as someone who loves reading and collecting books, liat berita soal pajak buku yang naik to a solid 12% genuinely breaks my heart. minat literasi rendah katanya, yet they make knowledge less accessible. sedih banget gua.. books are a necessity, not a luxury.
“sebelum belajar how to be a good parent, learn how to be a good spouse first” AGREE ANJGGG WHAT’S THE POINT OF BEING A GOOD FATHER IF YOU’RE A SHITTY HUSBAND
i think the most interesting part of being “teacher” is because the kid are healer and they healed so much part of my broken things they don’t understand
i kinda relate to this too, tp untungnya itu datang kebanyakan dari eksternal (bkn keluarga inti). in so many situations ortu justru help me to get out from “kapan ngundangnya?” kind of convos. i love them so much.
Ada queer lu katain, ada org nikah telat lu katain, ada org nikah muda lu katain, ada org childfree lu katain, ada wanita karir lu katain, ada ibu rumah tangga lu katain. Kalo perempuan yang memilih hidupnya dikomen mulu, tapi laki bebas milih. ANEH
wlpn udh berkali-kali ngajar dan ngadepin banyak anak dgn sifat yg beda, tetep selalu deg-degan tiap pertama kali ngajar anak baru, kyk… it’s always make me nervous (takut dia takut dan akhirnya gamau gua ajar/ ya emg g cocok aja?) malu bgt masa ada geter-geternya suara wkwk
on a serious note, i know mungkin kalian banyak penasaran sama anomali satu ini
but please, PLEASE:
if you are against this program, JANGAN. BELANJA. DI. KOPDES.
kalo kalian belanja di kopdes, kalian berkontribusi terhadap angka penjualan kopdes.
angka penjualan ini bisa jadi akal akalan mereka buat memperbanyak kopdes, which we don’t need. 🤷♀️🤷♀️🤷♀️
ya Allah makasih, aku punya ayah.
w tau ayah udh jalan pagi dan sarapan, tp w spik spik nanya udh sarapan apa blm (kode). trs w blg aja laper (smbil rebus telor), trs dia nyuruh beli sarapan, tp w psti mager keluar. g lama, ayah masuk kamar gua trs ngasih cucur wkwk