Kalau kita kumpulkan seluruh politikus Malaysia, dari Bangnon, AyohChik, Jibby, Anthony Gobloke, Midin, Mat Sibau, Menteri Borneo Suka Mabuk2, kita letakkan atas neraca unit kebodohan.
Kemudian letak Prabodoh kat sisi neraca lagi satu. Ternyata timbangan itu masih senget ke dia.
Are you ready ????
Apakah semua daerah dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote siap dan kompak ???
Apakah Rakyat dan mahasiswa pemegang kedaulatan negeri siap kompak bergerak ???
Kesempatan tidak datang ke 2x
Diam atau Bergerak Melawan.
#revolusi
???????????? Dulu dari jaman SMA abis minum air mineral botol plastik pasti aku kremes dulu baru buang. Dan semua bilang ngapainnn????? Trus baru sekarang ada inovasi ini?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????
Buat Klean dan jajaran yang dipilih sebagai pelayan setiap 5 tahun
Hentikan logika Klean untuk menyalahkan Rakyat
.
.
.
Orasi Menggetarkan dari Mahasiswa
๐Realitanya, semua harus tau...
Sejujurnya gue gak tau ini tulisan akan mengarah ke mana, hanya pikiran random jam 2 pagi setelah melihat demo seharian tadi. If you have time silakan baca or feel free to skip.
Gue tumbuh besar di lingkungan yang sekitarnya penuh dengan kemiskinan. Gue sendiri berasal dari keluar yang biasa-biasa saja, mungkin hanya sedikit lebih beruntung dari yang lain.
Orang-orang hidup dengan serba kekurangan. Boro-boro punya tabungan atau rencana masa depan, besok pun belum tau gimana caranya dapetin makan. Segala macam cara dilakukan untuk bisa dapat uang tambahan.
Dulu kalo pagi suka ada tetangga nenek-nenek, namanya Romlah, sering datang ke rumah bawa jualan kayak jajanan kue atau gorengan, kalo siang ke sore dia lanjut pergi ke sawah. Beliau rajin banget, tapi anak-anaknya pun tetap harus putus sekolah.
Ada juga ibu-ibu tetangga yang buka jasa cuci baju, namanya Bu Sop. Orang di kampung gak punya mesin cuci jadi nyucinya masih dikucek sendiri manual. Beliau meninggal dunia karena penyakit kronis dan tidak punya biaya untuk rutin berobat.
Pengangguran ada banyak, yang putus sekolah banyak, yang sampai ke perguruan tinggi cuma sedikit sekali. Semuanya terhambat masalah ekonomi. Semuanya terjebak dalam kemiskinan struktural.
Yang hidupnya nyaman dan berkecukupan bisa dihitung jari. Gue termasuk yang berkecukupan, tapi tetap ga bisa seenak jidat minta macem-macem ke orang tua. Kalo pengen sesuatu biasanya harus nabung uang jajan sekolah dan beli sendiri.
Gue udah gak tinggal di lingkungan tersebut, tapi sampe sekarang gue selalu ingat betapa susahnya kehidupan orang-orang di sekitar gue dulu.
Sekeras apapun mereka berusaha dan bekerja mereka gak akan bisa keluar dari kemiskinan tersebut. Entah karena keterbatasan ilmu, kemampuan, atau akses ke informasi dan kesempatan.
Mereka gak punya kemampuan untuk mengubah nasib atau memperbaiki kehidupan. Mereka gak tau musti ngapain. Mereka cuma bisa pasrah. Mereka gak peduli siapa yang jadi pemimpin karena buat mereka, siapapun pemimpinnya toh hidup mereka ya begitu-begitu aja.
Di setiap masa pemilu, siapa yang bisa ngasih imbalan itulah yang akan dipilih. Mereka gak punya pilihan lain selain menerima.
Mereka adalah golongan yang rentan dimanipulasi dan dimanfaatkan.
Memang zaman sekarang orang sudah punya smartphone bahkan di daerah. Tapi teknologi tersebut tidak seimbang dengan kemampuan memilah informasi dan berpikir kritis. Belum lagi banyaknya media yang dikontrol, disensor, dan buzzer di mana-mana.
Kita, yang punya akses ke pendidikan yang lebih baik, yang mampu berpikir kritis, yang mengerti apa yang sedang terjadi di atas sana, yang bisa melihat kebohongan dan tipu muslihat, adalah wakil mereka.
Suara kita adalah suara mereka.
Perjalanan mungkin masih panjang, kita mungkin masih butuh banyak belajar, tapi gapapa pelan-pelan aja. Gue tau sangat mudah untuk merasa frustrasi dan putus asa di situasi seperti ini, tapi kita gak bisa buang harapan.
Bareng-bareng yok.
----------
Even if I have to die, I will use the only voice I have to make some noise.
Hajar aja bang @feriamsari ๐ช๐ป
Gosah kasih jeda!
Yg berubah bukan Prabowo
Yg berubah adl kelen yg jd ngiler kekuasan & kedudukan & jabatan..
Udh ga ketahan napsu berkuasa ๐
Generasi muda saat ini tidak memiliki keterikatan dg perdebatan politik yg terjadi pada era reformasi. Feri menegaskan mahasiswa menilai pemerintah berdasarkan kondisi yg mereka hadapi saat ini.
Bukan krn melihat siapa kelen yg dl dibilang pejuang reformasi tp skrg bergabung dg rezim ๐
Yg dibutuhkan pemerintah bukan membangun pembenaran atas kebijakan yg dinilai keliru, melainkan memastikan program yg dijalankan benar2 tepat sasaran.
Ga malu apa @Fahrihamzah kena kanan kiri gini? ๐
https://t.co/QtQtHMGlBj
Gila! Tulisan Om Bea Wiharta! Gila! ๐คฏ
Buat yang gatau Om Bea;
Beawiharta (sering disapa Om Bea) adalah seorang visual storyteller dan mantan pewarta foto senior Reuters yang telah berkarya selama lebih dari 20 tahun di Asia Tenggara. Dikenal dengan karya dokumenter humanisnya, ia kini bekerja independen dan aktif meluncurkan buku foto, seperti memoar Unbreakable.
Merinding! Kalian boleh coba 'mengunjungi' link atau main ke IG Mas Bea, lalu membaca sambil kalian amati slide per slide photonya! ๐คฏ
Situasi per detik ini di Bundaran HI ya. Saya lagi jalan menuju adik2 mahasiswa yang di"bendung" agar tidak mendekati Bundaran HI. Ikuti laporan tim kami di akun IG @IDNTimes
Azril, Khariq, Yogi, Azhar hanya sedikit dari ribuan orang muda yang ditangkap paksa dan jadi korban kekerasan oleh aparat. Tapi di saat bersamaan bukannya reformasi TNI-Polisi yang warga dapatkan, justru mereka malah diberi hadiah berupa jabatan di pos-pos sipil ๐
Jika dibandingkan waktu demo tahun lalu. Kita semua bisa cek CCTV, sampe ada ojol dilindes kendaraan taktikal pun langsung keliatan dari CCTV. Semua media berlomba2 menayangkan Breaking News Live.
Tahun sekarang? Cuma Kompas TV yang berani menayangkan aksi demo. Sedangkan media lain bungkam, udah dibeli oleh rezim. CCTV pun dimatiin.
Para pendemo dihalangi dan gak sampe ke titik orasi. Rakyat dibungkam bahkan sebelum sempat bicara. Ini bener2 ngeri sih.
Gimana? Udah berasa hawa orbanya?
5 tuntutan bem ui:
1. Menghentikan pemborosan APBN
2. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
3. Menghentikan Program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
4. Menghentikan militerisme di ranah sipil.
5. Mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak.
Post, tonton, komen, like, share, banjirin media sosial dari akun lo sendiri
jangan biarkan yang di jalan sendirian
lo bisa bantu perjuangkan
dari jari dan hp di tangan
TOOL BERGUNA BUAT AKSI
ini gue buatin tool untuk blur muka orang
bisa dipake untuk seksi dokumentasi yg turun ke jalan biar temen kalian ga 'ditandain'
penting saat keadaan makin memburuk
๐ https://t.co/8XgVea8p3J
*bantu sebarin ya temen-temen, izin tag @BudiBukanIntel@SeekHustle@Jakartalk
Ratusan demonstran mulai memadati jalan Jendral Sudirman, Jakarta untuk menunjukan rasa kekecewaan terhadap sejumlah keputusan yang diambil oleh pemerintah.
#MenujuIndonesiaBangkrut#Demo | BEM UI | Gedung DPR | #Disway