Selama 5 tahun dari CPNS sampai jadi PNS, gue nggak pernah ngeluh soal penempatan. Pengorbanannya juga banyak: tiket pesawat, biaya kos, beli motor pakai uang sendiri, belum lagi sekarang udah berkeluarga dan biaya hidup juga mahal.
Temen gue yang PPPK dengan sistem kontrak juga sama. Gaji nggak sampai Rp6 juta.
Sekarang gue berdiri di depan Kopdes yang lokasinya di atas gunung, di kepulauan dengan laut di bawahnya. Aman-aman aja. Gue tetap kerja dan digaji pakai uang rakyat.
Lah, ini manajer KOPDES yang udah ikut pelatihan khusus sampai puluhan juta, bahkan melibatkan militer, kok mentalnya menye-menye? Belum juga datang ke lokasi penempatan, udah ngeluh luar biasa. 😭
Sampai bikin protes dan surat segala. Anj*ng, lu nggak baca poin Pasal 11: “siap ditempatkan di mana saja”?
Lu juga digaji pakai uang rakyat.
Selama gue bertugas di Indonesia Timur, gue lihat sendiri banyak dana desa yang kepangkas sampai nggak bisa dipakai buat memperbaiki jalan desa. Sementara ada orang-orang yang huha-huha, “Ini mataku, mata kiri mataku,” foto-foto sok paling oke, berasa kayak jenderal bintang lima. 😭
Kalau mereka akhirnya mengundurkan diri dan kena denda 2 kali lipat, kasihan juga uang pajak rakyat.
Kami sebagai rakyat cuma minta pertanggungjawaban. Tunjukkan kalau Kopdes ini benar-benar bisa profit.
magang di dprd bikin makin ga mau kerja di pemerintahan dah. wdym kita harus ngerekam dan foto fotoin + hormat gila ke anggota dan pejabat" itu setiap ada kunjungan atau rapat. isinya pencitraan sosmed doang tai, kerja nyatanya mana. pns" nya juga full nganggur.
+stop bikin polusi suara 24/7, ga semua warga dilingkungan lu tuh islam dan pengen diberisikin. Azan gapapa deh, ini kadang sampe ngaji, kosidahan, ceramah dispeaker in, satu dunia juga denger itu.
info grup jual beli barang yg dipunya pemain judol pls... wdym ada yg dapet camera canon g7x cuma dijual 2 jutaan, vario 2025 9jt, & pompa air cuma 500k?