Nipunya di mana? Memang gaji pokoknya ga layak.
Sebagai org yg baru memulai karir sebagai dosen. Ogut cukup beruntung kerja di universitas yang ngasih upah layak.
Tapi di lapangan, banyak banget dosen yg harus dagang dan proyekan sana-sini buat memenuhi kebutuhannya. Apalagi dosen baru, yg upahnya baru dibayarkan 80 persen klo belum bisa naik ke AA.
Tempat kerja dulu pernah handle salah satu store yg bawa Apple ke sini.
Kenapa Apple di sini copy-nya gitu doank?
Lebih ke brand guidelines mereka yg ga bisa diapa-apain lagi sih. Ga bisa explore. Dari copy sama layout desain udah diatur dari sananya langsung wkwkwk
Tolonglah stop kasih contoh Apple dan Nike di kelas branding sampai marketing.
Terutama buat UMKM.
Beda kolam bangeeet.
Apple nulis copywriting "Kuning. Keren." aja bisa lolos.
Coba copywriter UMKM nulis kayak gitu,
udah diomelin abis-abisan pasti.
🚨 OFFICIAL 🚨
PERSIB resmi umumkan rekrutan anyar berikutnya untuk mengarungi musim 2026/27, yakni penggawa Timnas Indonesia, 🇮🇩Ragnar Oratmangoen (28/MF).
Ragnar sebelumnya bermain untuk klub Belgia, 🇧🇪FC Dender (1st tier) selama tiga musim catat 40 kali penampilan dengan sunbangsih 2 gol.
💙🐯
Di thread makin banyak liat teman-teman dosen yang akhirnya marah soal penghasilan dosen.
Aku dukung, rekan-rekan. Sudah seharusnya kita MARAH. MARAH ke sistem!!!
Contoh kedua, tweet ini:
https://t.co/fFdsKYwm0J
Jujurly, ogut baru denger konsep yg namanya hak asasi tuhan. Klo yg dimaksud mas-nya itu huquq Allah, beda juga konsepnya dengan pengertian HAM itu sendiri
Keren banget ini tulisan, mewakili keresahan sebagian besar yang selama ini berjalan di jalur ANTIFA.
Kalo saya berpendapat:
Hak Asasi Manusia tidak boleh melebihi Hak Asasi Tuhan.
Kecuali jika kita tidak berTuhan.
✊✊✊
Tweetnya Mas-nya membuat ogut yakin, klo org Indonesia emang ga ngerti bagaimana konsep HAM bekerja. Jangan kan soal konsep. Sepertinya, definisi apa itu HAM sendiri masih banyak yg ga tau.
Termasuk Mas-nya di sini.
Karena lagi rame ada Aa Aa yang pasang bio Antifa tapi isi twitnya caci maki LGBTQ+ izin saya sampaikan pandangan saya dari sisi orang yang pernah "Antifa Antifaan" di 2011-2013.
Disclaimer, opini ini tidak bermaksud menyinggung siapapun apalagi ke teman² dan para senior di Bandung Casuals, respect besar dan rindu saya sama kalian semua 🫂
Oke, karena twit ini akan menjadi diskusi dua arah maka tolong kita berdiskusi secara terstruktur dan menggunakan bahasa yang sopan ya.
Jujur, dulu memang jangkauan saya hanya sebatas gaya-gayaan tanpa memahami esensi dan konsekuensi dari isme ini. Salah satu yang membuat saya kurang sreg dengan paham ini karena ada beberapa hal yang saya rasa berbenturan dengan pemahaman agama yang saya anut.
Dulu, Saya agak kesulitan memahami batasan terluar ketika seseorang tidak lagi dikatakan Anti Fasis.
Karena jika dirunut, saya sangat benci terhadap rasisme, tapi sangat anti juga terhadap liberalisme. Apalagi jika mengatasnamakan Islam dengan embel-embel Liberal.
Dalam islam, soal rasisme dibahas mutlak di Q.S Al Hujarat:13, makanya saya amalkan.
Sedangkan untuk memahami Kebebasan dan Hak Asasi Manusia, saya berpendapat tentu perlu ada batasan toleransinya.
Perlu teman-teman ingat bahwa dalam Islam kisah Nabi Luth dan kaum Sodom dibahas gamblang dan bersifat final mengenai kebiasaan dan hukuman sebagai akibat dari apa yang mereka kerjakan.
Namun dengan adanya kebebasan yang tanpa batas ditambah sebagian orang yang gencar membelanya, LGBTQ+ menjadi subur kembali, bahkan mulai berani masuk ke ruang-ruang kehidupan masyarakat.
Maka, Jika syarat menjadi seorang Anti Fasis harus membela LGBTQ+ maaf saya engga ikutan dulu. Lebih baik saya menjadi seseorang yang menormalisasi ketidaknormalan itu sebagai penyakit yang perlu disembuhkan.
LGBTQ+ tidak hanya merusak tatanan hidup, tapi juga mengundang azab.
Jadi, orang normal jangan berhenti bersuara tentang ketidaknormalan ini, karena yang kita hadapi bukan hanya mereka yang tidak normal, tapi juga kaum yang menormalisasi.
jadilah semut ibrahim, yang tetap membawa air meskipun api melalap tubuh Ibrahim.
Setidaknya orang tahu, kepada siapa kita berpihak.
If You tolerate this, then your Children will be next.
Kenapa? Karena HAM pada dasarnya dirancang untuk mencegah penggunaan kekuasaan secara sewenang-wenang, termasuk terhadap kelompok minoritas, atau yg dipandang salah oleh mayoritas.