apabila Anda semua menekan tombol ikuti di profil akun ini. Trigger warnings akan diikutserta jikalau tidak lupa, jadi jangan pukulin Dimas dan Penulis, ya. Silakan lakukan softblock atau hal yang membuat Anda sekalian nyaman saja. Terima kasih.
dan playboy cap oli (Oligarki!), 3. Itu berarti hiburan paling seru buat Dimas yang miskin ini adalah hal-hal yang saru, (HUBUNGAN SEKSUAL ANTAR PRIA DAN WANITA, MODAL MUKA GANTENG TAPI DOMPET NGGAK ADA ISINYA!) konten-konten serupa akan melewati linimasa Anda di suatu ketika
- apa,” Tabun yang isinya racun keluar dari mulutnya yang bercuap-cuap, ikut andil jadi polusi di negeri yang kacau. “Kalau di tempat lu ada lowongan, boleh lah, ajak gue. Gue jago melayani tante-tante. Om-om juga, sih. I kiss everyone,” Kalimatnya ditutup gelak tawa. @sudramerta
@sudramerta Pertanyaan akan profesi bukan semata-mata keingintahuan murni, mungkin cuma basa-basi sebagai teman kalian menghabiskan puntung beracun ini. Pun, cengirannya menyusul tak lama kemudian, “Gue juga lagi nyari loker soalnya,” Dia tahu, Noor. “Liat sendiri kan, Indonesia kayak -
Diam bukan pilihan! Ada aparat berseragam cokelat sok jagoan mukulin rakyat. Mereka kira kita akan sekarat dan bungkam diri, tapi buruh tidak akan pernah mati. HIDUP RAKYAT! HIDUP BURUH! HIDUP PEREMPUAN YANG MELAWAN!
@2DimensiMenfess / I guess I’m going to say please repost because I just remember I can’t see shits if you press the love button. Thanks. 🙏 (The silly Sender)
of the consequential of your sufferings, and you hadn’t even reached the worst part; where they might as well didn’t spare a glance by your death. But the Earth was dark, Heroes, the coffin thick, and choked us. [Sekecil-kecilnya perlawanan adalah perlawanan.]
Thriving meant we died, staying meant we got killed all the same. Was there so much of a difference in this country of bajingan bedebah bangsat? You didn’t want to place your bet, either. The name was Indonesia, men were never convinced of your reasons, of your sincerity,