Entah kebetulan atau apa, tapi pengumuman rebalancing power mesin dari FIA kemarin bertepatan di hari yang sama dengan:
- Max Verstappen & manajernya lakukan pertemuan dengan petinggi Red Bull di markas pusat Austria.
- Toto Wolff dan Jos Verstappen kedapatan berada di lokasi yang sama di Belanda.
Yang jelas sepakatnya FIA & tim untuk bergerak ke split rasio 60/40 merupakan hal yang Max Verstappen inginkan untuk bertahan di F1 dan sudah ia dukung sejak proposalnya diangkat ke publik.
Silakan simpulkan sendiri 🙂
Sebetulnya kenaikan harga Pertamax dan BBM non-subsidi lainnya cukup wajar kalo mengingat harga minyak mentah naik sejak konflik geopolitik di Timteng.
Yang bikin gondok tuh pemerintah pura-pura negara ini baik-baik aja bjir. Padahal kombinasi harga minyak, nilai tukar rupiah terhadap dolar, biaya distribusi energi kagak bisa ditutup-tutupin.
Ditambah lagi program MBG dan Kopdes Merah Putih yang jadi kanker stadium akhir buat keuangan negara.
Pejabat yang bilang kondisi Indonesa baik-baik aja mah emang buta mata buta hati aja. Kompak beut kata gue nutupin borok~ Kek yang bakal borok pribadinya diselamatin aja, padahal semua bisa jadi tumbal aokowkok.
Kenaikan Pertamax Hari Ini Adalah Pengakuan Setelah Denial Berbulan-Bulan 👇
Soal pengumuman pertamax naik jadi 16.250 dini hari tadi: pemerintah memang harus naikin kok. (sabar baca sampe beres)
Minyak dunia gila gara2 perang, gak ada negara yg sanggup nahan selamanya. Tapi inget gak 3 bulan terakhir kita dibilangin apa? Stok aman kata ESDM.
Gak ada penyesuaian harga kata Mensesneg. Menkeu malah jamin subsidi gak naik sampai akhir 2026.
Padahal di saat yg sama Filipina sama India udah ngantri dan ngebatesin pembelian, negara tetangga udah naikin harga nyicil dari awal.
Cadangan BBM kita? Cuma cukup 20 hari, standar internasional 90.
Kalo mereka nyiapin rakyatnya, kita dinina-boboin 😹
Jadi kenaikan 32% sekali gebrak hari ini itu sebenernya pengakuan, kalau narasi "aman" kemarin cuma obat penenang.
Nah yang bikin minpuk kepikiran,
Ini persis kejadian 2022 loh, bisa keulang kalau kita gak belajar.
April 2022 pertamax naik, narasinya sama "cuma nyasar yg mampu". Aslinya org mampu pindah ke pertalite, kuota jebol, subsidi bengkak dari 502 ke 650 T, sampai akhirnya September 2022 pemerintah nyerah: pertalite ikut dinaikin 30%.
Kenaikan "buat org kaya" nyampe ke tukang ojek cuma butuh 5 bulan.
Dulu itu gap pertamax-pertalite cuma 4.850 perak udah cukup jebolin kuota nasional. Sekarang gapnya 6.250, dan kuota pertalite tahun ini malah dipangkas.
Belum lagi godaan ngoplos kan, skandalnya aja baru setahun lewat.
QR MyPertamina? Itu lahirnya dari panik 2022, dan kasus oplosan kemarin bukti masih bisa diakalin.
Menurut keyakinan minpuk, 3 bulan kemarin itu harusnya dipakai nyiapin mitigasi, bukan ngeyakinin publik gak ada masalah loh ya 😹
Kalau polanya keulang, 5 bulan dari Juni itu November. Masih di dalam tahun yg katanya subsidi dijamin gak naik.
Kita liat aja janjinya si Purbaya kepegang apa nggak?
[KerupukOpini]
"Pertamax naik ga ngaruh juga kali.. kehidupan kita, orang itu BBM nya orang kaya"
Teruntuk kamu yg punya opini seperti ini, silakan baca sampai habis ya.
✅ Efek Kenaikan Harga Pertamax Jadi Rp16.250 per Liter ke Seluruh Lapisan Masyarakat
Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026 (kenaikan ±Rp3.950 atau sekitar 32%).
Ini BBM non-subsidi yang biasa dipakai kendaraan menengah ke atas (mobil keluarga, motor injeksi modern, dll). Berikut simulasi dampaknya secara bertahap dan mendalam.
1. Dampak Langsung (Hari 1–7)
- Pemilik Kendaraan Pribadi (Mobil & Motor yang Pakai Pertamax):
Biaya operasional naik signifikan.
Contoh: Mobil yang habis 10 liter/hari (commuter Jakarta) → tambahan ±Rp39.500/hari atau Rp1,1 juta/bulan. Motor yang pakai Pertamax (beberapa matic premium) juga terasa.
Kalangan menengah atas (golongan ini paling banyak pakai) langsung merasakan “dompet lebih tipis”.
- Ojek Online & Transportasi Online:
Banyak driver yang pakai Pertamax untuk kendaraan lebih irit dan bersih. Mereka harus naikkan order minimum atau kurangi jam operasional. Penumpang akhirnya bayar lebih mahal (jika tarif disesuaikan).
2. Dampak ke Transportasi & Logistik (Minggu 1–4)
- Tarif angkutan umum, travel, truk logistik, dan ojol cenderung naik bertahap (meski Pertalite & Solar subsidi belum naik).
- Biaya distribusi barang naik → harga sembako, makanan, dan barang konsumsi di pasar tradisional/modern mulai merayap naik.
- Contoh: Sayur-mayur dari pasar induk ke retail → ongkos angkut naik → harga eceran naik 5-15% dalam 1-2 bulan.
3. Dampak ke Lapisan Masyarakat
Lapisan Bawah (Miskin & Rentan)✅
Meski tidak langsung pakai Pertamax, efek rantai pasok membuat harga kebutuhan pokok naik. Daya beli turun, pengeluaran untuk makan & transportasi harian membengkak. Banyak yang beralih ke Pertalite (bisa picu antrean & kelangkaan jika permintaan melonjak). Risiko inflasi menekan kelompok ini paling keras.
Lapisan Menengah Bawah (Pekerja Harian, UMKM, Karyawan Swasta)✅
- UMKM & pedagang kecil: Biaya kirim barang & operasional naik → margin keuntungan tipis atau naikkan harga jual.
- Karyawan yang commuting pakai mobil/motor: Harus potong pengeluaran lain (hiburan, tabungan, pendidikan anak).
- Banyak yang pindah ke transportasi umum atau kerja dari rumah (jika memungkinkan).
Lapisan Menengah Atas & Profesional✅
- Paling terdampak langsung karena konsumsi Pertamax tinggi (mobil pribadi, keluarga).
- Bisa mengurangi perjalanan non-esensial, liburan, atau belanja impulsif.
- Tapi mereka lebih resilient (bisa pakai kartu kredit, tabungan, atau investasi untuk buffer).
Lapisan Atas / Bisnis Besar✅
- Perusahaan logistik & manufaktur yang pakai campuran BBM: Biaya produksi naik.
- Bisa menaikkan harga produk atau efisiensi (PHK ringan atau kurangi shift).
- Investor asing & pasar saham mungkin bereaksi negatif jangka pendek (IHSG fluktuatif).
RESMI: PERTAMAX NAIK JADI Rp16.250 PER LITER!
Per 10 Juni 2026, Pertamina melakukan penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green:
- Pertamax: Rp12.300 ➡️ Rp16.250 (naik Rp3.950 per liter)
- Pertamax Green: Rp12.900 ➡️ Rp17.000 (naik Rp4.100 per liter)
Adapun harga Pertamax Turbo, Pertamina Dex, DexLite, dan Pertalite tidak mengalami perubahan.
WOW WOW WOW JUST WOW 😱