50th adalah momentum yang tepat untuk kami rayakan secara berlebihan sekaligus merefleksi perjalanan kami, bagian kecil dari PSS dalam melangkah menyertainya.
Kami akan mewartakan beberapa 'movement sederhana' dalam beberapa waktu kedepan.
Sebuah utas.
Di antara baris-baris sunyi Mitsaqul Qalami fi Himayatir Ruhi. Satu-satunya bab yang tak pernah selesai ku baca, ialah karena aku tak benar-benar ingin selesai menulis. Sampai pada saat napas ini habis, menjadi sebuah perisai bait pelindung teduhnya jiwa.
6/9
Fatd Twcf. Afe.
dan bagaimana bisa, puing-puing yang berserakan itu akan tertata kembali, utuh seperti sediakala. Sedang, yang bersamanya tersisa hanyalah sisa usia. Ini akan menjadi sebuah Khafi yang panjang, ku tulis dalam segenggam cahaya di tengah lembah keluasan Sama’wat.
15.29/Afe.
Kami sangat gembira dengan perilisan Ultras Film di Inggris, sebuah film dokumenter menarik yang merayakan subkultur pendukung sepak bola.
Gak main-main, film ini lolos BFI London, Hot Docs & menang award di Swedia.
Dalam film baru yang unik ini, sutradara Ragnhild Ekner menggali fenomena besar subkultur ini yang mencerminkan dan memengaruhi masyarakat tempatnya berada di seluruh dunia.
Menampilkan ultras dari Argentina hingga Indonesia, Maroko hingga Italia, total delapan negara diliput dalam film dokumenter ini di empat benua. Ini bukan ulasan kritis, ini adalah penghormatan. Ultras akan dirilis di bioskop Inggris pada 24 April.
TW: ABUSIVE RELATIONSHIP, SH, RAPE AND SABOTAGE TO MENTAL HEALTH ACCESS (Kronologi Peristiwa Kekerasan Seksual Berbasis Relasi Kuasa dan Manipulasi Psikologis)
- thread memuat dokumen visual dan peristiwa di atas yang dapat memicu, prioritaskan keselamatan sebelum lanjut membaca
Kalo kamu masuk akun instagram @ugmcantik, jangan bangga. Kamu ga sadar klo kamu lagi dieksploitasi. Mimin pengen jelasin jurnal menarik yang judulnya “Glorifikasi Kecantikan di Media Sosial: Studi Kasus Isu Eksploitasi Mahasiswi pada Akun Instagram @ugmcantik”
(a thread)
Free E-Book “PALESTINA ADALAH KITA” (puisi dan cerpen)
Di Gaza, yang dihancurkan penjajah bukan hanya rumah dan masjid tua. Mereka juga berupaya untuk meruntuhkan memori, jejak sejarah, dan kisah yang diwariskan turun-temurun.
Namun ada satu hal yang tak bisa dibom: kata-kata.
Ketika bangunan berusia ratusan tahun berubah jadi puing, puisi menjadi rumah terakhir bagi ingatan.
Ketika dunia mencoba melupakan, sastra berdiri sebagai saksi.
Buku “PALESTINA ADALAH KITA” karya Dr. Otong Sulaeman (alumnus Fakultas Ilmu Budaya Unpad) ini bukan sekadar kumpulan bait puisi dan kisah pendek.
Buku ini mewakili sebuah perlawanan terhadap penghapusan. Puisi-puisi di dalamnya mengarsipkan luka, sekaligus memberikan janji bahwa melalui keteguhan, identitas tak akan hilang.
Perjuangan bukan hanya soal senjata. Perjuangan juga soal menjaga cerita tetap hidup.
Baca. Rasakan. Sebarkan.
Silakan download e-book-nya di https://t.co/kBJJoXu8SE
Ribuan pengemudi Ojol mengantar almarhum Affan ke peristirahatan terakhirnya.
Affan mati dibunuh Polisi.
DITABRAK. Bukan tertabrak.
DIBUNUH. Bukan terbunuh.
Sisipkan doamu, untuk Affan dan Indonesia. Sebentar saja hari ini.
Pada terjalnya jalan yang dilalui, sampai pada garis akhir. Berjuanglah sampai titik darah penghabisan dan mengakhirinya dengan baik. Tuntaskan dengan sepenuh jiwa dan raga! @PSSleman
Never Ending Trust💚
#SelesaikanDiMadura
Tepat 3 hari yang lalu saya berkolaborasi dengan The Atlantic Dispatch, media dari UK untuk membahas lebih lanjut tentang kecintaan & peran Brigata Curva Sud (BCS) dalam sepak bola Indonesia. Sebagai fotografer, saya ingin berbagi cerita, yang dirangkum pada thread ini.
A Thread