Sedih ya, Saat rakyat turun ke jalan, layar TV nasional terasa biasa saja. Tapi media Korea Selatan justru ikut menyoroti apa yang terjadi di Indonesia, bahkan membahas program MBG.
Bukan soal setuju atau tidak. Yang dipertanyakan adalah, kenapa suara dari luar terdengar lebih lantang daripada suara dari dalam negeri?
Dulu waktu SMP, guru fisika gue pernah ngomong sesuatu yang sampai sekarang masih nempel di kepala.
Beliau bilang, "Bapak ngajar di depan kelas bukan karena lebih pintar dari kalian. Cuma kebetulan aja Bapak lahir lebih dulu, jadi materinya udah belajar duluan."
Terus beliau lanjut, "Nanti kalau umur kalian udah sama kayak umur Bapak sekarang, besar kemungkinan justru kalian bakal jauh lebih hebat dari Bapak."
Jujur, kalimat sesederhana itu ngena banget. Orang yang ilmunya tinggi tapi tetap rendah hati emang punya kelasnya sendiri. Mereka nggak merasa paling hebat, nggak haus dipuji, dan nggak sibuk minta dihormati.
Akhirnya terjadi yang saya khawatirkan. Ini bukan semata karena UKT naik, tapi karena pemerintahan Presiden @prabowo menganggap calon mahasiswa dari keluarga yang penghasilannya 2,5juta dari Provinsi dgn UMP Rp2,4juta, dianggap anak orang kaya yang mampu membiayai UKT nya secara mandiri, Sehingga tidak berhak mengakses KIPK.
Kebijakan edan !!!
Dikasih kuasa menjadi seenaknya, malah membuat kebijakan yang sudah baik, jadi buruk.
Lewat di tl langsung bikin diem bentar. Merinding beneran denger doanya
“Jika bapak mengkhianati rakyat, maka saya orang pertama yang bersaksi di hadapan Allah SWT dan meminta melipat gandakan siksaan Bapak di Neraka”
UAH Kepada Prabowo.
Ngeri bgt, urusan amanah rakyat emang taruhannya langsung akhirat. Jangankan jd pemimpin, jd rakyat yg denger kalimat ini aja langsung deg-degan bgt 😭
Bedanya program bener dan enggak: liat kalau dicabut, yang protes yang nerima manfaat.
***
Kalau BPJS dihentikan yang protes rakyat yang berobat
Kalau KIPK dihentikan yang protes mahasiswa penerima
Kalau Subsidi BBM dikurangi yang protes rakyat kecil
***
Kalau MBG dihentikan, yang protes siswa dan ortunya?
Nggak. Bukan.
Yang protes pegawai SPPG.
***
Jadi siapa penerima manfaat MBG?
pendapat connie soal teddy indra wijaya:
- Teddy adalah "katup" yang halangi informasi masuk ke Prabowo
- Tidak ada yang bisa mendekat ke presiden selain Teddy
- Saran Connie: Teddy libur dulu biar informasi bisa masuk bebas
- Ring satu istana pun mengeluhkan dominasi Teddy
- Prabowo bisa jadi raja telanjang dikelilingi yes-man, tidak ada yang jujur
- Center of gravity presiden harusnya negara, bukan satu orang
- Lebih baik Prabowo dengarkan Dasco, Safri, Tito yang lebih matang
- Prabowo tidak tahu kondisi nyata rakyat karena semua disaring Teddy
Efek MBG di stop sementara:
1. Harga telur turun jd 24k
2. Harga ayam turun jd 30k
3. Susu uht plain tidak langka
4. Rupiah menguat sedikit
5. IHSG cetak +5%
6. Tidak ada siswa keracunan
7. Para Ka SPPG yg joget2 di bogor, pada gigit jari
8. Guru jadi ga sibuk buang sisa makanan dan ngitung ompreng
Ini baru stop semntara dalam beberapa hari, ekonomi langsung lebih baik.
Apalagi STOP TOTAL?
SETUJU MBG STOP TOTAL?
Kemarin, @TheEconomist mempublikasikan dua artikel soal Indonesia
Judul artikel pertama: Presiden Indonesia sedang membahayakan ekonomi dan demokrasi
Subjudulnya: Prabowo Subianto terlalu boros dan terlalu otoriter
Perlu diketahui, Spendthrift artinya orang yang menghamburkan uang secara tidak bijak. Diksi ini lebih keras dari sekadar “boros”. Dalam konteks negara, ada kesan ceroboh dan tidak bertanggung jawab secara fiskal.
========
Judul artikel kedua: Indonesia, negara mayoritas Muslim terbesar, sedang menempuh jalur yang berisiko
Subjudulnya: Prabowo Subianto sedang menggerogoti keuangan negara—dan demokrasinya.
Di artikel ini, pemilihan diksi “Eroding” rasanya memperkuat artikel lainnya. Jeopardising (membahayakan) masih bicara soal risiko ke depan. Eroding (menggerogoti) berarti prosesnya sudah berlangsung. Rasanya pelan, diam-diam, tapi nyata. Bagaikan batu yang berlubang oleh tetesan air.
Mohon maaf kalau teman2 banyak yg kurang suka. Dari yg aku denger di sekeliling, mereka yg tidak main medsos rata2 ternyata suka dengan kepemimpinan Prabowo. Yang petani suka sama pemerintahan sekarang karena menurut mereka Prabowo memperhatikan petani.
"Harga pupuk turun dan harga beras stabil tinggi, ya baru era Prabowo ini."
Demikian yg aku denger dari salah satu tetangga.
Sementara emak2 yg tidak terjangkau medsos suka dengan program MBG lantaran dengan program tersebut uang jajan untuk anaknya jadi berkurang.
Saya rasa, inilah yg kerap tidak disadari sama oposisi. Mereka hanya fokus pada perang opini via medsos, tapi melupakan kalangan grassroot yg tidak main medsos.
Okelah, mungkin 70% rakyat Indonesia sekarang punya akun medsos. Masalahnya dari jumlah tersebut, yg benar2 aktif di medsos berapa persennya? Katakanlah 60%, berarti 60% dari 70%, ketemulah angka 42% rakyat Indonesia yg sehari2 tak bisa lepas dari medsos.
Nah, dari jumlah tersebut yg aktif mengikuti perkembangan politik berapa persennya? Yaaah, paling 45-50% lah.
Artinya hanya sekitar 20% rakyat Indonesia yg melek politik karena rajin mengikuti berbagai opini dan isu2 politik yg kerap mendominasi topik perbincangan di medsos. Selebihnya adalah pengguna medsos yg lebih sering menjadikan medsos sebagai ajang hiburan, konten kreator yg hobi joged2 nggak jelas, hingga mereka yg jadi fansbase selebritis.
Itu data kasarnya. Alhasil oposisi hanya fokus menggarap sekitar 20% calon pemilik suara Pilpres 2029. Belum lagi, Prabowo selaku petahana memiliki akses luas terhadap anggaran puluhan triliun yg dapat ia cairkan menjadi bantuan sosial jelang perhelatan 2029.
Melihat realita ini, jika tidak ada kejadian luar biasa yg mengubah arah politik sekelas Reformasi 1998, prediksi saya Prabowo akan terpilih kembali pada Pilpres 2029.
cc:arygumintang
Kita pernah punya calon presiden yang mau memastikan setiap keluarga setidaknya punya 1 sarjana utk mengubah nasib keluarganya, memotong rantai kemiskinan.
Kita pernah punya calon presiden yang peduli sama daycare di kantor agar ayah ibu yang harus bekerja tidak perlu was-was soal anaknya.
Note: ini program 2 dari 3 calon presiden ya. Dan keduanya nampaknya berhasil sebagai sosok ayah dan suami yang baik untuk keluarganya, memberikan teladan bagi banyak orang yg fatherless, dan perempuan korban irresponsible husband.
kalian boleh ndak suka sama mutualku ini, tapi
dia menjanjikan daycare saat kampanye pilkada DKI 2016, dan beneran membangun 32 daycare profesional ketika jadi gubernur.
saat menjadi mendikbud 2014, dia juga membuatkan daycare di kantor kementrian [yg kemudian digusur].
sayangnya, masyarakat kita ga terlalu peduli dengan hal-hal seperti ini, janji serupa di pilpres 2024 cuma dianggap remeh.
sekarang ketika ada kasus daycare malpraktek di jogja yg kemudian viral, kita cuma bisa menuntut pertanggungjawanan setelah kejadian, karena akar masalahnya tidak pernah jadi perhatian.
mereka gak care pentingnya daycare.
#lamjutkanmbg
Gaes pokoknya ati2 kalo nerima nasehat. Soalnya crab mentality di sini serem banget soalnya. Contoh:
-> nyuruh kita gausa berteman baik dgn temen kantor, padahal mungkin dianya sendiri yang ga bs berteman atau kebetulan kantornya toxic.
-> bilang kalo nyari beasiswa kuliah cuma buat yg kaya2 aja biar kita ga berani nyoba, padahal mungkin dia pernah gagal dan takut insecure kl kita berhasil. Faktanya, byk beasiswa yg dibuka utk siapapun, ga harus org kaya.
-> yang lagi rame, ngasi tau kalo IPK dan Organisasi kampus ga penting, padahal bisa jadi karena emang dianya aja yang IPK-nya jeblok dan ga ikut ormawa, padahal ini potensi bgt buat dunia kerja
Gausah edgy kalau om tante di kampung nanya
"kapan lolos? kapan kerja? kapan nikah?"
karna mereka taunya cuma itu. masa expect mereka nanya "integrasi OpenClaw ke telegram caranya gimana?"
jawab baik-baik aja. dan jangan ulangi ke anak/ponakan kelak
toh ketemu juga jarang
Dulu ada laki2 bercerita soal gaji 3 juta, lalu direndahkan sampai serendah2nya kalau uang sgtu cma untuk perawatan hewan-nya.
Hari ini ada suami bercerita kalau istrinya menggunakan pinjol 300 juta, tapi tetap mendapatkan reaksi jelek krna mau berpisah.
Laki2 katanya jangan suka menyimpan dan menahan emosi dalam dirinya. Harus berani bercerita apa yang dia rasakan.
Tapi ketika laki2 bercerita…dia tetap disalahkan walaupun dia benar.
Sudah benar laki2 jangan bercerita apapun di sosmed.
Modus operandi zionis :
1. Serang negara orang lain lebih dulu
2. Bunuhin anak-anak, wanita, lansia
3. Hancurkan sekolah dan rumah sakit
Habis itu kan dibales tuh.
Tiba-tiba tentara dan sarana militer mereka dapat perlawanan.
Fasilitas militer dan intelijennya rusak.
Warganya nangis-nangis histeris.
Disiarkan pakai media afiliator & sosmed buzzer2. Then repeat.
Begitu TNI masuk Gaza,
- Israel akan bunuh anak Gaza, tapi nanti diframing prajurit Indonesia yang bunuh. (Agar tercipta antipati terhadap Indonesia di Gaza).
- Israel akan bunuh prajurit Indonesia, tapi nanti diframing bahwa Hamas yang bunuh tentara Indonesia (Agar tercipta antipati terhadap Gaza di Indonesia).
Saat TNI bertugas di Gaza, siap-siap berbagai framing kotor Zionis untuk memecah belah persaudaraan antara Indonesia dan Palestina.