"Perempuan, jangan kehilangan skill cari uang"
Ada perempuan yang gw kenal cukup progresif, suatu ketika menikah dan meninggalkan karirnya demi pasangan dan keluarga.
Ndilalah setelah sekian lama nikah, mereka berpisah. Si perempuan merasa habis-habisan, karena sudah mengorbankan waktu, tenaga dan pikirannya sekian belas tahun, lha kok dicerai.
Sekarang dia harus memulai karir lagi, melatih skillnya lagi buat cari uang, sementara umurnya sudah ga lagi muda.
Buat para perempuan yang memutuskan mundur dari kantor, silahkan berhenti dari kantor tapi jangan sampe kehilangan skill cari uang karena ini skill untuk bertahan hidup. Pasanganmu yang kamu jadikan sandaran, bisa mati, cerai, atau sakit.
Buat para suami, penting untuk menyiapkan pasanganmu untuk tetap kuat dan berdaya. Karena suatu ketika kamu bisa sakit atau mati, dan istrimu harus mengambil alih nahkoda rumah, berjuang untuk hidupnya dan anak-anakmu.
Sebagai pertimbangan: Data menunjukkan, rata-rata masa hidup perempuan memang lebih panjang dari laki-laki. World Population Prospects 2022 mencatat angka harapan hidup perempuan di dunia mencapai 76 tahun, sementara laki-laki 70,8 tahun pada 2023.
Asah terus keahlian dan pergaulan. Kerja dari rumah atau kerja freelance atau apapun yang intinya bisa mendatangkan uang buatmu dan melatih skillmu.
Diskusi dengan pasangan, bagi tugas agar bukan satu orang saja yang maju, tapi kalian sebagai pasangan harus maju bersama, kuat bersama.
Karena pada satu titik, kita semua harus kokoh berdiri di kaki sendiri.
"Rejeki kan urusan Allah, ngapain dipikirin sekarang"
"Hidup kok yang dipikirin duit mulu"
Ya kalo itu mindsetmu, postingan ini bukan buat kamu.
Tanggapan proporsional? Netral?
Dengarkan nih Pakdhe Bassem Yousef @Byoussef, seorang dokter ahli bedah jantung, komedian, dan satiris menjelaskan; memangnya orang G4z4 punya pilihan apa? Sudah kayak semboyan perjuangan kita dalam arti harfiah kok; MERDEKA ATAU MATI!
Suatu pulang kerja tapi rasanya masih panas, gw menuju kedai kopi berniat pesen es. Tapi pas sampai disana gw pikir2 lagi kalorinya bakal uwoww hari ini, akhirnya gw puter balik dan langsung pulang aja. Keputusan bijak.
Rencana awal KKN yang seharusnya berlangsung selama beberapa bulan saja, ternyata berubah menjadi awal perjalanan hidup yang besar bagi Kasim. Terlalu larut dalam pengabdian yang dia lakukan, Kasim ternyata meneruskan dan menjalani 15 tahun hidupnya di Waimital.
Bertemu dengan sebuah keluarga petani miskin, hati nurani Kasim pada akhirnya terketuk untuk mencurahkan semua pengetahuan dan ilmu yang ia dapat selama menimba ilmu di IPB untuk masyarakat setempat.
Pada akhirnya, Kasim meninggalkan semua identitas mahasiswa asal kota yang melekat pada dirinya, Kasim menjalani kehidupan sebagai seorang pria dengan keseharian memakai sandal jepit dan baju lusuh, setiap harinya ia berjalan sejauh puluhan kilometer bersama para petani menuju sawah.
Selamat petani-petani muda pegunungan Kendeng (Jawa Tengah) yang mulai menggabungkan pertanian dan wisata berbasis komunitas.
Setelah membuktikan tanahnya (yang diincar pabrik semen) tidak tandus, kini para petani mencoba tantangan baru.
Para marhaen sejati.