@pokdes_101@supelpowel Tidak cuma itu, pernah ada musibah truk guling. Bukannya dibantu malah muatannya dijarahin. Liatnya sebel. Tidak semua tapi banyak terjadi
@cacakurage@fxmario Kalau di buku Snape itu bukan orang yang korban banget ya, Snape nya juga gasuka James dan Sirius. James itu pinter dan populer, nah Snape kaya iri, takut Lily suka terus selalu cari-cari juga. Jadi mereka emang musuhan.
@gengisK46756428@Zaber1533@NodeOfWeb3@Utd_Valeria Nope, in the prophecy it’s Harry or Neville. The one that choose his enemy is Voldie himself, but because snape didn’t hear the whole prophecy, Voldie think that child is Harry
warga liberal twitter :
❌jilbab & cadar> pengekangan atas wanita
❌istri bikin bekal suami > perbudakan wanita
❌larangan seks sebelum nikah > pengekangan
❌pernikahan > hasil patriarki
❌hamil, melahirkan, menyusui > wanita pabrik anak
❌suami menafkahi istri > cara kontrol atas wanita
but kalo ada yg ngingetin soal :
✅sex before married alias zina
✅buka jilbab
✅LGBTQ+
✅aborsi (tanpa indikasi medis)
✅mempertanyakan agama/Tuhan dengan maksud merendahkan/menghina
✅kumpul kebo
“semuanya pilihan pribadi! urus dosa masing masing! please jangan dakwah! jangan judge org lain! cuma Tuhan yg tau hambaNya! kalo agama bikin kamu jahat, mending gue masuk neraka daripada masuk surga sama org org kayak kamu!!!!!”
Perjalanan kali ini memang tidak berakhir dengan trofi. Namun, itu tidak mengurangi sedikit pun kebanggaan terhadap apa yang telah Lionel Messi lakukan. Di usia yang tak lagi muda, ia kembali memimpin Argentina hingga partai final, memberikan harapan, emosi, dan kenangan yang akan selalu hidup bagi jutaan orang yang mengikutinya sejak awal.
Suatu hari nanti, hasil pertandingan ini mungkin akan terlupakan. Tetapi cara Messi menginspirasi, berjuang, dan membuat begitu banyak orang jatuh cinta pada sepak bola akan tetap dikenang. Terima kasih untuk satu perjalanan luar biasa lagi, Leo. Lionel Andrés Messi, selamanya.
#FIFAWorldCup
Bukan buat fans netral. Serius.
Thread yg bagus ini justru menyampaikan gimana kebencian terhadap Argentina bisa terjadi. Baca aja, toh ga akan merubah apapun kok, gausah takut. Tulisannya sangat bagus, ga berat, but somehow bakal ngerti yg dimaksud di sini.
Ternyata perasaannya aneh ya
Sejak sepanjang pertandingan berjalan bahkan hingga sekarang telah usai, perasaannya belum hilang juga
Ternyata lebih besar rasa nggak ingin melihat salah satu dari mereka kalah, daripada rasa ingin melihat salah satu dari mereka menang
2022 was everything we asked for and some more. Messi exceeding expectations at 39 made us a little bit greedy. Thank you Argentina thank you Leo for everything. It’s been the most incredible sports journey that I’ve ever witnessed ❤️