Waktu Arg vs Cabo masuk ke extra time tadi, gua bilang ke Sagara kalau ini game super keren. Cabo ngotot dan stabil banget passing-passingnya. Tapi gua suruh Sagara perhatikan Arg yg tetap tenang, siap dengan kondisi seperti ini. Dan akhirnya mereka dapatkan gol kemenangan itu.
Pernah les Bahasa Perancis di LBI FIB demi menghadapi hari ini, tapi sayangnya gak sampe tamat. Gak dipake sehari-hari, cuma mentok jadi bisa ngetwitt gini doang. wakk
Persimpangan antara Liverpool dan Juventus. Teringat waktu SD rajin mengumpulkan artikel kedua klub ini. Sama-sama suka, hapal semua pemain masa itu. Berakhir di Juve karena disematkan nama alias di tempat main bola belakang rumah. Inzaghi.
Ketika Amien Rais membentuk Koalisi Poros Tengah, Megawati ditinggal sendiri.
Amien Rais (PAN) menggalang partai-partai Islam yaitu Hamzah Haz (PPP), Yusril Ihza Mahendra (PBB), Nur Mahmudi Ismail (Partai Keadilan) & Gus Dur (PKB).
Ada pun jumlah kursi kelima partai Poros Tengah itu jika total adalah 163 kursi.
Asumsinya Partai Golkar (120 kursi) & Fraksi ABRI (38 kursi) yang totalnya 158 kursi sudah pasti tidak akan memilih Mega karena dianggap "lawan" semasa Orde Baru.
Artinya siapa pun kandidat yang diusung Poros Tengah dengan asumsi dua calon maka mereka akan memang.
Poros Tengah lewat Amien Rais mencalonkan Gus Dur. Mereka membangun konsensus dengan Golkar & Fraksi ABRI yang pasti tidak akan memilih Mega.
Sementara Mega bersama PDI-P berusaha mengkonsolidasikan potensi suara diluar Koalisi Poros Tengah, Fraksi Golkar & Fraksi ABRI.
20 Oktober 1999, hasilnya Gus Dur menang 373 suara & Mega meraih 313 suara.
Kekalahan Mega di Pilpres 1999 tentu menghadirkan gejolak diluar Forum MPR. Pasalnya PDI-P adalah partai pemenang Pemilu.
Lagi pula, jika tidak ada Mega belum tentu Reformasi terjadi. Peristiwa Kudatuli 1996 adalah trigger Reformasi. Saat kantor PDI diserang. Tidak ada tokoh yang lebih besar dari Mega saat itu.
Juga selama periode 1996-1998, Mega berjuang bersama rakyat & pendukungnya melawan kezaliman rezim.
Tapi Mega iklas atas kekalahan itu. la menenangkan pendukungnya agar tidak membuat kerusuhan.
Mega tidak memaksakan agar dirinya menjadi Presiden RI.
Mega mengatakan Reformasi adalah tujuan bersama bukan individu agar dirinya jadi Presiden RI.
Keesokan harinya, 21 Oktober 1999, Mega terpilih menjadi Wapres RI.
Namun, Mega menjaga jarak dengan Poros Tengah.
Terbukti dua tahun pemerintahan berjalan Koalisi Poros Tengah saling konflik.
Gus Dur vs Hamzah Haz.
Gus Dur vs Amien Rais.
Gus Dur vs Golkar.
Gus Dur vs Fraksi ABRI.
Mega tentu tidak mau pusing dengan konflik diinternal Gus Dur vs Poros Tengah yang akhirnya menjatuhkannya lewat Sidang Umum MPR 2001.
Pertanyaannya, mengapa Mega yang disalahkan atas pelengseran Gus Dur oleh Poros Tengah?
Bukannya itu konflik Gus Dur dengan Koalisi Poros Tengah bukan dengan Mega?
IG Anwarsaragih.
Wartawan, kalau jawaban pejabat ngasal kayak si Teddy, mohon lebih berani, cecar. Kalian salah satu harapan kami di garda terdepan. Doaku bersama kalian ๐
Sepertinya, pertanyaan yang tidak boleh berhenti ditanyakan kepada diri sendiri adalah "Apa sih makna/tujuan kita hidup dengan segala kondisi yang diberikan ke kita?". Menariknya, berbeda waktu jawabannya akan selalu berbeda. Setidaknya buat saya.
@NOTASLIMBOY Kan kalau komika harus serius, memberi solusi, bermartabat, menjaga lisan, tidak provokatif, didasari sains dan ilmu kebijakan publik.. gitu om Sam.
Kalau pejabat mah kerjaannya ngelawak.