prabs ga malu apa lu? pemilih lu selalu template bilang “apa2 prabs yg dikritik, ank abah cuma bisa nyalahin presiden” ya MENURUTT LO?!! anies yg lg diem gtu gua kata2in?? jelas ini program udh gila, media kena bungkam pula, noh aceh banjir lg melek woii
Jadi sekarang tuh dia bikin semua baru dari awal ya?
- Sekolah Rakyat (SD)
- Sekolah Terintegrasi (SMP)
- Sekolah Garuda (SMA)
- Universitas Republik Indonesia (Kampus)
SD, SMP, SMA, Kampus negeri apa kabar? Gurunya masih susah? Dosennya masih susah?
Itu dosen sampai ada bawa gaji pokok di bawah UMR ke MK?
Itu ada rektor ngeluh dana dari APBN tinggal 16% dari budget dia ke DPR?
Itu mahasiswa anak PNS masih dapet UKT tertinggi dan gak bisa dapet KIPK?
Itu ada calon presiden ngomong guru cuma dapet 400 ribu rupiah, how can you live?
Kenapa pejabat kita gak belajar Sejarah, sih? 😫
Dalam ilmu ekonomi, ada yang namanya insentif menyimpang (perverse incentive), sebuah struktur insentif yang menghasilkan dampak buruk, terutama ketika dampak tersebut tidak terduga dan justru bertentangan dengan niat awal pembuatnya.
Ini ada cerita Sejarahnya.
Pada masa penjajahan Inggris di India, pemerintah kolonial merasa sangat terganggu dengan banyaknya ular kobra yang berkeliaran di kota Delhi. Ular-ular berbisa ini membahayakan keselamatan penduduk lokal dan para pejabat asing yang tinggal di sana.
Untuk memecahkan masalah ini, para pembuat kebijakan menawarkan hadiah uang yang menggiurkan bagi siapa saja yang bisa menyerahkan bangkai ular kobra. Masyarakat merespons tawaran ini dengan sangat antusias lalu mulai berburu ular kobra di setiap sudut kota demi mengumpulkan imbalan.
Penduduk yang cerdik segera menyadari jalan pintas termudah untuk memanen uang dari program pemerintah tersebut. Mereka mulai menernakkan ular kobra di dalam lingkungan rumah tangga mereka sendiri supaya bisa terus mengklaim hadiah uang secara rutin.
Pemerintah pada akhirnya menemukan taktik rahasia para peternak ular ini setelah menyadari jumlah klaim hadiah yang terus meningkat tajam secara mencurigakan. Pejabat kolonial lalu mencabut dan menghentikan program pemberian hadiah tersebut agar kas negara aman dari kerugian finansial yang berlanjut.
Para peternak yang merasa rugi langsung melepaskan semua ular kobra peliharaan mereka ke jalanan karena binatang tersebut sudah benar-benar kehilangan nilai jualnya. Populasi liar ular kobra di kota Delhi pada akhirnya membengkak drastis melampaui jumlah aslinya pada saat sebelum program hadiah itu bermula.
Kemungkinan:
-Sudah hidup di dunia imajinasinya sendiri
-Terjangkit Narcissistic Personality Disorder (NPD)
-Dipikirnya rakyat tolol semua
-Tidak ada niat untuk bekerja untuk rakyat, tapi "berkuasa" untuk bisa memeras & ngibuli rakyat
Apa lagi?
imbas pidato prabowo yang sebut jurnalis = londo ireng:
- aliansi jurnalis independen desak prabowo minta maaf
- istilah itu sejarahnya berat
- dulu dipakai buat sebut pengkhianat bangsa yang berpihak ke belanda
- bayu tegaskan jurnalis itu pilar demokrasi
- enggak pantas disamakan dengan pengkhianat bangsa
- aji minta pemerintah lebih terbuka terima kritik sebagai bahan evaluasi, bukan ancaman
Kalo ada konten demo lewat diberanda kalian langsung like dan posting ulang!
Jika itupun kalo Kalian peduli dengan kecemasan negara saat ini, dengan melakukan itu secara tidak langsung kita membantu perjuangan temen" yg disana melalui sosial media, karena media terbungkam!
Ucapan “Londo Ireng” Mengkhianati Mandat Konstitusi dan Kedaulatan Rakyat
Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengecam keras pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyamakan wartawan, pengamat, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dengan “Londo Ireng”. Pernyataan tersebut bukan sekadar candaan atau gaya komunikasi personal. Ia merupakan pelabelan terhadap kelompok kritis sebagai pihak yang tidak setia kepada bangsa, bekerja untuk kepentingan asing, bahkan secara tersirat sebagai pengkhianat.
https://t.co/CrGMnwiTzQ
YANG MILIH DIA SIAPA SIH? DARI DEBAT UDH KELIATAN JELEK, PENJAHAT HAM, PROGRAM JELEK, GAADA VIBES MERAKYAT SAMA SEKALI, PURA-PURA MERAKYAT PUN NGGAK, PURE AROGAN DAN KELIATAN AROGAN, SPEECH JELEK, KOMUNIKASI JELEK, ANTIKRITIK, ANTIPERS, GA KULIAH. DIA TUH GAADA BAGUS2NYA SAMSEK
🚨info : update situasi demo hari ini 22 Juli 2026
Sudah gelap tapi mereka masih berjuang demi perubahan kondisi negara, hukum dan ekonomi tempat tinggal kita. Jangan lupa kita support lewat doa & sosial media kita🔥💪🏻
berarti lu belum tau😭 orang Indonesia rasisnya gak langsung ke muka lo, tapi backhanded compliment bilang "Idaman bule, eksotis, kayak bule banget" OR dibilang aura magrib, gak pernah mandi, sometimes they talk behind your back
Pernah kepikiran ga sih, gimana kalo kadang kita gagal bukan karena ga mampu, tapi karena udah keburu dibuat percaya kalo kita ga mampu?
Ada satu penelitian tentang stereotip gender yang menarik
Peneliti meminta sekelompok mahasiswi mengerjakan tes matematika. Tapi sebelum tes dimulai, mereka dibagi ke tiga kelompok:
Ada yang diinfo kalo perempuan lebih buruk dalam matematika dibanding laki laki, ada yang diinfo perempuan lebih unggul, dan ada juga yang diinfo kalo ga ada perbedaan kemampuan antara perempuan dan laki-laki
Sebelum ngerjain soal, semua peserta diminta memperkirakan dulu seberapa baik mereka dalam mengerjakan tes tersebut
Hasilnya, si mahasiswi yang dapet stereotip negatif punya ekspektasi yang lebih rendah terhadap performanya sendiri. Mereka juga memperoleh nilai matematika yang lebih rendah dibanding kelompok lainnya.
Menurutku, penelitian ini bisa menunjukkan kalo stereotip negatif bisa mempengaruhi ekspektasi seseorang terhadap dirinya sendiri, dan ekspektasi itu dapat ikut mempengaruhi performanya
Tapi menariknya, penelitian lain ternyata menemukan bahwa orang dengan self-efficacy (keyakinan terhadap kemampuannya sendiri) yang lebih tinggi cenderung lebih tahan terhadap dampak stereotype threat. Jadi, ga cuma stereotip yang berpengaruh, tapi juga gimana kita memandang kemampuan diri sendiri
Kalo kalian sendiri gampang minder ga semisal ada yg ngejelekin?