga ditangani bengkel mrk. Ternyata mrk salah analisa dan jogetnya makin parah. Saya kembalikan ke mereka lg. Sdh masuk bulan ke-4 tanpa kejelasan. Pada Maret,utk pertama kalinya Saya ambangkan cicilan meski tetap saya bayar. Namun per April, sy tak mau bayar. Pihak Clipan Finance spt org gila menelepon menagih. Mereka gunakan puluhan nomor. Kuabaikan. Hari ini, Jumat 10 April Clipan kirim surat peringatan pertama. Mrk tak peduli nasib mbl saya. Jika mau tarik mbl itu, skrg ada dihalaman kantor kalian atau dibengkel payah yg kalian pilih. Hari ini pula saya tlh kirim somasi kepada tiga pihak ini: @BYDCompany, @clipan_official@Asuransimag_. Segera bertanggungjawab. Saya meminta @OJKRI mulai bekerja serius menangani perusahaan payah spt ini. Itu tugas kalian. @kemenkeu@DPR_RI
Uda gila ya media nasional, masa gak ada yang memberitakan ini. Apa karna kejadian di sumatera 😭😭😭
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sekali lagi haya omong kosong.
Innalillahi wa Inna ilaihi rojiun.
Aktivis Ermanto Usman ditemukan tewas dengan bunuh di rumahanya.
Almarhum membongkar kasus korupsi di Pelabuhan Tanjung Priok di Channel YouTube Madilog dah Uncercood.
Kasus ini harus dibongkar
🔴Ketua Kopdes Merah Putih di Sleman speak up, ungkap resiko mengerikan, nih yang ngomong pelaku sendiri...
Analisa Risiko Nyata: Satu Koperasi di Satu Desa
Oleh: Bambang Sutrisno
Ketua KDMP Sidokarto, Sleman, DI Yogyakarta
Mari kita hitung sederhana. Dengan kepala dingin, tidak emosi, ini juga saya berpotensi dituding mengeluh atau sambat. Karena biasanya di grup kalau ada yg speak up langsung dituding cengeng, lemah, kakean sambat, keluh kesah bahkan ada yg usul ngeledek : "group diganti jadi group ketua koperasi sambat."
😊🤣
Saya adalah pengusaha UMKM (Usaha Mikir Keluarga Megap Megap). Kalau tulisan salah, saya mohon maaf, wong namanya rakyat ngeluarin uneg uneg, mungkin karena kurang literasi jadinya malah dipandang bodoh. Tapi gak papa, daripada dipendam ..🤭
Ini itung itungan saya wong cilik yg ditunjuk jadi ketua koperasi desa Sidokarto.
Pinjaman: Rp3 miliar.
2.5M untuk bangunan, alat prasarana dan kendaraan.
500 juta modal muter usaha.
Ini utang bosskuh bukan hibah, bunga 4% per tahun.
Jadi begitu kita ready duit modal diterima dan bangunan sudah dibikin, maka bulan depan kita sudah harus bayar angsuran 50 juta / bulan.
Atau
Cicilan: Rp600 juta per tahun
👉Untuk menghasilkan Rp50 juta laba bersih per bulan:
Jika margin bersih koperasi 5%,
maka harus menghasilkan:
Rp50 juta ÷ 5% =
Rp1 miliar omzet per bulan.
Artinya koperasi harus memutar omzet:
± Rp33 juta per hari, stabil.
Kalau margin hanya 3% (lebih realistis untuk retail sembako), maka:
Rp50 juta ÷ 3% =
Rp1,67 miliar omzet per bulan.
Apakah semua desa punya daya beli sebesar itu?
Belum tentu.!!!
Apakah pengurus koperasi punya pengalaman ngelola duit sebesar itu stabil beberapa tahun?
Coba cek, ketua koperasi yg berlatar belakang pengusaha dengan omzet di atas 1 M sebulan, ada gak?
KDMP bukan bisnis warung kelontong di desa yg omzetnya cuma beberapa desa.
Tapi harus 33 juta perhari. Biar bisa bayar angsuran 50 juta perbulan. Itu belum buat bayar pegawai, SHU dll.
Pegawai digaji, para patriot pengurus koperasi dapat SHU, yg dibayar dengan Yen, yen Ono sisa keuntungan setelah bayar angsuran dan biaya operasional.😊🤭
Skenario Gagal Bayar
1️⃣ Macet Ringan
Koperasi hanya mampu menghasilkan laba Rp35 juta per bulan.
Defisit Rp15 juta per bulan.
Setahun defisit Rp180 juta.
Kemungkinan akan terjadi restrukturisasi.
2️⃣ Macet Sedang
Koperasi hanya mampu bayar Rp25 juta per bulan.
Defisit Rp25 juta per bulan.
Setahun defisit Rp300 juta.
✓Cashflow tertekan.
✓Pengurus mulai disalahkan.
✓Kepercayaan mulai retak.
3️⃣ Gagal Total (Zonk)
Koperasi tidak menghasilkan laba sama sekali.
Lubang Rp600 juta per tahun.
Bunga tetap berjalan.
Status kredit bermasalah.
Sekarang hubungkan dengan kondisi desa yang ruang fiskalnya sudah sempit.
Jika desa harus ikut menopang atau terdampak skema pembiayaan, alias yang bayar utang dibebankan dana desa maka:
✓Pembangunan jalan bisa berhenti.
✓Saluran air tertunda.
✓Program pemberdayaan terpangkas.
✓Infrastruktur kecil desa terancam macet.
Dalam ekonomi publik, ini disebut crowding out:
anggaran pembangunan tersedot untuk menambal risiko usaha.
Lha? 😳😱
Kok bisaaa???
Kakek 80 tahun asal Surabaya, Wawan Syarwhani, tak pernah menyangka rumahnya akan “berubah wajah” karena dibongkar dan diubah menjadi dapur MBG secara sepihak.
Rumah tersebut berlokasi di Jalan Teluk Kumai Timur No. 83A, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya, Jawa Timur.
Rumah tersebut telah kosong sejak April 2025, namun pagar masih dalam kondisi terkunci. Usia senja membuat Wawan tidak mampu mengawasi rumah setiap hari sehingga membuat kekosongan itu berujung pada penguasaan sepihak.
Bangunan di atas lahan seluas 536 meter persegi itu kini telah berubah menjadi SPPG Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Wawan menjelaskan mulanya rumah itu merupakan rumah dinas yang kemudian dijual kepada penghuni sejak tahun 1992. Kemudian, Wawan diminta membeli rumah direktur PT Pelabuhan Indonesia (Persero) III yang kala itu meninggal dunia pada tahun 2004. “Jadi rumah itu pada dasarnya sudah SHM (Sertifikat Hak Milik) dan saya beli secara sah, ada Akta Jual Belinya (AJB), ada akta notarisnya juga secara resmi,” kata Wawan saat ditemui media, Kamis (22/1/2026).
Sc: _yusufmuhammad_, kompascom
@villifai gw kerja di media, dan yuppp. kita wartawan dilarang untuk nulis berita jelek yang berhubungan dengan pemerintahan Prabowo saat ini. kita bikin berita keracunan MBG aja ga dibolehin, langsung disuruh takedown sama atasan. jadi sebenernya pemerintah yang kayak anjing
...Pernah ada 1 ormas yg begitu luar biasa cepat hadir jika ada bencana.
Bahkan terlalu militan sampe bikin aparat gak nyaman karna dipaksa mengikuti ritme kerja intens ormas tsb.
Datang paling awal dan pulang paling akhir di setiap bencana.
Nama ormasnya:
FPI... (``,)
Mengingat kan kembali.
Bendahara Timses Jokowi 2014
sakti wahyu trenggono
Dari laporan yang dirilis tanggal 26 Maret 2024 tersebut tercatat bahwa Sakti Wahyu Trenggono memiliki harta kekayaan sebesar Rp2,6 Triliun
Sekarang pejabat
Menteri KKP.