Udah jenuh mentok kerja di tempat sekarang. Punya atasan ga pernah memanusiakan manusia. Suka potong gaji sembarangan. Boongin customer bilang halal padahal ga (ini sih paling gong) 🥲
Lelah boongin customer. Untung orang yg complain ga viral postingannya. Seru sih kalo viral 😂
Kadang jawabannya bukan “dipertemukan”, tapi justru “dijauhkan”.
Dan belakangan aku sadar, tidak semua kehilangan itu buruk. Ada juga yang ternyata bentuk perlindungan dari Allah.
Yoi pace 👍🏼
Selesai sudah menyaksikan 9 episode Straight to Hell. Ternyata ada ya orang yang semanipulatif Kazuko. Demi menjaga reputasinya sendiri, dia bisa membentuk cerita hidup yang sudah dimodifikasi dan dikemas sebaik mungkin.
Setelah melewati proses panjang melalui istikharah, sekarang aku cuma bisa bersyukur karena Allah bikin kami dijauhkan wkwkwk.
Serius, istikharah itu bukan melulu soal petunjuk jodoh. Minta ditunjukkan mana yang baik untuk kehidupan kita juga sangat bisa loh ges 🥲
Katanya kita ngga bakal diuji diluar kemampuan kita sendiri. Ok aku masih kuat ngadepin atasanku yg bencong dan boti.
Bener2 pelajaran bgt, jgn terima offer dgn embel embel “restoran itali” pasti bonafit. Engga ya, jauh dari ekspetasi.
Baru setahun kerja migrain seminggu 2x
Akhir dr tweet ini. Gw cuma berwondering wondering ria. Apakah sebuah komunitas itu harus seloyal ini kah? Sehidup semati salam satu aspal? Dan solid selalu sampai maut memisahkan? Sampai sampai bikin circle sendiri baru pun seperti melakukan dosa besar? Dijudge habis habisan 🤣
Ngga bakal tau kalau ternyata join “komunitas lintas usia” itu dramanya bikin ngakak ngakak. 2 tahun belakang ini gw join komunitas sepeda sebuah brand cukup besar. Awalnya sih ok ok aja, orangnya baik baik, seru dan asik.
Padahal agenda kita positif kok (menurut kita). Bukan yg kayak “gowes sambil nyimeng” gitu wkwkwk. Positif bgt malah, dan biar ga bosen kita cari alternatif kegiatan lain, ngga sepedahan aja. Misal minggu lalu bukber liwetan tapi lauknya potluck. Apakah itu kegiatan yg toxic?