TW / Gang rape (pemerkosaan berkelompok) π€¬π€¬
Pelaku: 2 polisi, 2 sipil
Penonton: 3 polisi
Korban: 1 perempuan 18 tahun
MASUK AKAL GA, PAK @ListyoSigitP@DivHumas_Polri KALAU ANAK BUAHNYA CUMA DIHUKUM ETIK? DI MANA HATI NURANI? DI MANA HUKUM YANG ADIL?
APA GA TERBAYANG BETAPA TAKUTNYA KORBAN REMAJA DIKEROYOK POLISI DEWASA SEPERTI ITU?
PARA PEMERKOSA APA SUDAH DIHUKUM BERAT, SELAIN DIPECAT? PENONTON PEMERKOSAAN JUGA PELAKU KARENA MEMBIARKAN. APALAGI MEREKA SEMUA PENEGAK HUKUM YANG HARUSNYA MELINDUNGI, BUKAN MALAH JADI PELAKU KEJAHATAN BIADAB.
ASTAGHFIRULLAHALADZIM ππ
Tolong @kpp_pa@KomnasPerempuan kawal kasus biadab ini.
Pecat Kepala BGN π₯
MBG Menbuat Bangsa (jadi) Gila
Kep dapur 7 jt
Akuntan 5 jt
Ahli gizi. 5 jt
Cuci piring 2,7 jt
Pengantar mkn 3 jt
Guru Honorer 223 RIBU
Media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya video yang menampilkan aksi tak biasa dari seorang mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Setelah sebelumnya nama Hendrik Irawan jadi sorotan karena aksi jogetnya, kini giliran pria berinisial YD yang ramai diperbincangkan publik.
YD diketahui merupakan pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pratama Pakong Yayasan Fatimah Maju Bersama. Ia disebut-sebut melakukan aksi serupa saat menghadiri konser halal bihalal pedangdut Valen Akbar di Pamekasan.
Dalam video yang beredar luas, YD tampak berada di atas panggung saat konser yang digelar di Gedung Bakorwil pada Rabu (25/3/2026) malam. Ia terlihat berjoget sambil menghamburkan uang di hadapan penyanyi.
Awalnya, saat Valen bernyanyi, terlihat dua pria naik ke atas panggung. Salah satunya mengenakan kaos hitam dengan inisial YD. Ia berjoget sambil menghamburkan uang, didampingi seorang pria lain yang mengenakan sarung.
Aksi tersebut dinilai mencolok karena uang yang dipegang tidak disawer seperti biasa, melainkan digesek-gesekkan di depan penyanyi hingga berhamburan. Suasana panggung pun tampak meriah dengan sorak sorai penonton yang menyaksikan aksi tersebut.
Di tengah ramainya perbincangan, pihak penyelenggara acara memberikan klarifikasi. Perwakilan panitia dari Pamekasan Kreatif, Kuswanto, membantah narasi yang berkembang di masyarakat.
"Kami dari Crew Pamekasan Kreatif ingin membantah perspektif yang terbentuk di beberapa kalangan bahwa konser musik dangdut identik dengan kerusuhan, joget, dan mabuk-mabukan. Di acara semalam kami tidak melihat satu pun penonton yang joget," ujar Kuswanto melalui status WhatsApp-nya, Kamis (26/3/2026).
Ia menegaskan bahwa suasana konser justru berlangsung tertib dan jauh dari kesan negatif yang beredar di media sosial.
Sumber artikel: https://t.co/vDyWG6KdMG
https://t.co/dCJHJ0UNUw
RT @ningfrance#InfoOrangIlang
Telah hilang Bapak Wawan Setiawan
usia 74 thn Sabtu pagi 22 November 2025
pamit pergi memakai baju hitam topi merah, naik sepeda warna orange abu. Kondisi ayah kami demensia (pikun)
Jika menemukan mohon hubungi: Eggy 081220421955 mengantarkan beliau ke Jl. Antapani 9 no.14 Bdg