Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
“EMANG GUE PIKIRIN” dan disambut tepuk tangan yang meriah
@ropirupi___ playing victim banget sumpah lu, katanya mau di apus tapi gak di apus apus, sengaja banget biar rame kan lo? jangan jelek jelekin sfs with your stupid narration pls, tolong kalo ngetweet di pikir dulu since all of us have brain to use
BJ Habibie Butuh 35 Menteri buat bikin rupiah dari 16.800 ke 6.550.
Sedangkan Prabowo butuh 48 Menteri, 5 Pejabat Sekelas Menteri, 56 Wakil Menteri untuk membuat rupiah dari 16.000 ke 17.400
Adik-adik, kakak-kakak semuanya. Kali ini gw mau bicara tentang sesuatu yang sudah menyiksa rakyat Indonesia selama bertahun-tahun. Bukan korupsi. Bukan inflasi. Tapi sesuatu yang lo rasain setiap kali mau mudik atau liburan dan buka aplikasi Traveloka, lalu langsung menutup aplikasinya lagi karena tidak sanggup melihat angkanya.
Yes. Tiket pesawat domestik Indonesia. Yang harganya bisa lebih mahal dari tiket ke luar negeri. Yang bikin relawan bencana harus muter lewat Malaysia dulu baru bisa ke Aceh. Yang udah dikeluhkan jutaan orang tapi tidak pernah beneran berubah.
Gw udah baca risetnya. Gw udah cek datanya. Dan sekarang gw mau cerita ke lo semua, pelan-pelan, dengan bahasa yang bisa dimengerti semua orang, kenapa ini terjadi dan siapa yang sebetulnya diuntungkan dari penderitaan kita bersama. 🧵
Prabowo ini bikin semua presiden pendahulunya jadinya terlihat bener kerjanya.
SBY itu nilainya 3/10, Jokowi 2/10 tapi Prabowo ini beneran 0/10. Nepotismenya gila. Temennya ditunjuk jadi Menhan yang ngurusin koperasi. Ajudannya dijadiiin Seskab. Adiknya dikasih jabatan multifungsi. Ponakannya dikasih Deputi BI.
Ekonomi lagi ambruk-ambruknya tapi presidennya macem gini. Hancur total.
Hari raya buat cowok: duduk di meja besar, makan, ngobrol, ketawa-ketawa
Hari raya buat cewek: masak dari pagi, siapin semuanya, makan belakangan di meja kecil, habis itu lanjut cuci piring dan beres-beres
Makanya di Korea ada istilah 명절 증후군 atau holiday syndrome, bukan karena cewek lemah tapi karena tiap hari raya mereka berasa jadi babu gratis di rumah. Capek fisik, capek mental, kurang tidur, sakit punggung, tapi tetap harus senyum.
Ternyata masalah global ya. Kalo di kita pas lebaran Idul Fitri sih kerasa banget, apalagi mohon maaf yang keadaan ekonomi kurang mampu, pasti bagian masak, beres beres. Sedih banget 😭🙏🏻
Orang dewasa punya standar tinggi kalau ketemu anak kecil.
Di mata orang dewasa, anak harus ceria, harus mau respon segala pertanyaan, harus mau salim, harus mengikuti norma sosial dengan perfect.
Anak kecil teriak dikit
"Gak diajarin ortunya ya?"
Anak kecil nangis
"Kok cengeng sih?"
Anak kecil slow to warm up
"Masih kecil udah introvert ya"
Anak kecil ikut ortu nongkrong, bosen, butuh input stimulus lain
"Rewel ya ternyata"
Kata gw mah elu yg rewel. Udah dewasa tapi judgemental banget ke anak-anak. Anak kecil tuh sedang belajar memahami dirinya sekaligus memahami dunia yang semua isinya tuh besar-besar. It gets too overwhelmed sometimes. It's a part of the growth process. Mari kita jadi orang dewasa yg wajar gitu lho.
Some men get married because they’re tired of cooking and tired of begging for sex. To them, marriage isn’t about love. it’s about having someone to do the housework and someone they can sleep with anytime. And some women get married because they’re tired of hustling alone and want someone to take care of the bills. It’s not always about love for them either, sometimes it’s just financial security. That’s why you’ll see someone come online and boldly say they don’t even see their wife as part of the family. Or that they married a man with a timeline to divorce him.
BREAKING: Indonesians are now under control by people who don't give a fuck about justice, equality, and equity, in a way to validate RKUHAP even though Indonesians (people who are not stupid) match the counter draft then they still lose, but they will never be stopped