Aku akan menata kembali semuanya yang berantakan dan lebih memilih berdamai serta mengikhlaskan banyak hal yang tak bisa dipaksakan, mungkin ada beberapa part dijadikan sebagai pelajaran, Berbahagialah !!!! Agar hancurku tak sia-sia .
Aku mulai paham bahwa trauma ku memang tak pernah berisik, ia datang tak dengan bekas luka yang terlihat orang lain. Ia hanya berupa diam yang terlalu lama di dalam kepalaku
Sering kali, aku merasa sangat ingin "pulang". Padahal aku sedang duduk di sofa rumahku sendiri, menatap dinding yang aku cat dengan tanganku sendiri. Aku tersadar bahwa rumah bukan sekedar alamat, ia adalah rasa aman yang sudah lama hilang dari dadaku.
Aku kira aku sudah berdamai dengan segala kehilangan, tapi trnyata setiap hari aku memeluk diriku, mncoba menyatukan srpihan2 hatiku yg tlh lama hncur, mncoba tnang tp smakin lma smakin hncur, smua yg tlah pergi, smua yg tak lagi sama, ternyata aku tak pernah baik baik saja
Kalau ada masa yang ingin aku hilangkan tentu itu masa SMA kalau ada yang mau ku ulang tentu itu tahun 2013-2015, kalau ada yang harus aku pilih tentu tetap hari ini..
Terkadang aku cuma mau lebih unggul hanya dari dia, aku tidak peduli siapapun aku hanya ingin lebih sedikit unggul dari dia tapi ternyata aku sudah kalah
Ternyata ikhlas itu benar benar sulit, sangat sulit. Dan ternyata hampa ya menjalani sisa hidup dengan mimpi yang sudah tidak mungkin lagi. Bagaimana caranya lagi untuk bisa semangat.
Logika ku baru jalan saat penghasilanku setiap bulan 2 digit tapi tabunganku sedikit dan aku gak punya apa2 ! Cape banget gak sih , kaya anjirrr gitu kenapa semua yg aku mau harus di tunda kenapa harus ngalah terus , gak adil banget hidup..
Hari harinya memang tidak akan pernah seindah harapannya lagi. Sore hari yang selalu dia tunggu memang tidak pernah akan seindah dalam mimpinya. Semua memang tak seindah mestinya. Tapi itulah yang terbaik, bahwa ternyata hal terbesar dalam mencintai itu adalah melihat dia bahagia
Meskipun begitu Launa tidak pernah menyesal dengan hari ini. Dan jika dia bisa memilih dia akan tetap memilih dengan pria yang saat ini dia pilih. Launa sadar, kalau dia tidak pernah baik dan pantas untuk siapapun. Biar takdir menjalankan perannya.
Launa banyak sekali mengalami kehilangan, bahkan dia harus terasing. Menjalani hari hari berat dengan seseorang yang tidak memahaminya. Sesak terkadang mengingat masalalu bagaimana dia begitu sangat dicintai. Ternyata benar perasaan dari 100 ke 0 itu ada.