โ RESMI : Persib Bandung akhirnya mengumumkan pemain terbaik Liga 1 musim lalu, Mariano Peralta (28/LW/๐ฆ๐ท) jadi amunisi baru mereka untuk musim depan. ๐๐ต
Peralta sendiri jadi pemain ketujuh yang direkrut Persib musim ini setelah : Gabriel Mutombo, Luka Menalo, Gakuto Notsuda, Sandy Walsh, Ragnar Oratmangoen, dan Balsa Sekulic.
๐บ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐ ๐ ๐ฑ๐๐๐๐๐ ๐ฐ๐๐ ๐๐๐๐๐๐, ๐น๐๐๐๐๐ ๐ถ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐! ๐ฎ๐ฉ
Wak Haji Ragnar is a blue! ๐
Selamat datang di rumah baru dan birumu! ๐๐ฎ๐ฉ
Fifth signing of the season! ๐ต
#BandungFootball#BFCOM#Persib#Bobotoh#WilujengSumping
Telihat taktikal? Tidak? Terlihat bodoh? Ya jelas terlihat bodoh dan konyol... Ini banyak yang mengabaikan sisi disiplin dan safety alias ngawur! Muzzle discipline tidak ada, kena sapu semua oleh laras senapan kawan di belakangnya, dan ada yang telunjuk masih menempel di pelatuk.
Mau hyrox, padel, tenis, lari, kalistenik, sepakbola, renang, sepeda dsb intinya tu olahraga rutin.
Membuat orang mager ke olahraga rutin itu sulit.
Mau dia abisin uangnya kek, itu uang dia. Bukan uangmu.
Jadi, daripada berdebat mending waktunya buat olahraga saja
Sebelum melihat videonya dan baca narasi yang *redacted*, saya kira korban adalah pelaku perampokan/tawuran yang bawa senjata mainan, sehingga ketika ada polisi datang, langsung diasumsikan sebagai perampokan yang sedang berlangsung, sehingga harus langsung ditindak, ternyata tidak... Personel polisi ini gagal dalam membaca situasi, anak-anak ini sedang bermain, seperti halnya anak-anak di seluruh Indonesia membeli senjata mainan untuk bermain saat Ramadhan.
Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah klaim "tembakan peringatan" yang membunuh korban. Apakah peluru di dalam pistol langsung peluru tajam? Jika iya, kenapa tembakan peringatan ditembakkan? Ini di tempat padat penduduk, menembak ke atas ya peluru akan ke bawah lagi dan jatuh ke atap warga, menembak ke bawah ya pelurunya bisa memantul nyasar ke mana-mana. Jika karet, paham kan SOP peluru karet untuk di-skipping terlebih dahulu ke aspal? Bukan langsung ke badan target? Kalau hampa, kok ya bisa sampai meninggal dunia? Laras ditempelkan ke korban?
Pertanyakan, publik BERHAK mengetahui kebenarannya, jangan biarkan tak terjawab.