โiโm not, indeed.โ it was his umpteenth visit here, but you didnโt need to know. โare you a resident of this city, miss? could you please show me around, @replyinvoid?โ
Salutation, !2DFess โ This arrival marks his intention to look for new acquaintances to converse with. Should you be willing to get to know him, do drop your IC below. The default closeness shall be stranger, unless stated otherwise. Much obliged. [W-OC, a scientist.]
Bagiku, kedua mata itu tidak akan berguna meskipun terbuka. Karena apapun yang ku lakukan pada kedua manik rembulanku, tanpa cahaya rembulan itu sendiri, yang terlihat hanyalah kegelapan tak berdasar.
@DevilSanction โฎ โ For a moment, I give him a faint smile. Almost invisible, โI wish could give an answer to you, sir.โ in fact, I am looking for the answer. I slowly turns around to his presence. โWhat are you doing under the moonlight?โ
@solavelia โฎ โ Seandainya kamu tahu bila diriku akan sulit melihat ketika sinar mentari hadir, karena tiada cahaya rembulan menemani. Seringkali tanganku akan menepuk bahu orang secara acak. โPermisi, nona. Apakah ada tempat tuk meneduh?โ
@naitokarasu โฎ โ Dibandingkan dengan kebisingan yang selama ini selalu ku dengar di lingkungan ku, harus diriku mengakui bila kota Osaka lebih bising. Tak dapat kurasakan apapun, selain tangan yang kini asal meraih bahu seseorang. โPermisi...โ
@stringtheatre โฎ โ โPermisi, apa anda tahu dimana letak Kuil Tsukuyomi?โ Aku tahu rasanya tidak sopan memotong pembicaraanmu dengan menepuk bahumu, semoga kamu memaafkan kesalahanku untuk itu.
@speilblomst โฎ โ Ada rasanya diriku bertanya tujuan untuk dilahirkan, kehilangan penglihatan namun cahaya rembulan kini menjadi mataku dalam melihat dunia. โOjou-san, bagimu, takdir itu mutlak?โ
@2DRP_AU asagao.โ NDER... SEBAGAI SESAMA OC BERTEMA KAMI (็ฅ)... mari berteman. ๐ญโ๏ธโ๏ธโ๏ธ Kami akan meninggalkan โtakdirโ sebagai kata kunci, terima kasih!
@bluntective โฎ โ โKamu sepertinya memiliki suatu kisah yang melelahkan?โ Bukan tanpa sebab diriku hadir di tempat dirimu hendak menghabiskan waktu malam, apalagi di jembatan ketika sepi mulai menghampiri.