Secinta-cintanya kita sama pasangan kita, ingat ya!
“jangan pernah menikah dengan laki-laki yg lebih takut bikin keluarganya kecewa daripada bikin istrinya tersakiti”
Suamiku pulang kerja nemu dompet di jalan, nggak jauh dari arah pulang ke rumah. Pas dibuka ada SIM A, SIM C, KTP, dan uang juga di dalamnya. nggak ngitung uangnya berapa,tapi lumayan banyak kalau dilihat sepintas...kami cuma cek alamatnya...
Setelahnya suamiku mandi dan makan dulu. Habis itu ngajak kami ikut nganter dompetnya. Sekalian jalan-jalan sore lah 😁 Alamat yang ada di dompet ternyata Nggak ada nomor rumah sama sekali...
dan jaraknya sekitar 20 menitan dari rumah kami. Jadilah kami muter-muter sambil tanya warga. "Pak, kenal orang ini nggak ya?" "Bu, rumahnya di sebelah mana ya?" Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di sebuah rumah. Aku tanya ke cewek yang ada di depan rumah.
"Mbak, rumah Pak ... di mana ya?"
Ternyata perempuan itu anaknya. "Oh, itu bapakku mbak..." Aku bilang kalau suamiku nemu dompet bapaknya. Dipanggillah bapaknya keluar. Dompet diserahkan. Bapaknya bilang,
"Makasih ya..." Udah...😁 aku nggak ada masalah sama itu. Dari awal memang niatnya balikin dompet, ga ngarep imbalan apapun..Yang penting dompetnya kembali ke pemiliknya. Nah habis itu kami pamit pulang. Suamiku sudah naik motor, anakku yang kecil duduk di depan.
Pas putar balik motor di depan rumahnya, ternyata posisi tanah di situ agak miring dan menurun. Kaki kiri suamiku salah memperkirakan pijakan. BRUKKKK. 😭 Motor langsung AMBRUKK. Anakku ikut jatuh.
Aku yang lihat KAGET. Apalagi anakku ini jidatnya memang masih pakai plester karena luka jaitan yang belum sembuh. Jadi pas lihat dia ikut jatuh, refleksku langsung ke dia dulu😭 Alhamdulillah motornya belum dinyalakan, jadi nggak ada kecepatan sama sekali. Tapi tetep aja bikin panik.
Yang bikin aku agak terpaku... pemilik dompet dan anaknya tetap berdiri di depan pintu. Bapaknya cuma teriak, "Pie to Masss?" Udah... Aku angkat anakku. Suamiku berdiriin motor. Lalu kami pamit bilang "Monggo pak"
Di perjalanan pulang aku lihat kaki suamiku gemeter. Mungkin karena kaget😭🤣 Akhirnya kami mampir dulu ke warung buat beli minum. Yang bikin gaenak hati adalah Bukan karena nggak dikasih apa-apa...
Tapi karena saat lihat suami dan anakku jatuh tepat di depan rumah pemilik dompet, ga ada satupun yang menghampiri atau sekadar memastikan mereka baik-baik saja. Mungkin setiap orang punya cara yang berbeda dalam merespons sesuatu. Entahlah... sampai sekarang aku masih kepikiran aja. 😭
cc:threadsenjani03
gue aja kena tegur mama sendiri karena 'keras' ke laki yg duain gw, karena katanya "mama tau kamu marah dan sakit hati, tapi kita ga pernah tau itu laki laki bisa sampai berbuat apa".......
" Udah betenya? "
" Udah marahnya?"
" Udah nangisnya? "
"Sekarang coba ngomong apa aja yg aku lakuin sampe bikin kamu marah?"
🫂: Padahal sesederhana itu, tapi ga semua orang paham dan bisa ngelakuinnya. 🌻
fatima: "prabowo punya cita cita, tidak ingin ada anak anak indonesia tidur dalam perut lapar"
"nah tapi mbg ini kan dibagiin (sekali) di siang hari di sekolah. jadi ketika dia pulang ya lapar lagi" 😂
Shin Min Ah cerita kalau kriteria yang paling penting saat memutuskan untuk menikah itu bukan calon pasangan, tapi diri sendiri.
Shin Min Ah ngerasa kalau mengenal diri sendiri, mengenal bagaimana diri sendiri bereaksi terhadap berbagai hubungan, itu sangat penting.
Dengan melalui pengalaman tersebut, seseorang akan mengenal dirinya sendiri dengan lebih baik. Meskipun bukan hubungan romantis, butuh waktu untuk memahami diri sendiri dengan melalui berbagai pengalaman. Jadi ga perlu untuk buru-buru menikah.
https://t.co/90zsosTVfJ
Pernah kebayang ga fasilitas publik se-vital stasiun Kereta Api kena pemadam listrik juga??
Itu yang terjadi malam ini di Stasiun Surabaya Gubeng.
Untung aja ada backup genset. Kalau ga, gimana ngatur sinyal perjalanan ratusan KA dan proses boarding ribuan penumpang?? 😪