Petani di lapangan lebih sering diagnosis tanaman pakai feeling dibanding baca sinyal yang sudah ada di depan mata.
Padahal tanaman itu selalu bicara, kita saja yang jarang mau dengerin.
Daun bawah menguning? Bukan salah cuaca, itu Nitrogen habis.
Pinggir daun gosong? Bukan kepanasan, Kalium kamu bermasalah.
Tunas muda pucat? Sulfur defisiensi, bukan serangan jamur.
Sudah hafal ke-6 ini, atau masih sering nebak?
Kenapa lo procrastinate padahal deadline besok?
Kenapa lo tetep scroll Instagram padahal udah bilang "5 menit lagi" dari 1 jam yang lalu?
Kenapa lo bisa naksir orang yang jelas-jelas salah buat lo?
Profesor Stanford ini udah ngejawab semuanya di kuliah gratisnya yang udah ditonton lebih dari 15 juta orang. Dan jawabannya bikin lo mikir ulang konsep 'willpower' yang lo pegang selama ini.
Ibaratnya kalo lagi olahraga pertama kali ya. Badan pegel semua, ngerasa lemah padahal you’re getting stronger than before.
Di segala hal, when you’re getting better it feels like you’re getting worse. Merasa bodoh krn banyak gak tau. Perasaan bodoh dibutuhin di proses belajar.
RULES HIDUP DI DUNIA KERJA
1. jangan pernah jadi pahlawan.
2. datang tepat waktu, pulang wajar.
3. jangan terlalu jujur di tempat kerja.
4. kantor itu kerja bukan keluarga.
5. email, chat, dan omongan itu bukti.
6. jangan pamer dan jangan mengeluh.
7. upgrade skillmu biar susah diganti.
8. atasan gak selalu benar, tapi penentu.
9. kerja secukupnya, hidup sepenuhnya.
Kamu sedang membaca ini di smartphone. Smartphone itu berjalan dengan algoritma. Kata "algoritma" itu berasal dari nama satu orang seorang ilmuwan Muslim dari abad ke-9 yang hidup di Baghdad. Namanya. Muhammad bin Musa Al-Khwarizmi.
Lahir sekitar tahun 780 M di Khwarazm wilayah yang kini masuk Uzbekistan. Ia tumbuh di era kejayaan Dinasti Abbasiyah, ketika Baghdad adalah kota paling maju di dunia. Perpustakaan, observatorium, rumah sakit sementara Eropa masih di Abad Kegelapan, Baghdad bersinar seperti bintang.
Al-Khwarizmi bekerja di Baitul Hikmah Rumah Kebijaksanaan. Bayangkan, perpustakaan terbesar di dunia saat itu, tempat berkumpulnya ilmuwan dari Persia, India, Yunani, dan Arab. Mereka menerjemahkan, mendiskusikan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Al-Khwarizmi ada di jantungnya.
Karya pertama yang mengubah dunia: sebuah buku berjudul Al-Kitab al-Mukhtasar fi Hisab al-Jabr wal-Muqabala atau dalam bahasa manusia normal: buku tentang cara menyelesaikan persamaan matematika. Satu kata dalam judul itu Al-Jabr menjadi kata yang kamu kenal hari ini.ALJABAR.
Sebelum Al-Khwarizmi, matematika itu kacau. Tidak ada cara sistematis untuk memecahkan masalah yang melibatkan bilangan yang tidak diketahui. Ia datang dengan konsep revolusioner: isolasi variabel, seimbangkan kedua sisi, selesaikan. Metode yang hari ini diajarkan di setiap kelas matematika SMP di seluruh dunia.
Tapi itu belum cukup. Ia juga menulis buku tentang sistem angka India memperkenalkan angka 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 ke dunia Islam dan kemudian Eropa. Angka yang kamu pakai setiap hari. Angka yang ada di harga makananmu, di nomor HP-mu, di tanggal lahirmu. Semua itu jejaknya.
Sebelum sistem angka ini masuk Eropa, orang Eropa memakai angka Romawi I, V, X, L, C, D, M. Coba kamu hitung: MCMXCIX × XIV. Susah kan. Sekarang coba: 1999 × 14. Jauh lebih mudah. Itulah revolusi yang dibawa Al-Khwarizmi ke peradaban Barat lewat terjemahan karya-karyanya ke bahasa Latin.
Nama latinnya. Algoritmi transliterasi dari "Al-Khwarizmi." Ketika ilmuwan Eropa abad pertengahan mempelajari metode perhitungannya, mereka menyebutnya "metode Algoritmi." Lama-kelamaan, kata itu berevolusi menjadi algoritma konsep fundamental yang menjalankan seluruh dunia digital hari ini.
Eropa baru "menemukan" karya-karyanya sekitar abad ke-12, ketika terjemahan Latin mulai beredar. Selama hampir 300 tahun, buku aljabarnya menjadi buku teks matematika utama di universitas-universitas Eropa. Universitas Oxford. Universitas Bologna. Semua belajar dari Al-Khwarizmi.
Hari ini, namanya jarang disebut di buku pelajaran sekolah. Anak-anak belajar aljabar tanpa tahu siapa yang menemukannya. Programmer menulis algoritma tanpa tahu asal-usul kata itu. Dunia menikmati warisannya tanpa mengenal orangnya.
Ini bukan kesalahan ini tantangan. Untuk kita yang tahu, untuk menceritakannya.
Sesuatu yang kita pelajari hari ini Bisa jadi fondasi peradaban seribu Tahun ke depan.
📷: IDN times
17 Equations that changed the world.
These equations span centuries of human thought, from ancient geometry to modern financial markets, and form the mathematical foundation for most of our modern technology.
Gua Baru Tahu Otak Masih Bisa ‘Berkembang’ Seiring Bertambahnya Usia Setelah Baca Jurnal Ini
Selama ini kita selalu percaya kalau semakin tua usia, maka otak makin menyusut & kemampuan makin menurun.
Ternyata hal tersebut tidak sepenuhnya benar!
Ada penelitian di Nature Neuroscience (2025) yang menunjukkan fakta bahwa otak kita masih bisa berkembang seiring bertambahnya usia.
Penelitian ini menggunakan MRI pada 40 orang (muda vs tua) ditambah dengan penelitian pada otak tikus.
Hasilnya?
Pada orang yang lebih tua, lapisan tengah korteks otak justru lebih tebal dibandingkan orang muda. Tebalnya lapisan ini berhubungan dengan kemampuan sensorik yang lebih tajam.
Lebih kerennya lagi, penelitian ini menunjukkan bahwa plastisitas otak, yaitu kemampuan otak untuk mengubah struktur, fungsi, damn koneksinya, tetap berjalan meskipun usia makin tua.
Dengan kata lain, otak kita masih bisa adaptif, belajar hal baru, dan berkembang sampai usia lanjut!
Kesimpulannya:
- Otak tidak berhenti berkembang hanya karena kita menua
- Kemampuan belajar, beradaptasi, berpotensi memperkuat fungsi otak hingga usia tua
Semoga bermanfaat!
Kita sering diajarkan oleh orang tua kita untuk banyak-banyak bersyukur.
Nah ternyata penelitiannya ada loh yang intinya adalah 'gratitude literally rewires your brain'.
Gue baru baca jurnal yang judulnya “Effects of gratitude meditation on neural network functional connectivity and brain-heart coupling”
Yuk kita bahas!
Jadi di penelitian ini pesertanya diminta latihan gratitude meditation cuma 5 menit, lalu di-scan otaknya pakai fMRI.
Nah ternyata hasilnya?
Gambarannya langsung menunjukkan kalau otak kita jadi lebih mudah fokus ke hal positif, lebih resilient terhadap stres, dan konektivitas antar area otak yang berhubungan sama kebahagiaan & ketenangan jadi lebih kuat.
Nah jadi omongan orang tua kita itu bukan cuma teori, tapi terukur sebagai perubahan fungsional di otak secara real-time.
Tapi yang perlu dicatat adalah perubahan ini terlihat dalam latihan singkat, untuk efek jangka panjang (perubahan struktur otak & gray matter) butuh penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasinya.
Semoga bermanfaat!
Siapa yang fitur Meta AI di WhatsAppnya nganggur? Mending jadiin asisten pencatat keuangan kalian aja.
Karena aku orangnya paling males download aplikasi financial tracker atau apalah, apalagi kalo mesti bikin sheet sendiri wkwk.
Sekarang aku kalo nyatet pengeluaran cukup buka WA dan suruh si Meta catet transaksinya.
YANG MAU BELAJAR AI DARI 0, SEMOGA MENEMUKAN POST INI!!
Dari post gue kemarin, ternyata banyak banget yang masih bingung soal AI bahkan cara ngeprompt aja gatau bjir
Jadi gue bikinin ROADMAP BELAJAR AI DARI 0. Gratis.
Isinya:
- Panduan 5 fase dari nol sampai mahir (estimasi 9-13 minggu)
- Panduan cara belajar per fase bukan cuma "apa", tapi "gimana"
- 10 template prompt siap pakai (dari basic sampai mega-prompt)
- Perbandingan ChatGPT vs Claude vs Gemini vs Perplexity
- Do's & Don'ts biar gak salah langkah
Yang lu perlu apa?? Cuman niat dan konsistensi. Jangan cuman di bookmark doang, tapi pelajarin juga!!
Link roadmapnya ada di komen 👇
Tidak mengatakan pernyataan demi ketenangan dalam suatu kondisi, apakah itu kebijakan atau pembohongan diri sendiri?
Terlebih dalam sosial masyarakat yang mungkin bisa menjadikan konflik tersendiri jika disampaikan, sedangkan jika tidak akan menjadikan tekanan batin yg berlebih