Apakah musim depan Man City bisa juara Liga Champions bersama Erling Haaland? 🏆
Kami membuat simulasi #FIFA22 di laga semi-final dan final. 😅🎮
#VideoGame#ManchesterCity#UCL
PERBEDAAN PRESIDEN DULU DAN PRESIDEN SEKARANG...
PRESIDEN DULU RELA MENGUBUR MIMPINYA DEMI MENSEJAHTERAKAN RAKYATNYA...
PRESIDEN SEKARANG, RELA MENGUBUR RAKYATNYA DEMI SEMUA MIMPINYA....‼️
#2029PartaiGerakanRakyat#2029PartaiGerakanRakyat
🆘🆗
Kalau ditanya kecewa atau engga City gak menangin Premier League pasti gua jawabnya ya enggak. Dilihat dari permainan musim ini, City bisa dibilang mirip-mirip kaya musim lalu, Jelek. Kaget malah masih bisa bersaing sama Arsenal sampai GW 37😂
Udah sangat puas City bisa dapetin 2 trofi FA Cup dan Carabao Cup🏆🏆
Guys, Ahok baru ngomong sesuatu soal Chromebook dan MBG yang menurut gue paling jujur dan paling berani dari siapapun yang gue dengar dalam beberapa bulan terakhir.
Dan dia ngomongnya
bukan sebagai pembela Nadiem.
Dia ngomong sebagai orang yang paham betul bagaimana sistem pendidikan dan teknologi seharusnya bekerja.
Soal Chromebook dan kenapa Ahok marah:
Ahok bilang dengan sangat tegas:
pengadaan Chromebook itu sebenarnya adalah kebijakan yang sangat masuk akal secara logika.
Chromebook itu bukan laptop biasa.
Operating system-nya berbasis cloud sekali beli langsung include semuanya, tidak perlu diperbarui terus-menerus.
Harganya jauh lebih terjangkau
dari laptop konvensional.
Dan yang paling penting sistemnya dirancang agar anak tidak bisa nonton video porno, tidak bisa judi online, dan seluruh aktivitas belajar bisa dipantau.
Ahok kasih contoh nyata.
Ada guru di Jawa Barat yang punya empat sertifikat internasional bisa mengajar di level dunia. Ujiannya hanya 10 dolar.
Bayangkan kalau semua guru Indonesia bisa akses sertifikasi seperti itu lewat Chromebook yang terhubung Starlink di daerah terpencil anak di kampung tiba-tiba bisa belajar setara dengan anak di Kanada atau Australia.
Itu bukan mimpi.
Itu sudah bisa dilakukan sekarang dengan teknologi yang ada.
"Bayangin kalau semua anak kita di kampung ada Starlink juga kan.
Anak di kampung kita tiba-tiba belajar setara dengan orang di Kanada atau di Amerika atau di Australia."
Lalu kenapa Ahok merasa ini sengaja dihambat:
Ahok bilang dengan sangat hati-hati karena takut diproses hukum lagi tapi dia tetap bilang:
"Saya pikir ini sengaja."
Logikanya sederhana dan sangat keras.
Kalau rakyat pintar, rakyat kritis, rakyat bisa akses informasi dari mana saja mereka lebih sulit dikuasai.
Lebih sulit dibohongi.
Lebih sulit dimanipulasi menjelang pemilu.
Sistem yang membiarkan rakyat bodoh dan miskin adalah sistem yang menguntungkan mereka yang berkuasa.
Karena rakyat yang bodoh dan miskin lebih mudah disuap dengan sembako, lebih mudah digiring dengan hoaks, lebih mudah dikontrol dengan ketergantungan pada program-program yang terkesan murah hati tapi tidak memberdayakan.
MBG- makan bergizi gratis menurut Ahok adalah contoh dari cara berpikir yang sama.
Daripada kasih rakyat laptop yang bisa membuka pintu dunia, lebih mudah kasih makanan yang habis dimakan dan orang tetap tergantung besok makannya dari mana.
"Kalau saya tanya mau bikin sekolah bagus,
kasih makan bergizi atau rakyat punya laptop yang bisa komunikasi ke mana-mana?"
Yang paling menohok soal survei dan legitimasi:
Ahok tidak berhenti di situ.
Dia lanjutkan dengan sesuatu yang sangat pedas.
Pemerintah melakukan survei.
Rakyat bilang mereka suka makanan gratis.
Lalu itu dijadikan legitimasi untuk program MBG.
Seolah-olah karena rakyat minta ya sudah diberikan.
Tapi Ahok membaliknya:
kalau kamu memberikan sesuatu kepada orang yang tidak pernah tahu bahwa ada pilihan yang jauh lebih baik tentu mereka akan pilih yang ada di depan mata.
Itu bukan preferensi yang genuine.
Itu keterbatasan informasi yang dimanfaatkan sebagai justifikasi.
"Mereka juga pintar.
Dia survei, Pak.
Rakyat suka makanan itu jadi legitimasi."
Dan soal Nadiem yang sekarang dituntut 27 tahun:
Ahok tidak membela Nadiem secara personal.
Tapi dia bilang satu hal yang sangat logis dan sangat sulit dibantah:
Menteri itu tidak pernah menyentuh
anggaran secara langsung.
Menteri membuat kebijakan.
Yang mengeksekusi adalah birokrasi di bawahnya.
Kalau ada yang salah dalam eksekusi pertanyaannya adalah:
apakah menteri yang memerintahkan secara eksplisit?
Apakah ada aliran dana yang bisa dibuktikan masuk ke kantong menteri?
PPATK sudah menjawab:
tidak ada.
Nol aliran dana ke Nadiem dari siapapun.
"Saya pikir ya ini soal profesionalisme.
Menteri kan enggak pernah nyentuh anggaran perantaran kan, kecuali dia nyuruh ya atau terima ya."
Ahok tidak sedang bicara soal
Chromebook sebagai produk.
Dia sedang bicara soal pilihan fundamental sebuah bangsa:
apakah kita mau membangun rakyat yang pintar dan mandiri, atau kita mau mempertahankan sistem di mana rakyat tetap bergantung pada belas kasihan penguasa?
MBG memberikan makan hari ini.
Chromebook bisa mengubah nasib seumur hidup.
Dan ketika kebijakan yang lebih transformatif justru dipersoalkan secara hukum sementara program yang lebih konsumtif dirayakan sebagai prestasi itu bukan kebetulan.
Itu adalah pilihan yang sangat disengaja oleh mereka yang paling diuntungkan dari rakyat yang tetap tidak berdaya.
“Pak, kenapa hidup begini amat ya? Aku capek ditolak terus.”
Begitu kata Antoine Semenyo sambil nangis ke bapaknya di mobil mereka waktu itu. Semenyo yang masih 15 tahun ngerasa down karena gak diterima akademi Arsenal, Spurs, Fulham, Millwall, dan Crystal Palace.
Dia udah mau nyerah sama yang namanya sepak bola. Mentalnya kena. Bayangin seorang bocil yg rela ngorbanin waktu main sama temen buat fokus latihan tiap abis pulang sekolah, tapi gagal trial berkali-kali.
Setahun dia rehat dari sepak bola. Nikmatin waktu bareng temennya, nyoba main basket, bener-bener gak nyoba buat trial di mana-mana. Udah gak minat.
Sampai lah di tahun 2016. Waktu itu, omnya Semenyo denger ada trial yg lagi diadain SGS College. Semenyo sebenernya udah males ikut karena badannya juga udah agak berisi.
Tapi, dia mikir, ya elah apa sih kemungkinan terburuk, paling juga ditolak lagi. Udah kenyang penolakan, akhirnya dia ikut tanpa ekspektasi tinggi.
Kerennya, pas trial waktu itu Semenyo justru gacor banget. Nyetak gol terus, dan akhirnya dia mulai suka sepak bola lagi.
Sparks buat jadi pemain pro udah balik, akhirnya dia serius ngejar mimpi itu lagi. Ikut program SGS tadi, sambil belajar sports science.
Dia terus improve, sampai di titik dapet tawaran kontrak dari klub yg sblmnya nolak dia, Crystal Palace. Tapi, Semenyo akhirnya lebih milih Bristol City yg deket dari tempat tinggal dia waktu itu.
Tahun 2018, dia dapet kontrak pro pertama bareng Bristol City. Malam ini, dia nyetak gol penentu gelar FA Cup Manchester City.
Jadi apa gais? Yak, dari Semenyo kita bisa belajar kalo penolakan di awal2 karier emang sakit banget, nangis dan setback pun gapapa. Tapi dari situ lah mental kita kebentuk.
Learn how to handle rejection well. Keep on believing & better days are coming 🧘♂️
Save your tears for another daaaay~