@LoyalisPersija 2019 putaran 2, Persib harus nya maen home lawan ajisrep, tapi di pindah ke bali. Polda gak ngasih izin. Bobotoh rame nyalahin Polda dan Panpel Persib daripada nyalahin Klub lawan. Sebuah perbedaan
Udah di dongkrak dari Rank 30 an ke 20 pasca tragedi Kanjuruhan. Bukannya bilang Makasih malah ngatain kecelakaan.
Pengurus yg satu ini emang sakit bin aneh. Yang disalahin sih tetep Papah Erick. Udah dikasih liat ke tololan sejelas ini klo masih pada belain sih aneh.
Dari perkataan² ini:
1. Kalau persib juara kawin ama monyet
2. Back to back biasa aja gak spesial, hattrick baru spesial
3. Peralta resmi ke Persija dan coach Shin senang
4. Persib Badut Asia
5. Kalah jadi cacing Menang jadi naga
Kita belajar, bahwa semakin asbun semakin kalah.
Poin 11 yang dihasilkan Persib dan Dewa United merupakan yang terbesar bagi Indonesia di 7 musim terakhir. Pun tidak semua negara bisa mencatat raihan 2 digit ini.
THREE PEAT, TRIPLE DOMINANCE: LAPANGAN, LAYAR KACA, DAN LINIMASA
Kita sarapan angka dulu. Musim 2025/26 BRI Super League nggak cuma soal Persib juara 3x beruntun.
Data resmi laporan I.League memberi gambaran dominasi Persib meluas jauh melampaui trofi mereka jadi kekuatan komersial nomor satu di liga.
Saya ambil dari POV Persib, ya. Berikut breakdown-nya:
BROADCASTING
Persib Sapu Bersih TOP 5 TVR
Sebelum masuk data, sedikit konteks biar nggak salah baca angka:
TVR (Television Rating) = persentase penonton acara dibanding SELURUH populasi TV (nyala atau mati). TVR 7,3 berarti 7,3% dari total pemilik TV nonton laga itu.
TVS atau Share = persentase penonton acara dibanding hanya TV yang SEDANG NYALA saat itu. Share 43,4% berarti dari semua orang yang lagi nonton TV di jam tersebut, 43,4%-nya milih nonton laga ini.
Jadi TVR kecil itu normal (pembaginya “semua orang”), tapi Share tinggi adalah bukti kuat acara itu jadi pilihan utama pemirsa yg lagi aktif nonton. Data ini biasanya dirilis mingguan oleh AC Nielsen. Karena kalo AC Milan biasanya rilis pemain muda dan beli pemain tua.
Data top 5 TVR musim ini, semuanya melibatkan Persib:
PSM Makassar vs Persib (17 Mei 2026): TVR 7,3 | Share 28,6, rekor TVR tertinggi musim ini
Persib vs Persija Jakarta: TVR 7,1 | Share 43,4, rekor Share tertinggi
Persib vs Persijap Jepara: TVR 7,1 | Share 43,4
Persib vs Borneo FC: TVR 7,1 | Share 27,8
Persib vs Bhayangkara FC: TVR 7,1 | Share 27,4
STADION
Persib Raja Konsistensi
Rekor penonton tertinggi dalam satu laga sebenarnya dipegang Persija Jakarta (3 besar berturut-turut): vs Arema FC 56.989, vs PSIM 56.150, vs Persebaya 39.443, ketiganya di GBK.
Tapi soal stabilitas sepanjang 17 laga kandang, Persib yang unggul:
Rata-rata kehadiran tertinggi liga: 24.255 penonton/laga
Rata-rata okupansi tertinggi liga: 63,75%
Total penonton liga musim ini: 1.949.901 (+28,01% YoY), rata-rata 6.372/laga, okupansi rata-rata liga cuma 29,87%, jadi angka Persib jauh di atas rata-rata liga.
DIGITAL
Pertambahan Follower Terbesar
Total follower digital seluruh klub naik dari 66,8 juta → 72,6 juta musim ini (net +5,81 juta, rata-rata growth klub 7,12%).
Persib:
Follower awal musim → akhir musim: 32.330.000 → 36.760.000
Net gain: +4.432.600 follower (+13,70%)
Ini adalah pertambahan follower terbesar di liga, jauh di atas klub manapun
Catatan: growth RATE persentase tertinggi sebenarnya Malut United FC di +33,17%, tapi basis awal mereka di 813.500 follower.
Tiga metriks: broadcasting, attendance, digital, semuanya nunjuk ke satu klub yang sama sebagai motor komersial BRI Super League musim ini.
Silakan recheck di laporan resmi iLeague. Jika ada salah kutipan data ditunggu reviewnya.
Berbeda karakter, berbeda cerita, berbeda kehidupan.
Namun saat bicara PERSIB, semuanya punya tempat yang sama. Dari berbagai generasi dan latar belakang, kita dipertemukan oleh satu rasa yang sama.
Karena PERSIB hadir bukan untuk sebagian orang. PERSIB ada untuk kita semua💙
#PERSIB #LivesInsideUs #ManahJeungGetih
Indo-American Bilal Hasan proudly wore the Persib kit
Born and raised in the US, he inherited his Sundanese blood from his mother, who hailed from Bogor
Today, he knocked out an Indian MMA fighter in the first round to earn a UFC contract @billyindoninja
Salah satu wawancara Federico Barba yg menurutku lumayan underrated dan kayaknya (koreksi kalo salah) hampir nggak pernah diangkat di Indonesia.
Sebelum memutuskan gabung Persib, dia ternyata sempet ngobrol dengan Emil Audero dan Stefano Beltrame buat cari tauu soal klub, sepak bola Indonesia, sampai kehidupan di sini. respon yang dia terima soal Persib dan Indonesia semuanya positif
Padahal saat itu dia masih punya beberapa opsi lain. Tapi Persib yang akhirnya dia pilih karena sejak awal membuatnya merasa dihargai dan benar² diinginkan.
Barba juga menggambarkan Persib sebagai klub "Grande", dia bilang banyak orang di Eropa belum sadar seberapa besar klub ini.
Dia memuji profesionalisme Persib, cara klub memperlakukan pemain dan mengaku Bobotoh selalu membuat pemain merasa dihargai.
Btw, original source-nya berbahasa Italia. yang di slide ini versi english translation.