Temenku, Hendra. Montir AC. 8 tahun.
Servis rumah, servis kantor, servis ruko.
Dia bukan teknisi abal-abal. Sertifikasi resmi. Punya tiga karyawan.
Kami nongkrong di teras rumahnya dua Minggu lalu. Aku nyebut AC rumahku lagi gak dingin.
Dia taruh gelasnya. natap aku. Tanya:
"Kapan terakhir lo bersihin filternya?"
Harga BBM Indonesia walaupun naik, masih SANGAT MURAH dibandingkan negara-negara ini.
Australia : Rp21.000
Kanada : Rp22.000
Jepang : Rp20.000
Singapura : Rp36.000
Jerman : Rp33.000
Belanda : Rp35.000
Italia : Rp32.000
Spanyol : Rp30.000
Indonesia : Rp14.000
Harga BBM di Indonesia masih relatif terjangkau. Ini berkat sinergi & komitmen pemerintah dalam memastikan BBM yang murah, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat
Begitulah kata buzerp.....
Tapi yang tidak di ungkap adalah gaji rakyat disana, nih awak luruskan biar gak makin prabodoh
Gaji rata-rata penduduk
1. Australia : Rp45 juta/bulan
2.143 liter/bulan
2. Kanada : Rp40 juta/bulan
1.818 liter/bulan
3. Jepang : Rp32 juta/bulan
1.600 liter/bulan
4. Singapura : Rp75 juta/bulan
2.083 liter/bulan
5. Jerman : Rp55 juta/bulan
1.666 liter/bulan
6. Belanda : Rp60 juta/bulan
1.714 liter/bulan
7. Italia : Rp35 juta/bulan
1.093 liter/bulan
8. Spanyol : Rp30 juta/bulan
1.000 liter/bulan
9. Indonesia : Rp3,1 juta/bulan
221 liter/bulan
10. Gaji honor nakes dan guru: 250k/bulan
17,8 liter /bulan
Temen gw kerja di PLN.
Dia bilang ada satu pertanyaan yang tiap hari bikin dia dimaki, dan dia capek ngejelasinnya.
Pertanyaannya: "kok beli token 100 ribu, dapet listriknya kurang? Sisanya ke mana?"
Dia cerita ke gw sambil geleng-geleng. "Yang motong duit itu bukan PLN. Tapi yang dimaki tetep kita."
Gw ngerutin dahi. Kalo bukan PLN, terus siapa yang ngambil?
Malem itu gw cek struk token gw sendiri. Ada satu baris kecil yang selama ini gak pernah gw baca.
Pelajar SMK mengirim surat kepada Presiden, ia menolak menerima MBG dan meminta jatah makan MBG miliknya diberikan untuk kesejahteraan guru. Para pelajar kita, ada yang pikirannya tajam dan halus perasaannya. Rafif Arsya, anda membuat sejarah.
🔥🔥🔥🔥🔥
ada tips utk kalian yang pny kesulitan menjelaskan sesuatu.
coba pakai analogi/ perumpamaan, sebab—akibat.
scr alami,
otak manusia lebih mudah paham aturan/hukum sebab akibat. sbg contoh, kita mau jelaskan ke teman... ttg Investasi.
pakai sebab akibat,
Jika X,
Maka Y.
awali dg intro yang sederhana, misal... Jika kita makan, maka kita keyang. sesuatu yang pasti terjadi.
nah investasi juga sama, jika investasi reksadana Rp.100.000, Maka dalam setahun bakal jadi Rp.105.000. sesuatu yang pasti.
Rp.5000 per tahun
Rp.400 per bulan
dalam sebulan, kita ga ngapa2in tapi dapat duit Rp.400. dia mgkin ga terkesan dg angka profitnya. tapi nalarnya bakal ngerekam.
dst...
pun sama kalau mau jelaskan tentang pentingnya kuliah S1. ke ponakan atau saudara jauh. yang lebih milih MBG ketimbang 1 keluarga 1 sarjana.
Cari contoh pekerjaan yang syaratnya S1.
intronya...
ehh lihat itu pak joko, bisa kerja di perhutani. gajinya besar lho itu.
skrg hidupnya enak.
dulu dia itu, kuliah di teknolohi kayu @UGMYogyakarta makanya bisa kerja di perhutani.
lanjutkan dengan basa basi..
kalau kamu pengen kerja jadi kantor apa?
misal dia jawab, pengen kerja dipabrik tekstil. langsung puji jawabannya.
...wih bagus itu, pabrik tekstil itu gajinya jg gede, kerja nya enak.
kalau mau masuk kesana, bisa mulai dr staff pelaksana atau bisa juga kuliah prodi teknik industri.
Jika jadi staff pelaksana
maka begini (cara masuk dan tingkat persaingan, lalu gaji awal)
jika jadi staff ahli
maka begitu (cara masuk, gaji awal, syarat pendidikan S1)
scr umum,
dia bakal menerima informasi itu.
Mobil putih parkir kurang kepinggir jadinya mengganggu lalu lintas bagi kendaraan lain
Untunglah ada pengendara mobil hitam yang baik hati, membantu memarkirkan dengan baik dan bener.
Trimakasih rangbaek...
Istri lihat suami bareng cewek → langsung loncat dari ojol & hajar 😭
Padahal si cewek cuma bantu jawab alamat
Datang pria lain: “Itu istri saya!”
Ditanya suaminya mana → dia nunjuk suaminya sendiri
Si suami: “Lah cuma nanya alamat…”
Ia pun juga dihajar istrinya yg sdh malu
Untuk adik-adikku Gen Z yang luar biasa.
Kalau dulu, umur 30 ayah ibumu udah bisa bangun rumah. Sekarang kamu umur 30 masih ngekos atau ngontrak.
Ingat ini Usahanya sama, tapi memang ekonominya yang beda.
Dulu ibumu bisa besarin tiga anak tanpa kuliah. Kamu sekarang udah sarjana, kerja sambilan sana-sini, tetap ngos-ngosan buat bertahan hidup.
Dulu ibu belanja untuk kebutuhan seminggu cukup gaji bapak sehari. Sekarang kamu kerja dua tempat, keranjang belanja masih setengah isi.
Ini bukan karena kamu males atau kurang kerja keras. Permainannya memang udah berubah.
Jangan bandingin dirimu sama orang tua dulu. Mereka main di level berbeda. Kamu main di level expert, lawan hidupmu itu sungguh dahsyat, inflasi, ekonomi digital, dan dunia yang nggak pernah tidur.
Kamu tidak gagal. Garis start-nya yang memang geser, aturannya yang berubah. Kamu masih bertahan di dalam permainan.
Jadi stop rasa bersalah, stop ngerasa malu. Kamu nggak terlambat. Kamu lagi bangun sesuatu di tekanan yang generasi sebelum kamu dulu nggak pernah hadapi.
Terus jalan.
Kamu nggak rusak.
Kamu cuma lagi membangun
di dunia yang beda.
Harga naik, isi cuma setengah kaleng, ukuran wafer makin tipis. Berat bersih ditulis segede kutu. Cuma 240gr.
Bayar angin doang, beli sampah kaleng yang numpuk di TPA sama bayar logistik bawa kaleng ½ kosong.
Buat semua orang, plis jangan pernah lagi beli produk kayak gini.
saran dariku pribadi buat yg nanti lebaran dan mudik, mulai biasakan hindari pertanyaan2 terkait privasi ke sodara2 mu
Ya mungkin niatmu basa basi, tapi di era skrng bisa ngebuat orang jadi insecure.
Contoh Pertanyaan:
"kapan punya momongan" itu bisa jadi panjang efeknya.
Apakah kamu Tidak Berfikir... Siapakah yg menciptakan ini...? Siapakah yg menggerakkan dan membuat system yg sangat rumit ini, padahal itu semua ada dalam dirimu, dan dirimu sendiri Tidak berkuasa dlm mengendalikan organ organ tubuhmu, berarti milik siapa organ organ tubuhmu itu?
Setelah seharian kerja, badan udah capek, tapi lo masih milih buat nonton, main game, atau sekadar scroll media sosial sampai larut.
Wajar banget, karena ini bukan sekadar kebiasaan, tapi kebutuhan alami. Tubuh lo cari keseimbangan antara kerja, istirahat, dan kesenangan.
Masalahnya, apakah kebiasaan ini baik atau malah bikin lo makin capek? Jawabannya nggak hitam putih.