๐๐๐ฅ๐ ๐๐ข๐๐๐, ๐ฅ๐๐ฉ๐ข๐๐จ๐ฆ๐ ๐๐ง๐จ ๐๐๐ ๐จ๐๐๐
Sejarah baru Indonesia selalu dimulai dari kota ini...
Jalan yang panjangnya tak lebih dari 2 km ini adalah detak jantung Indonesia.
๐ฆ๐ฎ๐ฎ๐ ๐ ๐ฎ๐น๐ถ๐ผ๐ฏ๐ผ๐ฟ๐ผ ๐๐๐ฑ๐ฎ๐ต ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ด๐ผ๐น๐ฎ๐ธ, ๐ถ๐๐ ๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐ต ๐ด๐ฒ๐ป๐ฑ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐ฏ๐ฎ๐ด๐ถ ๐ฝ๐ฎ๐ฟ๐ฎ ๐ฝ๐ฒ๐ป๐ด๐๐ฎ๐๐ฎ ๐ฝ๐ผ๐ป๐ด๐ฎ๐ต ๐ป๐ฒ๐ด๐ฒ๐ฟ๐ถ ๐ถ๐ป๐ถ.๐ฅ
|๐ต๐๐๐๐๐๐: ๐๐๐๐๐๐ ๐น๐๐๐๐|
Suporter selalu menjadi alasan dibalik sanksi dan denda. Kita selalu disalahkan. Selalu dibenturkan sesama. Kita mungkin berdiri dibawah stadion yang berbeda. Tapi, sekarang kita bediri di pihak yang sama!
DIY BERSATU! ๐๐โค
Jogja Police Watch (JPW) melayangkan kritik tajam terhadap kinerja Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam mengamankan aksi massa di kawasan Malioboro.
JPW menilai kepolisian melakukan pembiaran dan standar ganda yang mencederai prinsip penanganan keamanan secara humanis.
Aktivis JPW, Baharuddin Kamba, menyatakan bahwa pihaknya mendapati adanya indikasi kuat pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) oleh aparat di lapangan.
Kritik ini mencuat setelah beredarnya rekaman video di media sosial yang menunjukkan sekelompok orang tak dikenal melakukan pelemparan terhadap massa aksi, namun justru mendapatkan perlindungan dengan berlindung di balik barikade aparat kepolisian.
"Dalam video yang beredar luas di media sosial terlihat sejumlah orang yang melakukan pelemparan terhadap massa aksi tapi justru berlindung dibalik barisan atau barikade polisi. Inikan aneh bin ajaib," ungkap Kamba, Kamis (29/10/2026).
JPW menyayangkan sikap aparat yang terkesan abai terhadap kelompok perusuh tersebut, sementara di sisi lain justru bertindak represif dengan memukul mundur massa aksi hingga kawasan Tugu Yogyakarta.
Kontras penanganan ini membuat JPW mempertanyakan komitmen dan janji Polda DIY dalam mengawal aksi secara humanis.
"Lantas, dimana janji Polda DIY yang mengamankan massa aksi secara humanis. Humanis terhadap siapa? Apa benar itu merupakan massa tidak dikenal?" cetus Kamba.
Sebagai langkah tindak lanjut atas dugaan pelanggaran SOP tersebut, JPW secara resmi mendesak sejumlah lembaga tinggi negara dan pengawas independen untuk segera turun tangan melakukan investigasi komprehensif di Yogyakarta.
"JPW mendorong Mabes Polri, Komisi III DPR RI, Komnas HAM RI maupun Kompolnas RI turun ke Yogyakarta untuk menyelidiki dugaan pelanggaran SOP yang dilakukan oleh Polda DIY dalam penanganan aksi massa yang terjadi di kawasan Malioboro," pungkasnya.
Jadikan https://t.co/en8Xa9nh9s sumber berita:
Klik https://t.co/Q6CsR9GSL6 & centang sebagai referensi pilihan. Follow akun ini & bagikan konten menarik lainnya.
#PoldaDIY #humanis #lindungiperusuh #demojogja BM
Warga sosrowijayan, bebrapa aliansi memprotes tindakan arogan ormas dan aparat yang berlebihan. Terpantau satu orang debtan kondisi kepala bocor di amankan dengan tidak manusiawi
Pada aksi di Jogja (28/10), juga terdapat elemen Supporter yang turun ke jalan, bahkan bisa dibilang mayoritas dari aksi kemarin di Jogja kemarin adalah kelompok supporter, dan ternyata berlangsung secara alot, bahkan friksi mereka tak hanya dengan Polisi, melainkan (Supporter Jogja pasti ngeh)..
rivalitas diantara mereka tanggalkan, dan boom! kalian liat sendiri kemarin bagaimana mereka "mengorganisir" diri, baik dari pra hingga pasca aksi.
Sepertinya, para supporter di Indonesia mulai perlu bersatu untuk membentuk aksi kolektif guna menyuarakan apa yang perlu disuarakan, di Jogja terbukti untuk setidaknya melakukan perlawanan, bahkan hingga dinihari.
Skill adaptif para supporter ini di atas rata-rata, dengan polemik dan segala hiruk pikuknya, mereka tetap bisa lewati
mengapa supporter bola merupakan elemen yang supperior? jika ditilik dari percakapan Pangeran dan Zen Rs ada benarnya
>Suporter secara konsisten melakukan kerja-kerja kolektif setiap minggu, jauh lebih intens dibanding banyak kelompok masyarakat sipil lainnya
>Hal ini mencakup urusan logistik yang kompleks seperti mengatur transportasi untuk away days (melintasi daerah konflik atau berurusan dengan biaya), berkoordinasi dengan sesama anggota, hingga manajemen rute perjalanan
>Kelompok suporter memiliki kesadaran kolektif yang sangat tajam dalam mengelola dinamika di stadion. Mereka memiliki cara sendiri untuk menjaga solidaritas dan menjalankan aksi di tribun, termasuk taktik untuk membawa atribut (seperti flare atau spanduk) melewati pemeriksaan keamanan yang ketat
>Tidak seperti kelompok lain yang mungkin memerlukan stimulus finansial atau instruksi top-down, suporter bergerak berdasarkan common identity (identitas bersama). Mereka memanfaatkan waktu luang mereka untuk kepentingan yang mereka sadari sendiri
>praktik seperti ini menciptakan sistem jaringan yang tulus dan sulit dikontrol oleh pihak eksternal karena tidak adanya "tanah perjanjian" atau janji imbalan formal di luar kecintaan terhadap klub
setuju dengan perkataan Zen Rs tentang masyarakat sipil yang ingin membentuk front pergerakan, tapi masih belum melirik supporter, maka perlu diperhitungkan ulang.
Kota ini seperti sedang menumpahkan segala hal yang terlalu lama dipaksa diam.
Stay safe teman-teman. Rekaman Jogja malam ini hingga pukul 9.30 dan masih berlanjut.
#yogyakarta
bukan pendatang. ini suporter jogja jadi satu, pengalaman jelas sudah teruji 12 jam pun diladeni hormat buat teman teman yang berjuang!!๐ซก๐ข๐ต๐ด sekali lagi ormas TAEK tidak berfungsi!
Aparat di pukul mundur peserta aksi๐คฃ๐
Sudah malam masih bertahan, ini benaran mahasiswa atau penyusup dari geng solo?
Semakin malam semakin curiga permainan genk solo semua ini.
โPolisi kok malah ngelindungi ormas?โ
FIRST BLOOD
โKoe sakmono akehe gaiso berantas klitih yo ngopo? Malah meneng wae, giliran demo ngene lagi metu kabehโ
DOUBLE KILL
WAH SAMPEYAN JUARA MAS!
Sudah mewakili banyak uneg uneg warga jogja.