"Prabowo singgung pejuang Iran keras kepala"
Eh wo @prabowo , Iran itu keras kepala karena menjaga kedaulatan negara mereka dari penjajah. Itu urusan internal mereka.
Beda ma lo, lo anti kritik bukan keras kepala, lo itu budeg dan bodoh !
Emosi aing ajg denger wowo ngomong 😡
10-year-old Iranian child in Minab recounts the strike that killed her 11-year-old brother and their teacher mother.
My father used to always come and pick me up from school during the last bells. He was outside too.
When he heard that sound, he said he wanted to go and save my mother. He went up and then another blast happened, and he was martyred too.
We were in school when a sound like a strong wind was heard. All the teachers screamed and ran away.
I was scared too and followed my teacher into a classroom, and after that, I became unconscious.
A big piece of rock had fallen on my back. When I regained consciousness, a man came to lift it, but he couldn't. Several people came and couldn't do it either.
They lifted a corner of it a bit, and I came out myself.
I miss them so much. I'm glad they are martyred and I want to follow in their footsteps. May God punish America and Israel.
At least 51 people have been killed after an Israeli strike hit a school in Iran, local officials told Tasnim News Agency.
MEE’s correspondent reported that the attack occurred at around 11:30 am local time, striking Shajareh Tayyebeh Elementary School in Minab, in southern Iran
Today Palestinians lit the Bethlehem Christmas tree.
From the land of Christianity, Palestine and from the town of Jesus, Bethlehem, we wish peace upon the world 🇵🇸
ACEH
Peta ini memperlihatkan bahwa banjir besar yang melumpuhkan Aceh terjadi di wilayah yang salah satu konsesi hutannya dimiliki langsung oleh Prabowo Subianto melalui PT Tusam Hutani Lestari, perusahaan HTI yang menguasai sekitar 97 ribu hektare hutan di Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, dan Aceh Utara.
Konsesi milik Prabowo ini berdiri berdampingan dengan puluhan izin tambang, HTI, HPH, dan kebun sawit berskala raksasa yang bersama‑sama menggerus tutupan hutan di pegunungan dan hulu sungai, merusak daerah tangkapan air, dan melemahkan kemampuan alam menahan limpasan hujan.
Banjir yang menerjang baru-baru ini datang ketika curah hujan ekstrem turun di kawasan yang sudah lama dikapling izin-izin tersebut, sehingga air hujan tidak lagi tertahan oleh hutan dan tanah yang sehat. Air mengalir deras membawa lumpur dan kayu ke pemukiman, menjadikan banjir bandang di Aceh sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa dekade terakhir, menenggelamkan ribuan rumah dan memaksa puluhan ribu warga mengungsi.
Wilayah yang disorot dengan garis ungu di peta—Pidie Jaya, Aceh Tengah, Aceh Utara, Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Aceh Tamiang, Gayo Lues hingga Aceh Singkil—adalah kabupaten dengan banjir terparah yang resmi berstatus siaga darurat. Di banyak titik, penjelasan resmi memang menyebut luapan sungai setelah hujan lebat berhari‑hari, tetapi peta ini menambahkan lapisan fakta lain: hulu sungai yang sama sudah dibebani 30 izin tambang minerba seluas lebih dari 132 ribu hektare ditambah konsesi kayu dan HTI yang membentang hingga ke batas permukiman.
Salah satu contoh yang paling menonjol adalah kawasan Linge di Aceh Tengah, tempat PT Tusam Hutani Lestari menguasai hampir 100 ribu hektare hutan dan telah lama diprotes warga karena merampas ruang hidup mereka dan mengubah hutan adat menjadi kebun industri pinus.
Dengan demikian, bencana ini bukan hanya soal hujan dan alam, tetapi juga soal kepemilikan lahan raksasa oleh elit politik, termasuk presiden, yang ikut menentukan seberapa parah air bah menerjang kampung‑kampung di hilir.
Malah propaganda kalian. Kami belum lupa siapa pelaku Genosida 66, peristiwa Tanjung Priok 1984, Talangsari 1989, pelanggaran HAM di Aceh, Timor Timur, sampai Papua. Kalian kira kami sudah lupa rasanya hidup di bawah rezim militer selama 32 tahun?