Yudian Wahyudi, Kepala BPIP , Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.
Gajinya Rp76,5 juta/bulan, setara menteri.
Anggarannya Rp374 miliar per tahun.
Tugasnya satu: jaga dan sebarkan nilai-nilai Pancasila.
Sila pertama Pancasila: Ketuhanan Yang Maha Esa.
Kita mulai dari sana.
Februari 2020, baru seminggu dilantik, Yudian bilang:
"Kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan."
MUI protes. Ormas Islam protes. Politikus lintas partai protes.
Kepala lembaga yang tugasnya mengamalkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa , bilang agama adalah musuh Pancasila.
Dia tidak dicopot.
Dia masih menjabat sampai hari ini.
Agustus 2024: 18 Paskibraka putri yang berjilbab harus melepas jilbab saat pengukuhan resmi kenegaraan di IKN.
BPIP bilang itu soal "keseragaman."
Yudian bilang tidak ada paksaan.
Tapi rekaman videonya ada.
Anak-anak itu melepas jilbabnya di hadapan kamera, di depan negara.
Alumni Paskibraka minta dia mundur.
Jokowi ditanya soal sanksi, jawabnya: "Ya nanti dilihat."
Tidak ada sanksi.
Yudian minta maaf.
Lanjut menjabat.
2024, Yudian minta tambahan anggaran Rp100 miliar ke DPR.
Rinciannya? Rp45,5 miliar untuk bayar influencer, YouTuber, dan TikToker supaya posting soal Pancasila.
Lembaga yang tugasnya membina ideologi bangsa , strategi utamanya adalah endorse konten kreator.
Orang yang bilang agama musuh Pancasila.
Yang bikin Paskibraka lepas jilbab.
Yang minta Rp45 miliar untuk TikToker.
Masih menjabat.
Masih digaji Rp76,5 juta/bulan. Pakai uang lo.
Guys, Ahok baru ngomong sesuatu soal Chromebook dan MBG yang menurut gue paling jujur dan paling berani dari siapapun yang gue dengar dalam beberapa bulan terakhir.
Dan dia ngomongnya
bukan sebagai pembela Nadiem.
Dia ngomong sebagai orang yang paham betul bagaimana sistem pendidikan dan teknologi seharusnya bekerja.
Soal Chromebook dan kenapa Ahok marah:
Ahok bilang dengan sangat tegas:
pengadaan Chromebook itu sebenarnya adalah kebijakan yang sangat masuk akal secara logika.
Chromebook itu bukan laptop biasa.
Operating system-nya berbasis cloud sekali beli langsung include semuanya, tidak perlu diperbarui terus-menerus.
Harganya jauh lebih terjangkau
dari laptop konvensional.
Dan yang paling penting sistemnya dirancang agar anak tidak bisa nonton video porno, tidak bisa judi online, dan seluruh aktivitas belajar bisa dipantau.
Ahok kasih contoh nyata.
Ada guru di Jawa Barat yang punya empat sertifikat internasional bisa mengajar di level dunia. Ujiannya hanya 10 dolar.
Bayangkan kalau semua guru Indonesia bisa akses sertifikasi seperti itu lewat Chromebook yang terhubung Starlink di daerah terpencil anak di kampung tiba-tiba bisa belajar setara dengan anak di Kanada atau Australia.
Itu bukan mimpi.
Itu sudah bisa dilakukan sekarang dengan teknologi yang ada.
"Bayangin kalau semua anak kita di kampung ada Starlink juga kan.
Anak di kampung kita tiba-tiba belajar setara dengan orang di Kanada atau di Amerika atau di Australia."
Lalu kenapa Ahok merasa ini sengaja dihambat:
Ahok bilang dengan sangat hati-hati karena takut diproses hukum lagi tapi dia tetap bilang:
"Saya pikir ini sengaja."
Logikanya sederhana dan sangat keras.
Kalau rakyat pintar, rakyat kritis, rakyat bisa akses informasi dari mana saja mereka lebih sulit dikuasai.
Lebih sulit dibohongi.
Lebih sulit dimanipulasi menjelang pemilu.
Sistem yang membiarkan rakyat bodoh dan miskin adalah sistem yang menguntungkan mereka yang berkuasa.
Karena rakyat yang bodoh dan miskin lebih mudah disuap dengan sembako, lebih mudah digiring dengan hoaks, lebih mudah dikontrol dengan ketergantungan pada program-program yang terkesan murah hati tapi tidak memberdayakan.
MBG- makan bergizi gratis menurut Ahok adalah contoh dari cara berpikir yang sama.
Daripada kasih rakyat laptop yang bisa membuka pintu dunia, lebih mudah kasih makanan yang habis dimakan dan orang tetap tergantung besok makannya dari mana.
"Kalau saya tanya mau bikin sekolah bagus,
kasih makan bergizi atau rakyat punya laptop yang bisa komunikasi ke mana-mana?"
Yang paling menohok soal survei dan legitimasi:
Ahok tidak berhenti di situ.
Dia lanjutkan dengan sesuatu yang sangat pedas.
Pemerintah melakukan survei.
Rakyat bilang mereka suka makanan gratis.
Lalu itu dijadikan legitimasi untuk program MBG.
Seolah-olah karena rakyat minta ya sudah diberikan.
Tapi Ahok membaliknya:
kalau kamu memberikan sesuatu kepada orang yang tidak pernah tahu bahwa ada pilihan yang jauh lebih baik tentu mereka akan pilih yang ada di depan mata.
Itu bukan preferensi yang genuine.
Itu keterbatasan informasi yang dimanfaatkan sebagai justifikasi.
"Mereka juga pintar.
Dia survei, Pak.
Rakyat suka makanan itu jadi legitimasi."
Dan soal Nadiem yang sekarang dituntut 27 tahun:
Ahok tidak membela Nadiem secara personal.
Tapi dia bilang satu hal yang sangat logis dan sangat sulit dibantah:
Menteri itu tidak pernah menyentuh
anggaran secara langsung.
Menteri membuat kebijakan.
Yang mengeksekusi adalah birokrasi di bawahnya.
Kalau ada yang salah dalam eksekusi pertanyaannya adalah:
apakah menteri yang memerintahkan secara eksplisit?
Apakah ada aliran dana yang bisa dibuktikan masuk ke kantong menteri?
PPATK sudah menjawab:
tidak ada.
Nol aliran dana ke Nadiem dari siapapun.
"Saya pikir ya ini soal profesionalisme.
Menteri kan enggak pernah nyentuh anggaran perantaran kan, kecuali dia nyuruh ya atau terima ya."
Ahok tidak sedang bicara soal
Chromebook sebagai produk.
Dia sedang bicara soal pilihan fundamental sebuah bangsa:
apakah kita mau membangun rakyat yang pintar dan mandiri, atau kita mau mempertahankan sistem di mana rakyat tetap bergantung pada belas kasihan penguasa?
MBG memberikan makan hari ini.
Chromebook bisa mengubah nasib seumur hidup.
Dan ketika kebijakan yang lebih transformatif justru dipersoalkan secara hukum sementara program yang lebih konsumtif dirayakan sebagai prestasi itu bukan kebetulan.
Itu adalah pilihan yang sangat disengaja oleh mereka yang paling diuntungkan dari rakyat yang tetap tidak berdaya.
Guys, Felix Siauw baru ngomong sesuatu di podcast Helmy Yahya yang menurut gue paling jujur dan paling berani dari seorang ustaz Indonesia dalam waktu lama.
Dan intinya satu kalimat yang langsung dilontarkan:
"Orang Indonesia tidak pernah menjadi Islam."
Bukan karena KTP-nya.
Tapi karena cara berpikirnya.
Masalah pertama
kita salah paham soal tawakal:
Felix kasih contoh yang sangat konkret.
Ada pesantren roboh.
Respons orang Indonesia:
"Qadarullah, ini takdir Allah."
Felix langsung potong:
itu bukan tawakal.
Itu kebodohan yang dibungkus agama.
Karena setiap insinyur teknik sipil yang melihat bangunan tiga lantai dengan pondasi yang salah sudah bisa prediksi itu akan roboh.
Tidak perlu menunggu roboh untuk tahu.
Dan kalau kita sudah tahu sebabnya tapi tidak dikerjakan lalu ketika roboh bilang qadarullah itu bukan pasrah pada Allah.
Itu menyalahkan Allah atas kelalaian kita sendiri.
Rasulullah memakai baju besi
dua lapis di medan perang.
Seorang sahabat tanya kenapa.
Jawabannya sederhana:
karena sebab akibat adalah bentuk tawakal yang sesungguhnya.
Bekerja sekeras mungkin baru serahkan hasilnya.
Masalah kedua
"enggak apa-apa mereka ambil dunia,
yang penting kita akhirat"
Felix bilang dia ingin kritik keras kalimat ini.
Karena logikanya terbalik total.
Cara masuk surga menurut ulama ada empat:
dengan ilmu,
dengan kekuatan,
dengan harta,
atau dengan doa.
Kalau kamu tidak punya ilmu,
tidak punya kekuatan,
tidak punya harta kamu hanya tersisa doa.
Dan kalau kamu bilang "yang penting akhirat" sambil tidak mengerjakan satu pun dari empat jalan itu dengan serius kamu sedang tidak mengejar akhirat.
Kamu sedang memakai akhirat sebagai alasan untuk tidak berusaha.
Rasulullah miskin bukan karena tidak bisa kaya.
Beliau miskin karena memilih memberi semua yang dimiliki kepada yang membutuhkan.
Miskin by choice bukan miskin karena tidak punya pilihan.
"Kalau dunia aja kamu enggak bisa nguasain,
jangan ngomong akhirat.
Akhirat itu lebih susah dari dunia."
Masalah ketiga
tidak ada critical thinking:
Ini yang paling mendasar dan paling merusak menurut Felix.
Ayat pertama yang turun kepada Rasulullah adalah iqra baca, berpikir, analisa.
Di saat itu bahkan tidak ada buku.
Tidak ada perpustakaan.
Artinya perintah iqra bukan sekadar membaca teks tapi perintah untuk berpikir kritis terhadap segala sesuatu.
Tapi apa yang terjadi di Indonesia?
Pertanyaan dibungkam.
Otoritas tidak boleh diganggu gugat.
Santri yang dilecehkan menerima
karena percaya itu "ritual penyucian."
Orang tua yang anaknya diperlakukan tidak wajar diam karena takut melawan ulama.
Felix bilang ini adalah abuse of authority yang masif dan akarnya adalah ketidakmampuan berpikir kritis yang sudah ditanamkan sejak kecil.
Padahal bahkan Rasulullah sendiri melatih sahabat untuk tidak buta taat.
Ada sahabat yang diperintahkan pemimpinnya masuk ke dalam api sebagai hukuman.
Mereka ragu dan datang bertanya ke Rasulullah.
Jawaban Rasulullah:
"Untung kalian tanya aku.
Kalau kalian masuk,
kalian tidak akan keluar selamanya."
Dari situ keluar hadis:
taatlah kepada makhluk selama tidak bermaksiat kepada Allah.
Artinya Islam dari awal mengajarkan untuk mempertanyakan bahkan otoritas.
Masalah keempat faktor struktural yang sering dilupakan:
Felix tidak hanya menyalahkan internal.
Ada faktor eksternal yang sangat besar yang tidak boleh diabaikan.
Di zaman kolonial Belanda,
ada sistem pembagian kelas berdasarkan akta kelahiran STBL.
Kelas pertama orang Eropa.
Kelas kedua orang Arab, India, Cina.
Kelas ketiga pribumi dan pribumi Muslim ada di posisi paling bawah.
Akta kelahiran itu menentukan siapa yang boleh sekolah di mana, siapa yang boleh masuk restoran mana, siapa yang boleh masuk pemerintahan.
Bukan soal kemampuan tapi soal sistem yang dirancang untuk memastikan satu kelompok tidak bisa mengakses kekayaan dan pengetahuan.
Itulah mengapa sampai hari ini di daftar orang terkaya Indonesia dan dunia dominasi Muslim sangat kecil dibandingkan populasinya.
Ini bukan semata karena etos kerja.
Ini juga karena sistem yang dibangun ratusan tahun untuk menutup akses.
Korelasi yang menarik antara keyakinan dan peradaban:
Felix membawa temuan arkeologi di Gobeklitepe, Turki bangunan berusia 11.000 tahun yang mendahului rumah dan ladang pertanian.
Para arkeolog menyimpulkan bahwa manusia tidak membangun keyakinan setelah perutnya kenyang.
Justru sebaliknya keyakinan dibangun dulu,
baru peradaban lain mengikuti.
Ini membalik teori lama bahwa agama
adalah produk kemakmuran.
Ternyata keyakinan adalah fondasinya.
Tapi ada yang salah kaprah.
Felix memisahkan dengan jelas:
bukan agamanya yang menentukan maju atau mundur suatu bangsa tapi kepedulian.
Romawi maju bukan karena agama tertentu tapi karena mereka peduli pada kotanya,
pada infrastrukturnya, pada warganya.
Ketika kepedulian itu hilang Romawi hancur.
Bukan karena Tuhannya berubah.
Felix menyimpulkan dengan satu pertanyaan keras yang ditujukan kepada dirinya sendiri dan seluruh ulama Indonesia:
"Rasulullah bilang ilmu dicabut dengan wafatnya para ulama. Ketika ulama pergi tanpa meninggalkan warisan berpikir yang benar yang terpilih adalah pemimpin-pemimpin bodoh.
Dan pemimpin bodoh membuat kebijakan bodoh yang menghancurkan umatnya."
Artinya yang paling bertanggung jawab atas kondisi umat bukan politisinya. Bukan penjajahnya. Tapi mereka yang seharusnya mendidik cara berpikir dan memilih untuk tidak melakukannya.
⚠️ Disclaimer: Berdasarkan podcast Helmy Yahya bersama Felix Siauw. Semua pandangan adalah pendapat pribadi narasumber dalam konteks diskusi keagamaan dan peradaban. Pembaca dianjurkan untuk memverifikasi referensi sejarah dan hadis dari sumber primer.
Puluhan santri atau siswa/i MTS AI Inayah, di Jerang, Kecamatan Cibeber, Kita Cilegon, mengalami gejala mual hingga muntah-muntah yang diduga keracunan menu MBG yang disalurkan oleh salah satu SPPG di Kota Cilegon pada Kamis 16 April 2026.
Total ada 49 orang siswa yang dilarikan ke tiga fasilitas kesehatan di Kecamatan Cibeber.
INGET!
Jangan minum banyak2 saat sahur!
Malah beser & kencing terus setelah subuhan. Gampang haus jadinyaa
Poinnya bukan pada seberapa bnyk air yg bisa kamu telen, tp pada seberapa banyak air yg bisa DISERAP sel2 badanmu
So, bukan fokus pada volume, tp ke kandungan air & timing minumnya!
Rekomendasi timing minum bisa ikut jadwal ini yaa!
🚨 ACEH BANJIR LAGI HARI INI 17 FEBRUARI
ACEH DILARANG BERISIK 💔💔💔😭
BUNA BUNA GAK SUKA🥀
Suasana menyambut bulan suci Ramadan 1447 H di Kabupaten Pidie Jaya yang seharusnya dipenuhi sukacita, berubah menjadi keprihatinan mendalam.
Alih-alih mempersiapkan hidangan daging untuk tradisi Makmeugang, warga di beberapa desa, termasuk Gampong Meunasah Raya, justru harus bergelut dengan lumpur dan sisa-sisa banjir bandang.
Tradisi yang Terendam Lumpur Puncak kesulitan warga terjadi pada Selasa malam, 17 Februari 2026, bertepatan dengan malam Makmeugang. Melalui pantauan media sosial, terlihat luapan air berwarna cokelat pekat merendam pemukiman warga dengan ketinggian yang signifikan. “Tragedi malam Makmeugang, Selasa 17 Februari 2026. Besok mau puasa,” tulis salah satu warga dalam unggahan video yang menunjukkan air menggenangi halaman rumah di tengah kegelapan malam.
Hingga Rabu pagi, saat warga Aceh biasanya sibuk memasak daging meugang, warga di lokasi terdampak justru terlihat bahu-membahu membersihkan tumpukan lumpur setinggi betis dewasa yang masuk ke dalam rumah. “Singoh makmegang, kamoe mantong peugleh rumoh (Besok makmegang, kami masih membersihkan rumah),” tulis akun gampongmeunasahraya, menggambarkan ironi yang dialami warga.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih berupaya secara mandiri untuk memulihkan kondisi tempat tinggal mereka. Bantuan alat berat atau tambahan personel untuk membantu pembersihan material lumpur sangat diharapkan agar masyarakat dapat menyambut hari pertama Ramadan dalam kondisi yang lebih layak.
Masyarakat Aceh berharap agar cuaca ekstrem segera berlalu, mengingat pentingnya kekhusyukan dalam menjalankan ibadah di bulan suci ini. (https://t.co/NeZOQHAMqZ) Semoga banjirnya segera surut ya!🙏🏻
MBG. Libur digaji 6jt. Relawan dapet 100-200rb per hari.
Ke mana semua duit ini waktu sekolah butuh operator? Sampai akhirnya guru yg harus menangkap semua tugasnya TANPA DIBAYAR.
Ke mana semua duit ini waktu anak PNS gol I dan II kena UKT kuliah paling tinggi?
Kalian harus tahu:
1 hari MBG = 1 triliun (dibulatkan biar gampang ngitungnya).
Jika libur 7 hari gara-gara Lebaran, maka 7 triliun nggak jadi dibagi-bagikan dong.
7 triliun ini, hitung-hitunganannya: 70% buat biaya beli bahan makanan, 20% buat operasional, 10% buat bayar-bayar insentif. Alias 30% bisa masuk kantong dapur.
Dus, 30% x 7 triliun, sama dengan 2,1 triliun.
Itu kalau bahan makanannya memang 70%. Kalau cuma ciki, dkk sih tambah asyik deh.
Itulah kenapa libur lebaran pun maksa harus dibagikan. Cuan 2,1 triliun gitu loh.
Kalian bagian dari 1 juta pekerja dapur? Kalian cuma dapat ingusnya saja.
Kalian orang tua yang anaknya dapat MBG? Duuh, kalian cuma dapat upilnya doang.
Yg punya dapur, mereka pesta pora. Argo terus jalan, cuy.
Apakah anak-anak kita betulan akan nambah pintar, nambah bergizi?
Duh Rabbi, kamu tuh cuma ngasih makan 1x sehari, lantas berharap semua masalah selesai?
Orang tuanya tetap susah nyari pekerjaan, biaya sekolah kuliah mahal, pun anak tsb, 2x makan lainnya di hari tsb bagaimana?
(Tere Liye, penulis novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar)
aku baru nyampe rumah banget habis dari aceh tamiang, wallahi mereka belum pulih. tidur di tenda², ga kebayang kalo cuaca lagi panas terik, atau hujan lebat :(
anak² di sana juga belum ada yang bisa sekolah :(
"sekolah kami hancur kak, belum ada tempat untuk kami belajar" 💔
Seorang guru honorer bernama Reza Sudrajat menggugat Undang-undang APBN tahun 2026 ke Mahkamah Konstitusi (MK) gara-gara program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya berimbas dipangkasnya anggaran pendidikan.
Baca selengkapnya: https://t.co/FMYBX2HPse.
~SN #MBG #GuruHonorer #MK #AnggaranDipangkas
@ikanatassa Tweet ini menampar semua pengelola non-profit di Indonesia.
Bukan berarti kamu non-profit terus bisa minta gratisan.
Non-profit itu label privilege dari negara untuk kemudahan operasional, bukan cara buat ngemis dan menggampangkan finansial lembaga.
@bitxt@SBYudhoyono Mohon maaf bapak, mereka itu ngga bekerja untuk rakyat, ngga bekerja mencarikan pekerjaan untuk rakyatnya, mereka mencarikan pekerjaan untuk anak dan saudara mereka, ngga mikirin kita bapak
@kring_pajak @TankMainBattles @DitjenPajakRI Saya berkali-kali coba, pakai laptop dan HP, pakai incognito, pakai provider yg berbeda, coba di siang hari dan dinihari sebelum Subuh, tapi hasilnya tetap begini. Hanya ada tombol unduh Bukti Tanda Terima. Nggak ada tombol unduh Sertifikat.
Jadi gimana nih?
@DitjenPajakRI@Hepi2906 Sudah validasi foto, tapi kok nggak ada tombol "unduh sertifikat" ya, Min? Adanya cuma tombol "unduh bukti tanda terima". Gimana nih? Apa mesti diulang lagi?