Turun kapal budegggggg jam 2 pagi masih dangdutan horegggg, mau upgrade ke non-ekonomi penuh. Tolong lah ini jam 2 pagi loh mau istirahat kapal munic 3 plisss tolooonggggggggg @asdp191
Kampung bandan via pse jadwal dari jatinegara jam 9.53 tapi jam 9.55 baru berangkat bekasi ada gila gilanya sih kalo kata gue, tau gitu gue muter lewat MRI gajelas banget punya jadwal @CommuterLine
Tonton kepanikan pejabat saat upaya mengkambinghitamkan Ibam runtuh di sidang ๐๐ผ
Masukan netral Ibam, dipelintir pejabat jadi Chromebook, sambil bilang itu arahan Ibam.
Pejabat tersebut akui terima aliran dana, dan membocorkan spek Chromebook ke vendor pemenang.
Tapi dia bebas, tidak jadi tersangka sama sekali, sedangkan Ibam dituntut 15 tahun penjara, denda Rp16,9 miliar, dan tambahan 7,5 tahun penjara jika tidak bisa bayar.
Dan kami sudah pasti tidak bisa bayar, Rp16,9 miliar itu dari salah paham surat saham, dan hanya "patut diduga" tanpa adanya bukti aliran dana sama sekali.
Tapi kebenaran sudah terungkap lewat fakta-fakta di persidangan.
Dari semua kebenaran yang terungkap, perkara Chromebook untuk kasus Ibam ini sebenarnya sederhana.
Ibam sebagai konsultan, sudah netral, profesional, tanpa kewenangan, tanpa kuasa, namun dikambinghitamkan pejabat-pejabat yang terlibat dalam pengadaan.
Kita tentu berharap proses hukum berjalan secara adil, jernih, dan berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan.
Namun tuntutan 22,5 tahun yang tidak masuk akal dan penuh ketidakadilan seperti menampar harapan kami tersebut. Kekuatiran kami terhadap adanya kriminalisasi terstruktur semakin dalam.
Kini harapan kami tertumpu pada teman-teman sekalian yang membaca pesan kami.
Tolong, suarakan ketidakadilan ini.
Kepada Presiden Prabowo, kepada Komisi III DPR, kepada siapapun yang kita tahu punya kepedulian dan kemampuan menyediakan perlindungan hukum dari kriminalisasi.
Sembilan hari menuju putusan. Kita masih bisa jadikan perkara ini preseden baik bagi semua profesional yang ingin berbakti bagi negara dengan keahlian mereka.
Bahwa tetap bisa ada perlindungan hukum dari kriminalisasi bagi seluruh pekerja pengetahuan yang ingin bantu Indonesia.
Ini Ibam, bicara sendiri agar Ririe terlindungi.
Betul, ketika belum jadi tersangka, saya dapat ancaman: buat pernyataan "mengarah ke atas" kalau tidak kasusnya "akan diperluas".
Saya tolak, ngga mau bohong & zalim.
Tiga minggu kemudian, saya jadi tersangka.
Saya tolak bukan untuk lindungi Nadiem, tapi karena memang ngga pernah ada arahan dari Nadiem ke saya agar pengadaannya jadi Chromebook semua.
Seperti yang terungkap dari 22x sidang, tidak ada sama sekali arahan dari atas seperti itu. Saya hanya diminta memberi masukan netral dan objektif sebagai konsultan.
Artinya, ketika menerima ancaman tersebut saya dihadapkan ke dua pilihan:
Berbohong mengarang cerita menuduh orang lain untuk menyelamatkan diri sendiri.
Atau, berpegang kepada integritas, kejujuran, dan kebenaran yang saya yakini, dan menolak untuk berbohong.
Dengan shalat istikharah dan kesadaran penuh akan risikonya, saya memilih jalan yang kedua: kejujuran.
Insya Allah selalu berpegang pada kejujuran akan berujung pada kebaikan untuk saya, Ririe, dan keluarga kecil kami. Kalau tidak di dunia, maka di akhirat kelak.
Lalu jawabannya apa ketika saya menolak untuk berbohong? "Oke, kami perluas.โ
Saya tidak berdaya. Ya Allah, apa lagi yang bisa kami lakukan ketika dihadapkan pada pilihan seperti itu? Pegangan kami hanya prinsip integritas dan kejujuran.
Ketika konsekuensinya beberapa minggu kemudian saya dinyatakan tersangka, kami hanya bisa memperbanyak istighfar dan ikhtiar.
Kami jalani dan hormati proses hukum yang ada dengan tabah, kami berniat jelaskan di persidangan fakta-fakta yang membuat terang, kami masih percaya dengan hukum Indonesia.
Mungkin ngga banyak yang tahu, tapi Ririe istri saya adalah seorang sarjana dan magister hukum. Di Belanda dulu kami banting tulang nabung dan berhemat banyak, supaya bisa bayar uang kuliah S2 Ririe.
Dari Ririe, saya belajar banyak tentang hukum Indonesia, apa saja yang mungkin terjadi, dan bagaimana hukum kita tetap memungkinkan pembelaan yang efektif.
Baik, mari berjuang di persidangan, luruskan seluruh tuduhan. Satu persatu fakta di persidangan muncul dengan terang benderang, satu persatu tuduhan bisa kami bantah.
Sampai akhir rangkaian sidang, 57 orang saksi dihadirkan, tidak ada bukti saya menerima keuntungan dari perkara ini, tidak ada bukti masukan saya karena konflik kepentingan, tidak ada bukti saya mengarahkan.
Yang terungkap malah saya sebagai konsultan sudah menyarankan Chromebook diuji dulu, pejabat menolak pengujian dan memutus Chromebook, nama saya dicatut di SK, masukan saya dipelintir.
Kami merasa pembelaan hukum kami sudah maksimal, kebenaran sudah terungkap, tinggal menumpu harapan pada keadilan dan kebijaksanaan dari majelis hakim yang mulia, yang kami merasa sudah sangat objektif dan penuh kearifan sepanjang persidangan.
Namun, ketika JPU menyebutkan tuntutan 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara tambahan...
Ini titik kezaliman yang sangat terang benderang, tekanan kepentingan yang sangat kentara, saya memutuskan pembelaan saya tidak lagi bisa hanya di persidangan.
Besok saya akan sidang pembelaan (pleidoi) dan kami bersurat kepada Presiden @prabowo Subianto serta @KomisiIII DPR, untuk memohon perlindungan hukum dari kriminalisasi, ketidakadilan, intimidasi, serta pengkambinghitaman yang sudah sekentara ini.
Kami takut untuk bicara? Takut ada intimidasi lain? Itu risiko yang jelas, tapi kami tidak gentar. Tuntutan 22,5 tahun dan belasan miliar yang tidak mampu kami bayar mungkin dianggap akan membuat kami terdiam, tapi kami malah semakin berani untuk melawan kriminalisasi ini.
Mohon bantuan, dukungan, dan perlindungannya dari masyarakat Indonesia, dari pekerja kreatif dan pekerja pengetahuan, serta dari semua yang ingin bantu negara atau takut dizalimi negara.
Kami berjuang bukan untuk kami sendiri, tapi agar tidak ada lagi kriminalisasi dan ketakutan bagi mereka yang tulus mau bantu Indonesia. Kami masih percaya Indonesia bisa menjaga dan menghadirkan keadilan dalam kasus kami.
THIS IS ABSOLUTE CINEMA ๐ฟ
Netanyahu ๐ฎ๐ฑ: I want European leaders to support us and join the war
Pedro Sรกnchez ๐ช๐ธ: "Till the time i am the leader of govt, Spain won't join such wars. Those who support it are cowards" ๐ฅ
Burnol moment for Isarelis ๐คฃ
@s_kikutake I am sorry for your retarded mind, you shouldn't be in any elections tbh because you're not a representative of Japanese people who claimed someone you didn't even know doing crime when they are not! Defaming people is one of the worst things as a human
๐ฆ๐ช๐บ๐ธ Miliarder terkemuka UEA, Khalaf Ahmad Al Habtoor, baru saja menerbitkan surat terbuka kepada Trump. Isinya sangat brutal.
"Siapa yang memberi Anda wewenang untuk menyeret wilayah kami ke dalam perang dengan Iran? Siapa yang memberi Anda izin untuk mengubah wilayah kami menjadi medan perang?"
Al Habtoor adalah tokoh penting: miliarder, mantan diplomat, dan suara politik yang vokal di Teluk. Ketika dia berbicara, para pemimpin UEA mendengarkan.
Pertanyaannya:
- Apakah ini keputusan Anda atau tekanan dari Netanyahu?
- Apakah Anda menghitung kerusakan tambahan sebelum menembak?
- Anda menempatkan negara-negara GCC (negara teluk) di tengah bahaya yang tidak mereka pilih.
- Inisiatif "Dewan Perdamaian" Anda didanai oleh negara-negara Teluk. Sekarang kita diserang. Ke mana uang itu pergi?
- Anda berjanji tidak akan ada perang. Anda telah melakukan operasi di 7 negara: Somalia, Irak, Yaman, Nigeria, Suriah, Iran, Venezuela
- 658 serangan udara di tahun pertama Anda kembali = seluruh masa jabatan Biden (yang Anda kritik)
- Biaya perang berkisar antara $40-65 miliar untuk operasional, dan kemungkinan total biaya mencapai $210 miliar.
- Tingkat persetujuan Anda turun 9% dalam 400 hari
Rakyat Amerika dijanjikan perdamaian. Namun, mereka malah mendapatkan perang yang didanai oleh pajak mereka.
Kalimat yang paling tajam: "Sebelum tinta pada inisiatif Dewan Perdamaian (board of peace) Anda mengering, kita mendapati diri kita menghadapi eskalasi militer yang membahayakan seluruh wilayah. Jadi ke mana inisiatif-inisiatif itu pergi?"
Al Habtoor bukanlah kritikus sembarangan. Dia adalah bagian dari kelompok mapan. Memiliki koneksi. Ketika para elite UEA mulai secara terbuka mempertanyakan pengambilan keputusan Trump, itu artinya sekutu Arab terdekat Amerika mengatakan "kami tidak menyetujui hal ini."
Surat itu diakhiri dengan kalimat: "Kepemimpinan sejati tidak diukur dari keputusan perang, tetapi dari kebijaksanaan, rasa hormat kepada orang lain, dan upaya untuk mencapai perdamaian."
Gaji org dihold dgn alasan ibunya minta gaji dikasih ke ibunya krn anaknya pulkam ketemu sama pacarnya gak mau balik ke rumah, who tf fucking care? Dia dewasa, dan itu urusan mereka. terlalu ikut campur, imbasnya ke gue libur diteror minta gaji emg anj gk pernah semurka ini