Kadang aku bangga bisa stand strong as a woman, sampai akhirnya aku sadar, aku survive bukan aku kuat, tapi karena literally ngga ada yang bener-bener ngebackup. Dan setiap aku butuh someone to lean on, aku kira aku kuat, padahal aku cuma kebiasaan nanggung semuanya sendirian.
aku bilang ke istri, santai sambil tiduran di sofa.
"aku kan udah bantu cuci piring"
dia melongo, tapi matanya ngomong sesuatu
malamnya, dia duduk di depanku
"mas boleh tanya satu hal?"
"boleh"
"Bantu siapa?"
dua kata, dan aku ga bisa jawab